Thursday, December 6, 2012

[FINANCIAL] The Pramudya's Financial Plan


Whoaa third post in a day!  Mumpung inget dn lg ada mood. Hehe..

Kali ini mau coba bahas tentang financial plan keluarga kami yg masih simple banget. Referensi financial plan saya apalagi kalo bukan dari forum paling wokeh buat mama muda masa kini, yes The Urban Mama. I love you full dah!

Awalnya karena disuruh hubby belajar tentang asuransi jiwa dn cari asuransi jiwa yg sesuai dengan keluarga kami. Saya pun ketemu forum diskusi asuransi jiwa yg ada di TUM. Dari sana saya dapet gambaran seperti apa asuransi jiwa yg ideal. Dan akhirnya keluarga kami beli asuransi jiwa untuk suami saya.

Kenapa ko repot2 beli asuransi jiwa segala?? Emang dr kantor ga dapet asuransi??

Awalnya saya jg ngerasa sayang buat beli asji. Toh suami dapet dana pensiun dari kantor. Toh masalah kesehatan udh tercover sama kantor. Toh kalo pasang asji dan kita ga ada klaim, which is amit2 deh yaa jgn sampe, premi yg kita bayar hangus. Dan kita ga dapat apa2. Mending unitlink aja, lumayan preminya bs kembali plus dapet investasinya pula. Itu pikiran saya awalnya. Tapi hasil baca forum tsb, saya jd teredukasi dn akhirnya pilih asji drpd unitlink. Dan ternyata para financial planner juga lebih menyarankan asji and say no to unitlink. That's why it's important to educate your self sebelum ketemu sama agen asuransi.

Sedikit resume tentang asji dari saya :

- Pilih asji yg murni tanpa embel2 investasi. Cirinya : premi murah, up sesuai

- Semakin cepet bikin asji semakin baik. Krn semakin tua umur, maka premi makin mahal. So go ahead find insurance that suits you.

- Pasang asji hanya pada orang yg memberikan penghasilan utama dalam keluarga. Jd kalo di keluarga kami, cukup hubby aja yg pasang asji. Saya ga perlu ikut2an pasang, lah wong saya ibu rumah tangga, ga ngasih apa2 ke kas keluarga kami. Klo saya pasang asji jg malah jd beban krn hrs bayar premi

- Karena namanya asuransi jiwa, mending lgsg ambil yg term nya panjang. Kami ambil lgsg 20 tahun. Karena klo ambil 5 tahun ko kayanya nanggung bgt bikin asji. Dan kalo mau perpanjang setelah 5 tahun, premi akan mahal krn umur makin tua.

- Uang pertanggungan minimal harus dpt cover kebutuhan hidup selama 10 tahun dihitung dr pengeluaran bulanan kita. Misal pengeluaran bulanan kita 1 juta, jadi
1 juta * 12 bulan * 10 tahun
Maka kita cari asji yg uang pertanggungannya minimal 120 juta

Itu dulu kali ya. Ntar kalo inget tambahin lagi.

Now after insurance, then we have to invest our money. Aku awalnya ga ngerti opo iku investasi?? Kayanya nabung atau deposito jg beres. Eh tapi si tuan ganteng bilang, uang sekarang yg kita tabung nilainya ga akan sama dengan beberapa tahun lagi. Aku masih ora mudeng. Lah ko bs ga sama gmn maksudnya? Well think about inflation. Nilai mata uang  tiap hari selalu berbeda bbrp poin. Lah gmn kalo 10-20 tahun ke depan? Bisa jadi harga tahu hot jeletot yg hari ini 2000 rupiah, nanti 20 tahun kemudian 15000 rupiah. Itu baru tahu hot jeletot, gmn dgn biaya pendidikan, kesehatan, sandang pangan papan?? Sehingga kalo kita deposito uang 50 juta untuk 20 tahun, pasti nilai 50 juta sekarang dn 20 tahun mendatang akan berbeda.

Jadi investasi memang penting untuk mempertahankan nilai uang kita skrg agar minimal sama utk 10-20 thn ke depan. Jadi untuk investasi ini keluarga kami memilih logam mulia dan reksa dana. Saya ga begitu ngerti reksa dana, hubby lebih paham. Tp yg logam mulia, beneran loh blm setahun udh kerasa aja gt nilainya bertambah. Makanya klo punya uang mending beli emas drpd ditabung. Jangan lupa zakatnya yaa..

Kalo mau belajar, di TUM di bahas juga tentang investasi emas dan reksa dana.

Hubby pernah bilang, kalo uang ditabung melulu ntar akan selalu ngerasa cukup, ga kekurangan uang, banyak duit. Akibatnya jadi royal belanja ini itu. Mending uang yg di tabungan seperlunya aja, banyakin di investasi biar rasanya ga punya duit krn saldo di atm paspasan. Hehe.. Bener juga loh :)

Asuransi udah. Investasi udah. Sekarang gmn jalanin financial plan bulanan biar ada dana untk tabungan, asuransi, investasi sambil dapur tetep ngebul dn msh bs dikit2 senang2.

Masih PR juga sih buat kami. Krn yg paling utama dlm hal ini adlah lifestyle. Yes lifestyle sgt berpengaruh pada sisa saldo bulanan. Apakah surplus atau malah minus. Di TUM saya nemu forum tentang family balance sheet alias laporan keuangan keluarga. Bahwa sebaiknya tiap keluarga menganggarkan sejumlah uang untuk pos2 pengeluaran bulanannya dan sejumlah uang untuk pos2 tabungan dn investasinya. Dan setiap pengeluaran DICATAT agar terlihat cash flow nya.

Bulan lalu saya baru donlod aplikasi Expense Manager di hp dan ternganga melihat betapa bocornya pengeluaran keluarga kami pada pos pengeluaran yg sifatnya senang2. Beneran ternganga deh! Selama ini seenaknya aja ngapa2in ga pake dicatet. Sekalinya dicatet dn dijumlahin, OMG ternyata banyak bocornya. Ihiks.. Agak sedih ko baru mulai bulan lalu. Secara nikah udh 20 bulan dan udh ada Asha 10 bulan. Kemane aja gw seneng2 melulu ga mikirin masa depan! Enough playing around, it's time to be serious.

Saya udh bikin balance sheet di excel. Tp untk catet pengeluaran harian aplikasi expense manager bantuu bgt. Dan skrg mulai menerapkan amplop akordeon buat tiap pos pengeluaran. Apa itu amplop akordeon??

Jadi setelah dijumlah-jamleh brp total kebutuhan sebulan, yg hrs dilakukan adalah ambil uang di atm sebanyak keperluan kita dlm sebulan tsb. Kemudian uangnya dimasukin ke amplop yg masing2 udh ditulis utk kebutuhan apa. Misal, amplop belanja bulanan, amplop belanja sayur di warung, amplop bensin, dll. Kalo bs selama sebulan cukup2in tuh uang di tiap amplop dn jgn ambil2 uang di atm lg. Dari situ akan ke kontrol brp pengeluaran per hari, per minggu, per bulan.

Duh panjang ya bo! Sampe gempor ngetiknya. Jadi baru segitu doang sih financial plan keluarga kami. Simpel bgt. Masih banyak PR nya, ada biaya pendidikan, kpr, biaya liburan, dan cita2 lainnya. Semoga ada rejekinya. Yosh!! Semangat belajar financial plan, semangat nyatet cash flow, semangat hidup hemat!! :)

XOXO

2 comments on "[FINANCIAL] The Pramudya's Financial Plan"

Zata Ligouw on December 30, 2012 at 4:10 AM said...

Nice post!

lagi belajar menata keuangan jg niy..hhehehe..

Ibnu Setiawan on May 16, 2015 at 3:10 AM said...

Salam Kenal,

Saya M. Ibnu Setiawan. Saat ini saya merupakan agen asuransi Allianz. Sekedar ingin sharing pengalaman saya mengenai pencarian produk asuransi jiwa.

Background pekerjaan saya sebelum jadi agen adalah wiraswasta, usia saya waktu itu 30 tahun (thn 2014), sudah berkeluarga dengan 1 anak perempuan berusia 1 tahun. Saya sedang mencari info proteksi asuransi jiwa sebesar 1 Miliar, budget sekitar 300 ribu-an per bulan. Setelah ber-googling ria dan korespondensi lewat email, saya dapat 3 ilustrasi asuransi murni/termlife.

Ilustrasi yang pertama, produk syariah (Taka), premi 3 juta per tahun, tenor 15 tahun, gak bisa bayar bulanan. Kalo yang kedua, termlife konvensional (Manu), premi minimal 4 juta, tenor 20 tahun, dapet UP-nya lebih besar yaitu 1,335 M, ada garansi perpanjangan, tapi sama dengan yang pertama, gak bisa bayar bulanan (waktu itu). Trus yang ketiga termlife konvensional juga (Sun), preminya 3,6 juta per tahun, tenor 20 tahun, dan bisa bayar bulanan, tapi jadi lebih mahal sekitar 12%. Jadi bayarnya kalo bulanan jadi sekitar 336 ribu per bulan.

Karena saya pribadi pengen produk yang syariah. Masih berlanjutlah pencarian saya hingga akhirnya nemu produk unit link syariah dari Allianz. Beruntung saya ketemu dengan agen yang bagus, dibuatkanlah ilustrasi unit link syariah dari Allianz ini buat saya dengan premi minimal tapi proteksi maksimal. Dengan profil saya, UP 1 Miliar preminya 355 ribu per bulan, tanpa perlu tes medis, bayar premi terus selama ingin punya proteksi. Premi pun bisa flat hingga lebih dari 20 tahun, dengan catatan hasil investasi rata-rata sekitar 6-7% per tahun. Bahkan saya gak perlu risau dengan garansi perpanjangan, selama premi bayar terus, hasil investasi bisa nutupin biaya-biayanya, maka polis akan aktif terus. Sungguh sangat berbeda dengan beberapa agen unit link dari perusahaan lain yang pernah nawarin ke saya, selalu nawarin cuma bayar 10 tahun, ada hasil investasi, “gratis” asuransi seumur hidup.

Sempat bingung milih antara termlife yang bisa bayar bulanan 336 ribu (dari sun) atau yang premi 355 ribu dari Allianz ini. Terus terang saya milih yang bisa bulanan karena terasa meringankan. Sempet “vakum” sampai 2 minggu-an karena bingung dan juga kesibukan di toko. Sebagai testing sebelum ngambil keputusan terhadap 2 produk ini, saya coba tambah ridernya. Saya coba ambil rider pembebasan premi karena cacat tetap total dan penyakit kritis. Ternyata premi keduanya jadi sama, 375 ribu per bulan. Dan akhirnya saya pun memilih produk unit link syariah dari Allianz ini, namanya Allisya Protection Plus. Dan 2 bulan sesudahnya saya memutuskan untuk menjadi agennya.

Sangatlah penting mempunyai asuransi jiwa untuk proteksi penghasilan kita. Sedangkan untuk jenis asuransi yang mau kita pilih, mau unitlink atau termlife, itu hanya skema saja. Yang paling penting untuk kita adalah manfaat yang kita peroleh, sesuai atau tidak dengan perencanaan keuangan yang kita punya. Jadi bukan hanya sekedar “Say No unit Link”. Kita harus tetap bijak dan cermat memilih sebuah produk asuransi dan agen yang memasarkannya.

Terima Kasih

Regards,
M. Ibnu Setiawan
Blog: http://agenasuransisyariah.com
“1 Yang Terpenting: Proteksi Penghasilan Keluarga”

Post a Comment

[FINANCIAL] The Pramudya's Financial Plan

Whoaa third post in a day!  Mumpung inget dn lg ada mood. Hehe..

Kali ini mau coba bahas tentang financial plan keluarga kami yg masih simple banget. Referensi financial plan saya apalagi kalo bukan dari forum paling wokeh buat mama muda masa kini, yes The Urban Mama. I love you full dah!

Awalnya karena disuruh hubby belajar tentang asuransi jiwa dn cari asuransi jiwa yg sesuai dengan keluarga kami. Saya pun ketemu forum diskusi asuransi jiwa yg ada di TUM. Dari sana saya dapet gambaran seperti apa asuransi jiwa yg ideal. Dan akhirnya keluarga kami beli asuransi jiwa untuk suami saya.

Kenapa ko repot2 beli asuransi jiwa segala?? Emang dr kantor ga dapet asuransi??

Awalnya saya jg ngerasa sayang buat beli asji. Toh suami dapet dana pensiun dari kantor. Toh masalah kesehatan udh tercover sama kantor. Toh kalo pasang asji dan kita ga ada klaim, which is amit2 deh yaa jgn sampe, premi yg kita bayar hangus. Dan kita ga dapat apa2. Mending unitlink aja, lumayan preminya bs kembali plus dapet investasinya pula. Itu pikiran saya awalnya. Tapi hasil baca forum tsb, saya jd teredukasi dn akhirnya pilih asji drpd unitlink. Dan ternyata para financial planner juga lebih menyarankan asji and say no to unitlink. That's why it's important to educate your self sebelum ketemu sama agen asuransi.

Sedikit resume tentang asji dari saya :

- Pilih asji yg murni tanpa embel2 investasi. Cirinya : premi murah, up sesuai

- Semakin cepet bikin asji semakin baik. Krn semakin tua umur, maka premi makin mahal. So go ahead find insurance that suits you.

- Pasang asji hanya pada orang yg memberikan penghasilan utama dalam keluarga. Jd kalo di keluarga kami, cukup hubby aja yg pasang asji. Saya ga perlu ikut2an pasang, lah wong saya ibu rumah tangga, ga ngasih apa2 ke kas keluarga kami. Klo saya pasang asji jg malah jd beban krn hrs bayar premi

- Karena namanya asuransi jiwa, mending lgsg ambil yg term nya panjang. Kami ambil lgsg 20 tahun. Karena klo ambil 5 tahun ko kayanya nanggung bgt bikin asji. Dan kalo mau perpanjang setelah 5 tahun, premi akan mahal krn umur makin tua.

- Uang pertanggungan minimal harus dpt cover kebutuhan hidup selama 10 tahun dihitung dr pengeluaran bulanan kita. Misal pengeluaran bulanan kita 1 juta, jadi
1 juta * 12 bulan * 10 tahun
Maka kita cari asji yg uang pertanggungannya minimal 120 juta

Itu dulu kali ya. Ntar kalo inget tambahin lagi.

Now after insurance, then we have to invest our money. Aku awalnya ga ngerti opo iku investasi?? Kayanya nabung atau deposito jg beres. Eh tapi si tuan ganteng bilang, uang sekarang yg kita tabung nilainya ga akan sama dengan beberapa tahun lagi. Aku masih ora mudeng. Lah ko bs ga sama gmn maksudnya? Well think about inflation. Nilai mata uang  tiap hari selalu berbeda bbrp poin. Lah gmn kalo 10-20 tahun ke depan? Bisa jadi harga tahu hot jeletot yg hari ini 2000 rupiah, nanti 20 tahun kemudian 15000 rupiah. Itu baru tahu hot jeletot, gmn dgn biaya pendidikan, kesehatan, sandang pangan papan?? Sehingga kalo kita deposito uang 50 juta untuk 20 tahun, pasti nilai 50 juta sekarang dn 20 tahun mendatang akan berbeda.

Jadi investasi memang penting untuk mempertahankan nilai uang kita skrg agar minimal sama utk 10-20 thn ke depan. Jadi untuk investasi ini keluarga kami memilih logam mulia dan reksa dana. Saya ga begitu ngerti reksa dana, hubby lebih paham. Tp yg logam mulia, beneran loh blm setahun udh kerasa aja gt nilainya bertambah. Makanya klo punya uang mending beli emas drpd ditabung. Jangan lupa zakatnya yaa..

Kalo mau belajar, di TUM di bahas juga tentang investasi emas dan reksa dana.

Hubby pernah bilang, kalo uang ditabung melulu ntar akan selalu ngerasa cukup, ga kekurangan uang, banyak duit. Akibatnya jadi royal belanja ini itu. Mending uang yg di tabungan seperlunya aja, banyakin di investasi biar rasanya ga punya duit krn saldo di atm paspasan. Hehe.. Bener juga loh :)

Asuransi udah. Investasi udah. Sekarang gmn jalanin financial plan bulanan biar ada dana untk tabungan, asuransi, investasi sambil dapur tetep ngebul dn msh bs dikit2 senang2.

Masih PR juga sih buat kami. Krn yg paling utama dlm hal ini adlah lifestyle. Yes lifestyle sgt berpengaruh pada sisa saldo bulanan. Apakah surplus atau malah minus. Di TUM saya nemu forum tentang family balance sheet alias laporan keuangan keluarga. Bahwa sebaiknya tiap keluarga menganggarkan sejumlah uang untuk pos2 pengeluaran bulanannya dan sejumlah uang untuk pos2 tabungan dn investasinya. Dan setiap pengeluaran DICATAT agar terlihat cash flow nya.

Bulan lalu saya baru donlod aplikasi Expense Manager di hp dan ternganga melihat betapa bocornya pengeluaran keluarga kami pada pos pengeluaran yg sifatnya senang2. Beneran ternganga deh! Selama ini seenaknya aja ngapa2in ga pake dicatet. Sekalinya dicatet dn dijumlahin, OMG ternyata banyak bocornya. Ihiks.. Agak sedih ko baru mulai bulan lalu. Secara nikah udh 20 bulan dan udh ada Asha 10 bulan. Kemane aja gw seneng2 melulu ga mikirin masa depan! Enough playing around, it's time to be serious.

Saya udh bikin balance sheet di excel. Tp untk catet pengeluaran harian aplikasi expense manager bantuu bgt. Dan skrg mulai menerapkan amplop akordeon buat tiap pos pengeluaran. Apa itu amplop akordeon??

Jadi setelah dijumlah-jamleh brp total kebutuhan sebulan, yg hrs dilakukan adalah ambil uang di atm sebanyak keperluan kita dlm sebulan tsb. Kemudian uangnya dimasukin ke amplop yg masing2 udh ditulis utk kebutuhan apa. Misal, amplop belanja bulanan, amplop belanja sayur di warung, amplop bensin, dll. Kalo bs selama sebulan cukup2in tuh uang di tiap amplop dn jgn ambil2 uang di atm lg. Dari situ akan ke kontrol brp pengeluaran per hari, per minggu, per bulan.

Duh panjang ya bo! Sampe gempor ngetiknya. Jadi baru segitu doang sih financial plan keluarga kami. Simpel bgt. Masih banyak PR nya, ada biaya pendidikan, kpr, biaya liburan, dan cita2 lainnya. Semoga ada rejekinya. Yosh!! Semangat belajar financial plan, semangat nyatet cash flow, semangat hidup hemat!! :)

XOXO

 

My Lavender Love Story Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipietoon | All Image Presented by Online Journal