Friday, December 28, 2012

[ASHA UPDATE] 11+ Months Asha

0 comments

This month is woooonnderfuuulll. Asha reached another milestones at this age. One that makes me super excited is --> She finally had her first tooth!!! Yeaaayy... I've been waiting for her first tooth since she was 6 months. But she made me waited for another 5 months though. And today while i spoon fed her using alumunium spoon, it was clinging! It hit her newly erupted tooth :D

Alhamdulillah everything went so well. I was worried all the time waiting for Asha's first tooth. I was worried that she might get fever, or cranky, or maybe she looses her apetite in the chance of looses her weight. And that scared me. But no. Through the teething phase, she even gained some weight since her apetite getting higher than before :) And the best part is..it happened in Bandung. While we spent our time with family. So it's kinda boost my confidence that everything is gonna be alright. No need to worry too much.

The next wonderful thing in her 11+m is, she eats alot now! She never refuse food anymore. She grabs whatever food i eat. She eats 4 times a day plus snacking all day. Though she doesn't gain weight as much as i expected. But that's okay, as long as she enjoy her meal and stay healthy :)

At this 11+m, Asha able to say "dadah" and waving her hands toward people. Super cute!! She also able to say "cicak", "dah" which means "sudah" when she finished doing something, "tiktuk" which means her rocking horse (because i always singing tuk tik tak tik tuk, when she rides her rocking horse), and "atha" which means Asha. My little baby learns to speak :') I have to be more patient until she can say "ibu" or "ayah" clearly. So far she can say "bu" and "ayah", but i'm not sure she means it.

At this age, she loves to walk around in high speed. As if she can walk by herself but in fact i still have to hold her hand. Hehe..

Alhamdulillah for everything ya Allah. Please take care our little girl save, healthy, happy. Dear Asha, mom and dad always love you. Much love from us to you!!

XOXO

Wednesday, December 26, 2012

[NGOBROL] Bertetangga

0 comments

Begitu jadi ibu rumah tangga dn berinteraksi dgn ibu rumah tangga lainnya, banyak hal yg bikin saya ternganga dn tertegun. Beda bgt rasanya "gaul" sama ibu2 rumah tangga drpd sama temen2 kuliah atau temen kerja. Bahasannya aja udh beda. Rata2 yg dibahas adalah masalah domestik rumah tangga. Saya sampe terheran2 betapa mereka bs membuat hal remeh temeh (menurut saya) menjadi obrolan yg penting dibahas. Oh dan jangan lupa, gosipin tetangga lain tentu selalu jadi bahasan sedap ibu2 rumah tangga ini. Buat saya, semuanya bikin ga nyaman. Kalo udh gini, mending jadi penonton atau diam2 menyingkir sajaaa...

Selanjutnya, yg bikin saya tertegun adalah kebiasaan ibu2 ini untuk mencicil barang yg dibelinya. Sebenernya bayar nyicil sih oke2 aja. Saya jg beli hp dn kamera nyicil pake credit card suami. Tapiiiiii kalo buat beli tupperware harga 80rb aja pake dicicil 10 bulan, alias bayar 8rb setiap bulan selama 10 kali, apa ga cape tuh??? Kalo saya mah, capedeeee. Ada lagi tukang kredit baju harian. Dia dagang baju dari rumah ke rumah secara kredit. Dan nagihin duitnya tiap hari. Cicilan per hari itu bs cuma dua-tiga ribu sampe belasan ribu tergantung belanjaannya. Pdhl yaa ibu2 itu sebenernya pada mampu ko buat bayar sekali lunas. Trs ngapain ribet2 pake dicicil segala ya????

Sebagai pendatang baru di lingkungan rumah, saya yakin deh kayanya udh pasti jd bahan omongan tetangga sekitar. Tp saya ga peduli sih. Whateverrr... Dan dugaan saya bener ternyata. Tante saya yg bilang ke saya, katanya ibu2 pada nanya, "Itu Nurul pake suntik pemutih ya, ko kulitnya bs putih bgt?". The most ridiculous thing i ever heard. Alhmdlh ini kulit saya udh dari sononya begitu. Turunan dari ibu. Kagak usah deh ribet2 pake pemutih apalagi sampe disuntik. Aduh yaa ibu2 rumah tangga emang bahasannya kadang2 ajaib. Dan saya blm terbiasa dgn topik2 macam itu. Heu..

Hari ini edisi curhat deh ceritanya :)

XOXO

[NGOBROL] Support Group For (New) Mom

0 comments

Every new mom must be clueless at first. Though she might have prepared herself with lots of theoritrical knowledge of taking care baby, but practicaly it's not as simple as reading a book. She needs support group, a group of (closest) people that always there to support her become a new mom.

I always thought that being a stay at home mom is easy. All you have to do just taking care husband, baby, make some food, and keep the home neat and clean, and you still have lots of time to do whatever you want. Teeeetttt!!! That's just so wrong. I'm not the kind of mom that was featured in Goodhouse Keeping magz who seems to do everything perfectly and always looking good and pretty every day. I'm just ordinary (normal) mom and wife that still need several adjustments with my new tittle.

My house is a mess during weekdays. Laundry bin is full during weekdays. I never have time to shower twice a day during weekdays. Forget about beauty care or make up during weekdays, i don't have time for that stuffs. I look shabby all the time (poor hubby). I sweat (in the high possibility of stink) during the days and nights because of the combination of hot air, stress, and doing housekeeping plus babykeeping stuffs. At the end of the day when hubby came home late night, i was bragging and crying. It made my exhausted hubby upset and led into a cold war that thankfully only lasted less than an hour.

See? My life as a stay at home mom is not as easy as i thought. One day i realized that maybe i had the baby blues syndrome. I feel like i can't be a good mom for Asha. I feel like i'm failed being a wife and a mom. I feel so useless.

It was not easy at all getting through the baby blues syndrome. My husband helped me getting through all that unpleasant feeling. But he doesn't know that what i need the most is support group. Since he spents most of his time at work during weekdays, i always feel lonely and insecure whenever he's not around. Moreover we live in different town from my parent. I feel like i don't have someone to turn to.

Now as i'm writting this story, i enjoying my holiday at my parent house. Then i realized how important their   presence for me, as i always take it for granted before. They are my support group. In this house i get my confidence and feel more secure to do my role as a mom for Asha. As a result, Asha is happier and healthier here. She giggles a lot, she's so active, she eats a lot and gain more weight. See? Support group can make a happy and more stable mom that will bring huge positive effect to the baby.

When it's time for me to go home, i will keep this in mind. No matter how far we're appart, i will always have my support group. My husband, family, and friends.

XOXO

Tuesday, December 18, 2012

[NGOBROL] Pahlawan Kami

0 comments

Suamiku adalah pahlawan bagiku dn Asha. Banyak hal yg dia perjuangkan tiap hari bagi kebahagiaan kami. Most of the time i always take it for granted. Pdhl apa yg suami berikan pd kami mengorbankan tenaga dn waktunya.

Setiap hari dia menempuh perjalanan ke kantor selama 1,5 hingga 2 jam dgn naik motor. Panas, hujan, dingin dia lalui utk melaksanakan kewajibannya mencari nafkah bagi kami sekeluarga. Malam2 saat hujan, disaat aku dn asha meringkuk berpelukan di kasur yg hangat, pahlawan kami berjuang menyusuri jalan pulang melawan hujan, udara malam yg dingin, dn macet jakarta yg kadang menahannya utk cepat sampai ke rumah.

Semalam, suamiku tiba di rumah jam setengah 12 malam. Kelelahan mengerjakan tugas kantor yg menggunung di akhir tahun. Melihatnya berjuang seperti itu, ingin rasanya aku merengkuhnya, membagi rasa lelahnya padaku. Tapi suamiku tdk pernah mengeluh sedikitpun. Tentang kantornya yg jauh, tentang kerjaannya yg menggunung, tentang dirinya yg kehujanan, tentang macet, tentang kakinya yg pegal, tdk pernah dia mengeluh padaku.

Suamiku mencontohkan kedewasaan padaku. Dia mencontohkan makna perjuangan padaku. Dia mencontohkan cinta dn kasih sayang pd keluarganya. Walau dia adlh orang yg jarang berkata & berbuat hal2 manis padaku, tp sesungguhnya semua yg dia berikan padaku dn Asha adlh bukti cintanya pada kami.

Ya Allah, jagalah selalu suamiku dlm perlindunganmu. Berilah dia selalu kesehatan, keselamatan, dn kekuatan dlm menjalani hari2nya. Mudahkanlah setiap langkahnya dlm bekerja. Amin.

I LOVE YOU, MY HUSBAND

Dari : istrimu yg selalu mencintaimu.

XOXO

Thursday, December 13, 2012

[NGOBROL] 12.12.12

0 comments

Walau tulisan ini ga dibuat dn ga dipost di tanggal cantik 12.12.12 tapi tulisan ini bercerita tentang momen manis keluarga kami di hari itu.

Sehari sebelumnya entah krn dipicu suami yg selalu pulang malam krn load kerjaan yg lagi banyak, atau krn liat wajah Asha nampak tirus dr sebelumnya, atau krn hari itu Asha susah makan, atau krn saya ga punya persediaan ayam lg buat bikin bubur ayam favorit Asha, atau kombinasi semuanya plus rumah yg berantakan dn cucian menumpuk yg bikin saya stress dn baby blues. Dampaknya kepala saya pusing berdentum-dentum. Apalagi tiap denger Asha nangis, makin puyeng rasanya. Akhirnya saat malam itu suami pulang malam, saya tumpahkan kekesalan saya hari itu tanpa peduli bahwa sebenernya dia jg lelah setelah seharian bekerja dn menempuh perjalanan jauh dari kantor ke rumah. Malam itu saya nangis ga jelas. Kesel-kesel ga jelas. Walau akhirnya kami tidak tidur dgn perasaan kesal, tp malam itu cukup mengesalkan buat kami berdua. Gara-gara baby blues ga jelas.

Besoknya semua sdh biasa lagi. Mood saya sudah ga feeling blue lg. Mgkn kadang-kadang perlu jg nangis sepuasnya buat ngilangin kesel ga jelas. Hehe..

Malam hari tgl 12.12.12, suamiku pulang lebih awal dr sebelumnya. Karena saya tak pernah sempat menyiapkan makan malam, malam itu kami beli baso malang dan otakotak yg lewat depan rumah. Asha jg blm tidur krn nungguin ayahnya utk diajak main. Malam itu suami menyuapi Asha makan malam, saya menyuapi suami dgn makan malam hari itu, baso malang campur nasi dan otakotak. Kami suap2an berantai. Hehe..

Sungguh lucu, malem sebelumnya kesel-keselan, malem berikutnya suap-suapan. Merayakan kebahagiaan kecil kami, saya pun mengambil kamera dn memotret momen manis kami malam itu.

12.12.12. Malam itu kami pun tidur dalam keadaan kenyang dn bahagia. I love my family.

XOXO

Wednesday, December 12, 2012

[HEALTH] Alergi Makanan

0 comments

Uhuhu.. Hari ini diawali dgn rasa berasalah krn ngasih Asha telur dadar secuil dn berakhir dgn Asha muntah 30 menit kemudian. Udh ketiga kalinya Asha muntah karena telur. Maafin ibu yaa nak :(

Dulu waktu Asha 7 bulan, pernah makan kuning telur dn aman2 aja. Lalu pas 8 bulan, saya kasi telur rebus, putih dn kuning telurnya. Ga lama kemudian Asha muntah. 8 bulan jg, Asha disuapin telur dadar sm si mbah tetangga, ga lama muntah lg. Dn pagi ini, Asha 11 bulan disuapin telur dadar kemudian muntah. Ihiks..

Pencetus alergi pada telur emg dibagian putih telurnya (albumin). Sedangkan bagian kuning telurnya (yolk) relatif aman utk diberikan pd bayi sejak 7 bulan. Agak kebalik sama pendapat orang2 tua. Menurut mereka yg pertama dikenalin ke bayi adlh putihnya, bukan kuningnya. Thanks to internet and book that provide recent info for me. Krn dl ibu saya heran waktu saya kasi kuning telur ke Asha dn bukan putih telurnya. Kemudian bs saya jawab dn jelasin biar ga dikira sotoy. Fiuh..

Kembali ke kejadian hari ini, hrusnya klo si bayi keliatan alergi sm telur, tunggu pemberiannya hingga anak berusia 1 tahun. Manifestasi alerginya bs muntah kaya Asha atau muncul bercak2 merah di kulit. Dasar emak bandel, masih aja penasaran ngasi telur utuh ke Asha yg blm genap setahun. Ihiks..

Berarti rencana saya mau ngasi ikan laut lagi ke Asha nampaknya dipending dl. Krn dl waktu 8 bulan Asha pernah muntah jg setelah makan ikan laut (lupa jenisnya apa). Tp untungnya Asha bs makan ikan tawar.

Padahal byk resep mpasi 10-12 bln yg bahannya pake telur utuh dn ikan laut. Asha blm boleh deh. Ihiks.. Asha yg kuat yaa, yg sehat. Biar bs makan makanan yg enak2, ga cuma bubur dn nasi tim melulu. I love you much, sayangkuuu :*

XOXO

Tuesday, December 11, 2012

[NGOBROL] Ke Toko Mainan

2 comments

Asha sudah lamaaaa sekali ga dibeliin mainan oleh kami. Mainan Asha yg terakhir kayanya mainan kucing2an oleh2 ayahnya waktu bbrp bulan lalu ke Hongkong. Dan sampe skrg mainan kucing2an itu selalu jd favorit Asha.

Tetangga Asha ada yg punya mainan mobil2an yg didorong. Asha sukaaa bgt tiap liat mobil2an itu. Apalagi kalo naik di atasnya, Asha pasti kesenengan. Hmm..kayanya udh waktunya buat dibeliin mainan baru nih.

Jadi weekend kemaren, saya, hubby, dan nia, ponakan kami yg kelas 1 SD, pergi ke toko mainan di Cilodong yg katanya terkenal murah meriah. Sedangkan Asha kami titipkan di rumah bule. Disana saya yg kegirangan pengen beliin macem2 mainan buat Asha. Banyak bgt pilihannya dan murah2 bener.

Setelah bingung pilih2, akhirnya kami beli ini,

- Set mobil2an yg pull back and go, didorong ke belakang trs ntar mobilnya ngebut sendiri, isi 6 harga 10 ribu doang. Pdhl Asha cewe, tapi sukaaa bgt sm mobil2an. Kalo di depan rumah ada anak2 remaja yg pada maen mobil remote control, Asha pasti dgn semangat pengen ngejar dn teriak2 kegirangan. Makanya saya pilih mobil2an buat Asha :)

- Bola tiup, yg udh saking murahnya udh ga peduli deh brp harganya. Kayanya ga nyampe 10 ribu. Asha jg sukaaa bgt sama bola. Kalo liat bola dilempar2, Asha bs ketawa cekikikan. Seneng deh liat Asha seneng :)

- Kuda-kudaan yg bs didorong dn bs jungkat-jungkit juga. Harganya 140 ribu. Tapi kayanya Asha tetep lebih suka sama mobil2an tetangga daripada kuda-kudaannya

- Sepatu yg harganya 24 ribu doang. Padahal warna dan modelnya cantik bgt, ga kaya sepatu harga 20 ribuan. Di online shop dan toko bayi harga sepatu bayi kan 40 ribu ke atas. Jadi walau masih butuh bbrp bulan lg sepatunya cukup dipake Asha, ibunya girang bgt nemu sepatu ini, jd lgsg dibeli deh :)

- Celengan plastik hipotalamus warna ungu dan pink yg harganya 4 ribu sajah. Bentuknya lucu dn warnanya bagus, jd lgsg beli dua sekalian. Karena di rumah byk duit receh berserakan, mending masukin celengan. Sapa tau bs buat ongkos liburan ke bali. Haha.. :)

- Sarung tangan dan masker buat naik motor. Eh si ayah jg ikutan belanja di toko mainan. Lumayan dapet asesoris buat naik motor :)

- Buat Nia, dia cuma minta dibeliin kartu crazy bird doang yg harganya 1500 perak saja diantara segudang mainan di toko itu. Good girl deh tuh anak. Btw kartu crazy bird kan lg ngehits berat di kalangan anak SD. Kalo jaman saya SD yg ngehits apaan yaa? Tazos kali ya. Hadiah dari ciki. Hehe..

Sampe rumah, Asha girang bgt dibeliin banyak mainan. Dia seneng main bola, main mobil2an, dan naik kuda-kudaannya. Alhamdulillah ya Allah, bs bikin Asha tertawa bahagia :)

XOXO

Monday, December 10, 2012

[RECIPE] MeatVegie Ball

0 comments

Ini resep gampang dn cepet banget bikinnya. Contekan dari buku Makanan Bayi Sehat Alami-nya Pak Wied yg saya modif dikit dalam rangka boost berat badannya Asha yg naiknya irit bgt. Huhu.. Oya ini utk baby usia 11-12 bulan ya.

BAHAN :
- 75 gram daging sapi/ayam giling
- 25 gram wortel serut
- 1 sendok teh bawang merah goreng
- 300 ml kaldu sapi/ayam
- 1 sendok teh daun bawang cincang
- 1 sendok makan keju parut
- 1 sendok teh virgin olive oil

CARA
- Campur daging giling, wortel serut, bawang merah goreng hingga rata
- Bentuk adonan daging menjadi bulat-bulat kecil
- Masukkan dalam air kaldu mendidih
- Tambahkan keju parut dan olive oil
- Masak hingga bolabola daging mengapung
- Tambahkan daun bawang, masak sebentar
- Hidangkan

Penyajiannya dimakan begitu aja jg bs, ditambah nasi jg oke. Nah karena Asha belum ada gigi, dia ga bs makan makanan padat dlm jumlah banyak. Mangap sih mangap, tp terus dilepeh karena ga ditelen2 sama dia. Maka, sop MeatVeggie Ball nya saya tambahin sedikit nasi dn dimasak lagi sampe nasinya jadi bubur.

XOXO

Friday, December 7, 2012

[HEALTH] Pear Singo Untuk Sembelit

0 comments

Dulu saya pernah posting manfaat buah prune untuk mengatasi sembelit bahkan pada bayi yg masih ASI eksklusif disini.

Asha skrg udh MPASI jadi udh bs makan sendiri buah2annya. Waktu Asha ga pup 2 hari dn pup nya keras, saya khawatir dn kesian liat Asha menderita krn sembelit. Gara2nya dia ikut2an makan nasi waktu saya makan. Taunya habis itu lgsg sembelit 2 hari. Padahal tiap hari Asha makan mangga dan di buburnya selalu ada sayur2an. Tp ternyata serat dari buah dn sayuran yg dia makan ga cukup utk melancarkan sembelitnya.

Sampe akhirnya saya inget sama pear singo ini. Pernah baca dimana gitu katanya pear berkhasiat buat lancarin pup bayi. Dan sebelumnya memang udh terbukti di Asha sih. Tiap makan pear singo, pup nya selalu lancar. Tp untk kasus sembelit belum pernah saya coba.

Pagi itu saya bikin fruity oatmeal pake pear singo. Asha makan lahap karena pear buah favoritnya. Tiga puluh menit setelah itu Asha pup banyak bgt dan pupnya lembek, bagus, ga sembelit lagi. Sampe dua hari berikutnya Asha makan pear singo, Asha pup tiga kali sehari. Mgkn itu sisa kmrn tiga hari sembelit kali ya. Hehe..

Pear singo itu pear yg besar, bulet, warnanya coklat, rasanya lebih manis, daging buahnya lebih empuk dari pir ijo. *ga bs upload foto ni pake mobile blogger, ihiks* Biasanya saya cukup beli satu biji buat seminggu. Tinggal taro di ziplock dan simpen kulkas, insya Allah tetep seger ko.

Kalo anak makan banyak dan pupnya lancar ternyata bisa bikin ibu bahagia ya. Happiness is simple actually :)

XOXO

Thursday, December 6, 2012

[RECIPE] Fruity Oatmeal

0 comments

Ini nih sarapan andalan buat Asha yg simpel dn cepet bikinnya. Dan yg pasti Asha doyan banget dn ga pernah GTM alias gerakan tutup mulut kalo makan ini. Oatmeal ini saya kasih ke Asha sejak umur 8 bulan.

Bahannya :

- Setengah genggam oatmeal (saya pake Quacker oatmeal biru)

- Potongan buah (melon / strawberi / alpuket / mangga / apel / pear / dll)

- Air matang secukupnya

Cara :

- Cemplungin aja semua bahan ke dalam panci dan masak dengan api kecil sampe oat nya mateng, buah lembek, dan air menyusut

- Hidangkan selagi hangat

Asha lahap banget kalo makan menu ini. Enak kali yaa..manis seger dari buah2annya. Kalo saya bikin kebanyakan dn ada sisanya, tinggal tambah susu kental manis dan dimakan sama emaknya. Enak deh :)

Selain buah, oatmeal ini bs jg dimasak sama ayam dan sayuran. Doyan juga Asha sama menu ini. Gampang dan cepet pula masaknya daripada masak bubur nasi. Hehe.. Buat boost berat badan bayi, bs juga ditetesin sedikit virgin olive oil ke dalam bubur yg telah masak. Rasa buburnya jadi gurih. Asha doyan juga. Semua aja Asha doyan :)

XOXO

[NGOBROL] Asha Mudik Ke Bandung

0 comments

Bulan lalu Asha mudik dua kali ke Bandung. Walau jarak Depok - Bandung sekitar 4 jam, tapi kalo bawa bayi 9 bulan dan naik bis yaa lumayan oge.

Mudik pertama pas libur tahun baru hijriyah. Berangkat jam 8 pagi dari rumah Depok sampe rumah Mbah uti di Bandung jam 1 siang. Lumayan lama. Untung bawa bekel cemilan dan bubur buat Asha. Karena ternyata selama dijalan Asha lapar dn makan bubur dua kali. Padahal di rumah udh sarapan. Haha..gembul :D

Dari rumah Depok naik taksi pesenan ke pool bis MGI. Selama di bis Asha girang bgt, ga mau duduk manis. Maunya berdiri dipangkuan ayah ibunya sambil ketawa2.

Klo udh ngantuk, trs minta nenen dn bobo dipelukan ibu sambil selimutan. Hangaatt.. Nyamaann :) Alhmdlh Asha koperatif diajak naik bis untuk pertama kali. Sampe di Bandung, turun di Leuwi Panjang dan naik taksi lagi ke rumah Mbah uti. Asha kalo di bis petakilan, di taksi anteng. Aneh deh.

Perjalanan pulang dari Bandung ke Depok jg aman terkendali selama di bis. Cuma karena berangkat kesiangan, jam 11 dari Bandung, sampe Depok jam 4 sore dan hujan. Ihiks.. Pake acara susah dapet taksi pula hujan2 begitu. Jadi aja naik angkot dulu ke pool taksi. Ah riwueh deh emang pas pulangnya ini. Alhasil sampe rumah Depok udh jam 5 sore. Udh cape.

Baru dua hari di Depok, hubby dapet tugas ke Tasik sampe weekend. Dan itu dadakan bgt ngasih taunya. Magrib itu hubby telepon dr kantor ngasih tau klo besok dia ada kerjaan di Tasik sampe jumat. Krn ogah membayangkan ditinggal 3 hari di rumah berduaan sm Asha doang, saya bilang kalo gitu saya sm Asha mending ke Bandung aja secara kan searah sama Tasik. Lgsg deh malam itu sibuk packing. Mana malam itu hubby sampe rumah jam 10. Jadi baru bs beres2 rumah setelah hubby pulang. Piring dicuci, baju dicuci, lantai disapu pel, rumah diberes2 dn baru tidur jam setengah 12 malem. Pdhl besoknya hrs bangun jam 3 pagi karena kami hrs berangkat naik bis paling pagi biar hubby sampe di Tasik on time.

Jam 4 subuh habis solat subuh, kami berangkat naik taksi yg dipesen semalem sebelumnya menuju pool bis Primajasa. Saya sih ga mandi dulu. Secara udh rempong beres2 lagi dn masak bekel buat sarapan Asha di jalan. Asha jg masih tidur pules bgt. Pas masuk taksi Asha bangun dn sepanjang jalan malah asik liat2 jalanan. Dan lucunya, Asha ga ganti baju. Jd selama perjalanan ke Bandung itu dia pake baju tidur. Haha.. Kucel deh pokoknya. Bangun tidur, belum mandi, ga ganti baju, lgsg mbandung subuh2.

Karena kali ini beda tujuan, jadi pas sampe Cileunyi saya sama Asha turun dari bis sedangkan hubby lanjut perjalanan ke Tasik. Ihiks.. Mana sebelumnya soksokan ga minta dijemput, jadi saya sama Asha naik angkot dr Cileunyi sampe rumah sambil nenteng dua tas besar. Haduh! Mana angkotnya penuh. Mana Asha nya petakilan. Mana Asha nya minta nenen. Mana tas gembolan berat bgt. Huhu.. Tapi ternyata saya pede2 aja loh. Mgkn krn saya udh hapal sama kota ini ya. Udh hapal jalur angkot nya, estimasi waktu nya, dn merasa familiar sama semuanya. Habis ngangkot, msh lanjut ngojeg untum sampe rumah. Fyuuhh perjuangan ya bo. Dan alhmdlh sampe dgn selamat di rumah. Dan menemukan ade saya lg nyantai aja gt pagi itu. Ah tau gt kan minta dijemput aja tadi di Cileunyi. Tp ya gpp jg sih. Lumayan pengalaman :)

Selama bolak balik Bandung Depok barang2 yg saya bawa :

- Tas Asha : baju Asha secukupnya, handuk, popok 2-3 pcs, toiletries, obat2an. Nantinya handuk dn toiletries ditinggal di Bandung biar ga banyak bawaannya kalo kesana lagi. Popok sedikit aja karena nanti beli aja di Bandung.

- Tas ibu : dompet, kamera, hape, tisue basah, tisu, handsanitizer, payung, bekel makan Asha (bubur ceker ayam di tupperware kecil, buah, biskuit bayi semuanya simpem di ziplock), peralatan MPASI Asha (sippy cups, sendok semuanya disimpen di ziplock).

- Tas ayah : baju ayah dan ibu secukupnya.

Yang digembol ada lagi yaitu selimut dan gendongan Asha. Selimut is a must. Karena kalo lagi hujan, udara dalam bis lumayan dingin. Jaket aja ga cukup menghangatkan Asha. Dan kalo nenen sambil selimutan, Asha lgsg bobo pulessss :)

Dan kalo ninggalin rumah selama bbrp hari yg kami lakukan :

- Beresin rumah. Biar pas balik lg ke rumah ga setres liat rumah berantakan :)

- Beresin cucian baju dan jemur di dalem rumah

- Kosongin dan matiin kulkas

- Isi semua ember dengan air dan tutup. In case kalo udh balik rumah tiba2 mati lampu dan ga ada air

- Buang sampah ke luar rumah. Kemaren pernah lupa krn buru2 jd sampah tetep di dalem rumah. Pdhl udh penuh tempat sampahnya. Jadi pas balik rumah 5 hari kemudian, alhmdlh sih ga horor. Ga belatungan atau kecoaan maksudnya :) Kan ngeri tuh kalo sampe begono. Hiiy..

Rencananya akhir bulan ini kami mau mudik lagi. Mumpung libur akhir tahunnya panjang. Jadi bs seminggu lebih liburan di Bandung. Aahh can't wait! Udh banyak rencana yg mau dilakukan selama di Bandung. Semoga beres semua. In the mean time, lanjut kelonin Asha yg lg bobo di pelukan dulu ahhh.. :)

XOXO

[FINANCIAL] The Pramudya's Financial Plan

2 comments

Whoaa third post in a day!  Mumpung inget dn lg ada mood. Hehe..

Kali ini mau coba bahas tentang financial plan keluarga kami yg masih simple banget. Referensi financial plan saya apalagi kalo bukan dari forum paling wokeh buat mama muda masa kini, yes The Urban Mama. I love you full dah!

Awalnya karena disuruh hubby belajar tentang asuransi jiwa dn cari asuransi jiwa yg sesuai dengan keluarga kami. Saya pun ketemu forum diskusi asuransi jiwa yg ada di TUM. Dari sana saya dapet gambaran seperti apa asuransi jiwa yg ideal. Dan akhirnya keluarga kami beli asuransi jiwa untuk suami saya.

Kenapa ko repot2 beli asuransi jiwa segala?? Emang dr kantor ga dapet asuransi??

Awalnya saya jg ngerasa sayang buat beli asji. Toh suami dapet dana pensiun dari kantor. Toh masalah kesehatan udh tercover sama kantor. Toh kalo pasang asji dan kita ga ada klaim, which is amit2 deh yaa jgn sampe, premi yg kita bayar hangus. Dan kita ga dapat apa2. Mending unitlink aja, lumayan preminya bs kembali plus dapet investasinya pula. Itu pikiran saya awalnya. Tapi hasil baca forum tsb, saya jd teredukasi dn akhirnya pilih asji drpd unitlink. Dan ternyata para financial planner juga lebih menyarankan asji and say no to unitlink. That's why it's important to educate your self sebelum ketemu sama agen asuransi.

Sedikit resume tentang asji dari saya :

- Pilih asji yg murni tanpa embel2 investasi. Cirinya : premi murah, up sesuai

- Semakin cepet bikin asji semakin baik. Krn semakin tua umur, maka premi makin mahal. So go ahead find insurance that suits you.

- Pasang asji hanya pada orang yg memberikan penghasilan utama dalam keluarga. Jd kalo di keluarga kami, cukup hubby aja yg pasang asji. Saya ga perlu ikut2an pasang, lah wong saya ibu rumah tangga, ga ngasih apa2 ke kas keluarga kami. Klo saya pasang asji jg malah jd beban krn hrs bayar premi

- Karena namanya asuransi jiwa, mending lgsg ambil yg term nya panjang. Kami ambil lgsg 20 tahun. Karena klo ambil 5 tahun ko kayanya nanggung bgt bikin asji. Dan kalo mau perpanjang setelah 5 tahun, premi akan mahal krn umur makin tua.

- Uang pertanggungan minimal harus dpt cover kebutuhan hidup selama 10 tahun dihitung dr pengeluaran bulanan kita. Misal pengeluaran bulanan kita 1 juta, jadi
1 juta * 12 bulan * 10 tahun
Maka kita cari asji yg uang pertanggungannya minimal 120 juta

Itu dulu kali ya. Ntar kalo inget tambahin lagi.

Now after insurance, then we have to invest our money. Aku awalnya ga ngerti opo iku investasi?? Kayanya nabung atau deposito jg beres. Eh tapi si tuan ganteng bilang, uang sekarang yg kita tabung nilainya ga akan sama dengan beberapa tahun lagi. Aku masih ora mudeng. Lah ko bs ga sama gmn maksudnya? Well think about inflation. Nilai mata uang  tiap hari selalu berbeda bbrp poin. Lah gmn kalo 10-20 tahun ke depan? Bisa jadi harga tahu hot jeletot yg hari ini 2000 rupiah, nanti 20 tahun kemudian 15000 rupiah. Itu baru tahu hot jeletot, gmn dgn biaya pendidikan, kesehatan, sandang pangan papan?? Sehingga kalo kita deposito uang 50 juta untuk 20 tahun, pasti nilai 50 juta sekarang dn 20 tahun mendatang akan berbeda.

Jadi investasi memang penting untuk mempertahankan nilai uang kita skrg agar minimal sama utk 10-20 thn ke depan. Jadi untuk investasi ini keluarga kami memilih logam mulia dan reksa dana. Saya ga begitu ngerti reksa dana, hubby lebih paham. Tp yg logam mulia, beneran loh blm setahun udh kerasa aja gt nilainya bertambah. Makanya klo punya uang mending beli emas drpd ditabung. Jangan lupa zakatnya yaa..

Kalo mau belajar, di TUM di bahas juga tentang investasi emas dan reksa dana.

Hubby pernah bilang, kalo uang ditabung melulu ntar akan selalu ngerasa cukup, ga kekurangan uang, banyak duit. Akibatnya jadi royal belanja ini itu. Mending uang yg di tabungan seperlunya aja, banyakin di investasi biar rasanya ga punya duit krn saldo di atm paspasan. Hehe.. Bener juga loh :)

Asuransi udah. Investasi udah. Sekarang gmn jalanin financial plan bulanan biar ada dana untk tabungan, asuransi, investasi sambil dapur tetep ngebul dn msh bs dikit2 senang2.

Masih PR juga sih buat kami. Krn yg paling utama dlm hal ini adlah lifestyle. Yes lifestyle sgt berpengaruh pada sisa saldo bulanan. Apakah surplus atau malah minus. Di TUM saya nemu forum tentang family balance sheet alias laporan keuangan keluarga. Bahwa sebaiknya tiap keluarga menganggarkan sejumlah uang untuk pos2 pengeluaran bulanannya dan sejumlah uang untuk pos2 tabungan dn investasinya. Dan setiap pengeluaran DICATAT agar terlihat cash flow nya.

Bulan lalu saya baru donlod aplikasi Expense Manager di hp dan ternganga melihat betapa bocornya pengeluaran keluarga kami pada pos pengeluaran yg sifatnya senang2. Beneran ternganga deh! Selama ini seenaknya aja ngapa2in ga pake dicatet. Sekalinya dicatet dn dijumlahin, OMG ternyata banyak bocornya. Ihiks.. Agak sedih ko baru mulai bulan lalu. Secara nikah udh 20 bulan dan udh ada Asha 10 bulan. Kemane aja gw seneng2 melulu ga mikirin masa depan! Enough playing around, it's time to be serious.

Saya udh bikin balance sheet di excel. Tp untk catet pengeluaran harian aplikasi expense manager bantuu bgt. Dan skrg mulai menerapkan amplop akordeon buat tiap pos pengeluaran. Apa itu amplop akordeon??

Jadi setelah dijumlah-jamleh brp total kebutuhan sebulan, yg hrs dilakukan adalah ambil uang di atm sebanyak keperluan kita dlm sebulan tsb. Kemudian uangnya dimasukin ke amplop yg masing2 udh ditulis utk kebutuhan apa. Misal, amplop belanja bulanan, amplop belanja sayur di warung, amplop bensin, dll. Kalo bs selama sebulan cukup2in tuh uang di tiap amplop dn jgn ambil2 uang di atm lg. Dari situ akan ke kontrol brp pengeluaran per hari, per minggu, per bulan.

Duh panjang ya bo! Sampe gempor ngetiknya. Jadi baru segitu doang sih financial plan keluarga kami. Simpel bgt. Masih banyak PR nya, ada biaya pendidikan, kpr, biaya liburan, dan cita2 lainnya. Semoga ada rejekinya. Yosh!! Semangat belajar financial plan, semangat nyatet cash flow, semangat hidup hemat!! :)

XOXO

Wednesday, December 5, 2012

[NGOBROL] Stop Yelling And Mocking Your Child!

0 comments

Mumpung ada mood nulis dn Asha bobo, mari lanjut postingan kedua di siang ini. Hehe..

Jadi, lingkungan di sekitar rumah (kontrakan) saya banyak anak2 kecil. Dari bayi baru lahir, 6 bulan, 9 bulan, 10 bulan (Asha), 11 bulan, 2 tahun, 4 tahun, 5 tahun, kelas 1 SD, ah pokonya banyak cilik2 disini. Nah saking banyaknya cilik2, jadi pada jam2 tertentu pas mereka pada berkeliaran main di jalan komplek pastilah jadinya rame.

Tetangga depan rumah saya punya dua anak, umur 4 tahun (cewe) dn 2 tahun (cowo). Tiaaapp hari tu anak dua berapa kali pasti dibentak2 sama emaknya, sama budenya, sama sepupunya yg kuliah, dn sama neneknya yg semuanya tinggal di rumah yg sama. Awal2 denger mereka bentak2 anak kecil, ngenes bgt. Apa ga bisa yaa ngomongnya baik2, ga usah teriak2. Ke anak sendiri loh. Pdhl anaknya jg ga bandel2 bgt loh menurut saya. Dan alhasil si anak itu nangiiiiss melulu tiap hari lebih dari tiga kali. Ya pagi siang sore malem.

Misalnya nih si anak cowo yg entah knp ga demen pake sandal dn lebih nyaman nyeker kemana2 selalu dibentak gini, Uwiiiiiiii pake sendal!!!!! Hiihhh awaas ya!!!! Dengan level teriakan yg diatas rata2.

Atau gini, Uwi minggir sana! Males banget deh gue sama lo! Kata si sepupu kuliah ke anak 2 tahun. Hellloooo...cara ngomong lu ke anak 2 tahun tuh yg bikin gue males dengernya! Greget sendiri deh dengernya.

Dalam hati saya berjanji kalo saya ga akan bentak2 Asha kaya gitu. Buat apa? Toh anak jg ga akan dengerin kita kalo kita bentak2 mereka.

Saya jadi salut sm mertua saya yg ga pernah sekalipun bentak de Hudan. De Hudan adlh adik bungsunya hubby yg skrg umurnya masih 3 tahun. Pdhl yaaaaaa...de Hudan super duper aktif dn ga bs diem. Saya yg liatnya aja stress klo dia acak2 rumah, lempar2 mainan, atau melakukan kebandelan2 lainnya. Tp bapak ibu ga pernah bentak ade. Hebat bgt. Kalo saya, kali udh jedotin kepala sendiri ke tembok ngadepin ade tiap hari. Hehe..

So what's the point of yelling to your kids? Nothing.

Dan makin parahnya disini adlh ibu2 tetangga yg ngajarin anak2 buat ngejek anak lain (lagi2 sasarannya uwi krn dia dianggap paling cengeng dn jadi objek penderita) dengan lagu yg begini bunyinya,

Sorakin uwi, WOOOOYY!!! Sekali lagi, WOOOOYYY!!! Mana orangnya, WOOOYYY!!!

That's just sick!!! Ko ngajarin anak kecil mocking temennya seakan2 itu biasa aja. Ih sumpah sebel bgt. Kalo Asha yg digituin, pasti saya udh sewot2. Siapa yg rela anaknya dimocking rame2? Absolutely not me!

Sungguh yaa ga guna bgt deh ngajarin anak kecil ejek2an. Cuma bikin si anak jd minder dn terus2an akan jadi objek penderita diantara temen2nya. Dan bikin anak yg ngejek ngerasa superior. Oh my God!

Anak adalah manusia kecil yg jg ingin dihargai, dimengerti, dn dipahami. Sama seperti org dewasa. Mereka jiwa2 kecil yg masih rentan. Yg msh harus dilindungi, dibina, disayangi. Bukannya malah dibentak dn diejek.

Ya Allah, saya memang blm sempurna menjadi ibu yg baik bagi Asha. Tapi semoga saya terhindar dr sifat suka membentak atau mengejek Asha.

Stop yelling and mocking your child.
Hug them and love them. That's all what they need.

XOXO

[NGOBROL] Bonteng dan Bocan

0 comments

Bonteng dan Bocan adalah duo maut kesayanganku, permata hatiku, penggembira hidupku, segalanya bagiku. Yes they are my hubby and my baby :)

Bonteng alias BOtak gaNTENG dan Bocan alias BOtak CANtik :) Karena skrg mereka berdua lagi kompakan sama-sama botak. Hihi..

Asha dibotak untuk ketiga kalinya sejak lahir. Pertama dibotakin waktu aqiqah, digunting di rumah dan dirapihin di hermina. Botakin kedua pas umur 5 bulan di hermina lagi, gara2 numbuh rambutnya ga rata. Btw botakin bayi di hermina mahal ya bo, 60 rebu aja gitu tarifnya. Dan ga plontos hasilnya, masih nyisain rambut 1 cm kira2.

Habis dari dibotakin kedua kalinya, ada aja kejadian sama Asha. Mulai dr kejang demam yg ternyata akibat demam berdarah (ihikss..) waktu Asha umur 5-6 bulan. Trs demam hampir tiap minggu waktu umur 7-8 bulan. Haduh masa-masa itu bener menguras energi, pikiran, dan perasaan. Sampe aku kurus dan badan balik lagi kaya sebelum hamil. Duh kalo boleh minta sama Allah, mending agak tembem aja deh drpd kurus tp caranya harus dgn cara banyak pikiran krn Asha sakit. Ihiks..

But that was the past. Insya Allah Asha udh jgn sakit2 dn demam2 ga jelas lg, tinggal sehat2 nya aja. Amiinn..

Lalu pas Asha 9 bulan, Mas Pram tiba2 kepikiran pengen botakin Asha lagi. Gara2 rambutnya lamaaaa tumbuh dan tipis dan carang. Akhirnya berbekal keyakinan, gunting tajam, gillete bermata pisau dobel, dan disertai bismillah, hari minggu pagi itu saya dan Mas Pram bahu membahu ngebotakin rambut Asha.

Eh Ashanya malah bangun pas mau dibotakin. Jadi berusaha bikin Asha anteng dn ga geleng2. Dan artinya we had to do it fast sebelum Asha ngamuk. Saya yg gunting rambut Asha. Dipendekin dulu biar cukurnya gampang. Mas Pram yg cukur. Secara yaa dia udh ahli tiap minggu cukurin kumis dn brewoknya. Hehe.. Alhmdlh kurang dr satu jam, rambut Asha sukses plontos, botak licin. Lebih rapi dr hasil cukur di hermina. Both of us satisfied with the result :) Sambil bersihin rambut Asha yg berserakan, hubby bilang, sekalian buang sial. Hee..

Satu bulan setelah dibotakin, rambut Asha tumbuh lebih lebat dn lebih hitam. Keliatan bgt bedanya drpd sebelumnya. Dan alhmdlh Asha ga demam lg sejak dibotakin ketiga kalinya. Mudah2an Asha selalu sehat seterusnya. Amiinn..

Jadi itu cerita Bocan. Cerita Bonteng?

Hubby udh brp bulan ga cukur rambutnya. Alhasil rambutnya gondring ga karuan. Ih udh gemeeess liatnya. Ditambah kumis dan brewok yg awut2an bikin Asha nangis tiap hubby cium pipi Asha. Tiap disuruh cukur rambut, bilangnya ntar aja, belum panjang kok. Haiihh makin gemeeesss.

Akhirnya suatu hari  hubby ke barber shop jg buat cukur cepak rambutnya. Ga plontos sih, masih sisa 1-2 cm. Nah pulang dr barber shop, begitu buka pintu rumah, Asha lgsg kaget dn sukses nangis liat penampilan baru ayahnya yg berubah drastis. Haha.. Asha ga kenal sm ayahnya. Kiranya Asha, sapa ni orang ujug2 masuk rumah gue dn senyum2 sama gue. Huaaaa.. T-T Gitu kali ya. Hehe.. It took several minutes for Asha to notice that those guy is her daddy :D Habisnya dari gondring ke botak cepak, it quite a drastic change. Hehe..

So that was the story of Bonteng.

Now the deadly duo, Bonteng and Bocan, siap beraksi menaklukan hati ibu. Love you both muaaacchh!!

XOXO

Saturday, November 17, 2012

Bulan Si Buah Hati

0 comments

Pernah denger bulan si buah hati?? Itu adalah program tahunannya Yogya departement store yg saya tunggu2 sepanjang tahun ini, yaitu saat semua kebutuhan si buah hati didiskon besar2an. Mulai dr produk supermarket macam susu formula, popok, toiletries dn produk fashion macam baju2 bayi dan anak.

Tahun lalu waktu sedang hamil 7 bulan, saya sukses belanja kebutuhan bayi dengan harga diskon. Syenaaaang syalallala :D Saya beli banyak baju bayi yg semuanya didiskon 20%. Kalo belanja jumat sabtu minggu bisa ambil lucky dip untuk tambahan diskon up to 20%. Lumayaaaannn bangeett kan buat new mom yg pasti lagi getol2nya ngumpulin baju2 bayi dn pernak-perniknya. Apalagi baby gear macam stroller, baby box, high chair, car seat, mainan2 jg ikutan didiskon. Ibu mana yg ga kalap liat diskonan buat calon jabang bayinya cobaaa??? :D

Makanya tahun ini sya nungguin bgt tuh program Bulan si buah hati. Tahun ini udh ada Asha, pasti makin seru belanjanya. Tapi karena Yogya departement store cuma ada di bandung dn beberapa kota di jawa barat, dan sialnya di depok ga ada Yogya, jadi saya cuma bisa nebak2 kapan kira2 program itu diadakan tahun ini. Browsing2 info di internet jg ga ada kabar beritanya. Siiigh....

Lalu bulan november ini karena ada long weekend, kami mudik ke bandung. Sambil lirik2 Yogya yg deket rumah, berharap Bulan si buah hati udh mulai bulan ini, tp ga ada banner atau posternya.

Taunyaaa hari ini waktu iseng mampir ke Yogya deket rumah Mas Pram buat beli bahan makanan Asha, ternyataaaa bulan si buah hati berlangsung selama bulan november. Padahal bsk udh mau pulang dn ga ada waktu lagi untuk belanja. Sedangkan di Yogya tempat kita belanja ga ada fashion anaknya, cuma supermarket doang. Pupus sdh harapan belanja baju buat Asha. Huaaaaaa...alamat nunggu sampe tahun depan ini mah. Dadah dadah deh sama baju bayi diskon T-T

Pelajaran yg didapat : tolong catet yaa di reminder kalo Bulan si buah hati mulai tiap november. Jadi udh prepare kapan ke bandung buat hunting baju buat Asha. Long live emak2 modal diskon!!!

XOXO

Friday, November 16, 2012

Hi Saturday!!

0 comments

Just wanna say that we had good long weekend in bandung. Yes it is the first time Asha mudik to bandung to visit her eyang and mbah :)

By the way finally i downloaded blogger app to my phone. How i love smart phone!!

Ini lg tes ngeblog pake blogger app ceritanya. Sambil jalan2 sama Asha dan hubby menikmati minggu sore di bandung. Uhuy! :)

XOXO

Monday, November 5, 2012

Coming Back

0 comments
whoaaa.. udh berbulan2 ga update blog. terakhir kali nulis blog msh duduk manis depan kompi di kantor. skrg udh jd happy stay at home mom, bloggingnya dari hape, tiduran sambil nenenin asha. haha..

selama 3 bulanan ini buanyaaakk bgt cerita nya. suka maupun duka. tapi ya itu dia, krn ga bs lagi ngedate sama laptop, jadinya internetan cuma dari hape android yg dikasi dari suami tersayang :* dan krn ndeso, sya ga tau cara ngeblog dr hape. ini jg smbil coba. kalo sakse, kayanya hbs ini bakal ada maraton updetan deh. lemme say, im coming baaaack!! yuuuuu marii cusss....

Tuesday, August 7, 2012

Apa Apa Apa

0 comments
Kemaren malem saya kaget denger Asha ngoceh dua suku kata dan kedengeran seperti, "apa,apa,apa". Hehe.. Dan dia ngulang2 terus ocehannya itu. Wajah dan bibirnya itu loh waktu bilang "apa,apa,apa" ga nahan banget >_<

Setelah sebelumnya dia ngoceh, "ngga ah", sekarang tambah lagi vocabulary nya, "apa,apa,apa". Jyahahaha :D

I'm so happy and excited that Asha achieved another milestone at her 6+ moths. Just a couple days left before she turns 7 months old. The time flies so fast :')


Sunday, August 5, 2012

Bussines Mama

0 comments
Just a few days left before i officialy become stay at home mom :D

I already had several plans on what will i do as a stay at home mom. Sure i won't just stay at home and do nothing. Since i don't hire a helper to do the house cleaning job, i'll do all the job by myself plus i have to take care of Asha all day. I think i'm gonna quite busy tough. But i'll manage to do other job. Yes, i wanna try to be a bussines mama whose doing her job at home while taking care of my baby. I even had the name for my future bussines, it ended with Enterprise, because it consists of several bussines lines.

For the first step, i plan to make an online shop that sells hijab, broche, accessories, and my preloved dresses. But i don't want to put too much money on it. So i have to find good stuffs in good price. Insya Allah, the online shop will launch very soon :D

The second step, i plan to make a birthday party planner for babies and kids. I'm still collecting the material to run this bussines. My goal is to launch this second line on January 2013, after Asha's first birhday. I'm going to make Asha's birthday party as my first project. Insya Allah :D

The third step, i plan to take the sewing class. Yes, i wanna learn to sew. It's been my dream from long ago. I wanna be able to make little dress for Asha, i want to sew cute stuffs such as doll, wallet, purse, bag and sell it. Further more i want to make party supplies or souvenirs for my birthday party planner bussines. Oh how i really want to make it real! But i have to wait until step one and two accompolished.

Are those too much? I always dream that one day i'm going to do things i'm passionate about, things that i love. Maybe my plans sound too high. But i'm going to make it real. Insya Allah. One step at a time to make my dream into reality. Amin.

Asha Won't Sleep

0 comments
Asha is almost 7 months old now. Lately she had new habit : she poo almost every night. Often i didn't notice that Asha already poo on her diapers. It's all because she didn't look like she wanted to poo, i thought she just fart. Hee.. So we continued playing around in bed, giggling, tickling, hugging, until she finally got ranky because she felt asleep, but she didn't want to sleep. At first i didn't know what was a matter with her. Until i decided to check her diaper and voilaaaa the big bumped waiting to be cleaned! :D

It happened several times. Now i know whenever she looks asleep but she just can't sleep, that mean she had done big bussines on her diaper that needs to be cleaned. If she able to talk, maybe she'll say "mommy clean my butt please, it moist and uncomfortable down there, i can't sleep". Hehe..

After i cleaned her butt and changed the diaper, she slept right away. What a smart baby. You got me amazed, dear baby! Now whenever she won't sleep, i'll just check the diaper, maybe she just done another big bussines down there. Hehe :D


Thursday, August 2, 2012

Jempol Kakiku

0 comments
Asha sudah 6,5 bulan. Makin besar, makin tinggi. Sekarang kakinya udah mulai panjang dan bisa digapai oleh tangannya terus dimasukin ke mulutnya :D Sebenernya udah dari minggu kemaren Asha udah mulai melahap jempol kakinya. Tapi awalnya masih sering lepas2, sekarang makin mahir masukin jempol kaki ke mulutnya. I think that's another milestone for Asha at her 6 months old :D

*btw ada fotonya sih. cuma karena satu dan lain hal, masih belum bisa upload foto di beberapa post terakhir. sigghh..

Sekarang kalo dibiarin mainan sendiri di kasur, dia pasti sibuk menggapai2-gapai kakinya dan berusaha masukin jempol kaki ke mulutnya. Seru deh liatin usaha pantang menyerahnya dan muka2nya yang penuh semangat ituuu. Hiburan saya setiap malam sebelum tidur :) 

Another milestone this month is, Asha sekarang ngocehnya lebih jelas. Dan terdengar seperti dia bilang "ngga ah". Dan dia hobi banget mengulang-ngulang ocehannya yang "ngga ah" itu. How long does it take for her to start calling me "ibu", yaa? Ga sabar nunggu Asha bisa ngomong... :D

Ahhh..the baby grows so fast. I wonder what will she do next?





Monday, July 30, 2012

The Milestone Day

0 comments
Sabtu Minggu adalah hari dimana saya dan suami bisa menyaksikan milestone nya Asha. She grows so fast lately. Sabtu Minggu kemaren Asha sukses membuat kami terheran-heran dan terkagum-kagum dengan tingkahnya. Beberapa milestones dia weekend kemaren :

1. Asha mulai belajar berdiri dengan cara menyandarkan badannya ke badan saya (tanpa saya pegangi loh). Kalo dia mulai merasa cape, dia duduk deh. Pantatnya itu lohh megal megol banget deh kalo berdiri :D

2. Asha mulai bisa duduk dengan stabil dan bisa mengangkat sendiri badannya dari posisi duduk senderan ke posisi duduk tegak. Horeee :D

3. Asha minum sendiri pake Doidy cup nya. Walau pada akhirnya baju dan kursinya basah kuyup semua. Soalnya hampir sebagian air di Doidy cup nya bukan masuk mulut, malah ditumpah-tumpahin. Hehe.. Mau belajar mandi sekalian kali yaa.. :D

4. Asha makan semangka sendiri. And she loves watermelon so much! :D Akhirnya berhasil juga BLW-an walau berkali2 diprotes sama ibu. Haha..

5. Asha naik ojeg!! Ini yang paling seru. Sambil saya gendong, Asha nampak kaget naik ojeg (motor) pertama kali. Asha mencengkram erat baju saya sepanjang jalan naik ojeg, sambil melotot ngeliatin jalanan. Seruuu :D


Oya, Sabtu kemaren kami sempet foto box di Papyrus Foto @ Ciwalk. Asalnya mau foto studio sekeluarga. Sesuai rencana saya semula yaitu, mau foto studio tiap 3 bulan sampai Asha umur 1 tahun. Tapi karena Asha udah kecapean habis imunisasi dan hubby juga kayanya males (lemes berhubung puasa), akhirnya batal deh foto studio. Tak jadi foto studio, foto box pun jadi. Sayang bo, Asha udah saya dandanin cakep-cakep dan saya juga udah sengaja pake make up dari rumah. Haha..ogah rugi dasar. Kali ini Asha agak bisa diajak kerjasama foto studio dibanding waktu dia masih umur 2 bulan. *yaiyalaahh ini mah emaknya sableng ngajak bayi umur 2 bulan foto studio ;p* Walau cuma 1 frame doang yang Asha nya liat kamera, sisanya dia malah melongo liat layar. Hehe.. Ah bulan depan mau foto box lagi ah... :D


Monday, July 23, 2012

I Found Dried Prune Here

0 comments
One day i read article about prunes here. Another TUM articles yang sukses bikin saya mupeng pengen ikutan cari dan beli barangnya. Racun banget yaa TUM iniii..tapi racun yang baik. Hehe.. :D

Menurut artikel itu, prunes berfungsi sebagai antikonstipasi alami yang aman buat bayi. Loh emang bayi yang masih asi eksklusif udah boleh makan buah prunes? Nah ini hebatnya prunes, walau yang makan prunes itu ibunya, tapi bayi yang minum asi ibunya itu bisa juga merasakan manfaat si buah prunes ini. Bayi yang hampir seminggu ga pup, setelah minum asi ibu yang sebelumnya makan prunes, dalam hitungan jam berhasil pup dengan lancarnya. Hebat kan?

Wiihh..saya jadi penasaran banget deh sama buah yang satu ini walau ga terlalu yakin dimana bisa dapetin buah beginian. Kayanya kalo pun ada yang jual, pasti bakalan mahal deh harganya. Lagipula pup nya Asha masih tergolong lancar, jadi saya ga terlalu mikirin banget buah prunes ini.



Gambar buah prune matang di pohon dari Mbah Google


Nah hari minggu kemaren, saya, hubby, dan Asha iseng belanja buah untuk MPASI Asha di Carrefour. Biasanya kami beli buah di Superindo atau Griya, jarang deh sengaja beli buah ke hypermart gitu. Ga sengaja liat rak yang memajang dried fruit. Awalnya yang saya liat pistachios, walnut, dan macem-macem dried fruit lain. Ehh..taunya disitu ada si dried prunes! Horeee.. Seneng deh bisa nemu buah prunes ini. Padahal ga niat cari juga. Hehe.. Harga sekotak dried prunes juga ga terlalu mahal, sekitar 30 ribuan ajah.

Sampe di rumah, saya langsung makan si dried prunes ini. Penampakan dried prunes aga-agak mirip kurma, item dan berkerijut-kerijut *apaan sih ni bahasa*. Tapi rasanya ga semanis kurma dan ada asem2nya. Saya sih langsung suka sama rasa dried prunes ini.


Dried prune mirip kurma kan?
Tapi lebih gede sih potongannya daripada kurma


Ga lama setelah makan dried prunes, saya nenenin Asha. Dan bener aja, ga berapa lama kemudian Asha langsung pup loh! Haha.. Entah kebeneran atau apa. Tapi besokannya Asha pup sampe 4 kali loh, saking lancarnya. Padahal biasanya dia pup 2 kali sehari. Konsistensi pupnya juga bagus, ga cair. Wah beneran nih prunes bagus banget buat melancarkan pencernaan bayi tanpa bikin bayi sakit perut. Soalnya Asha pup dengan santai nya dan ga keliatan sakit perut atau ga nyaman. Totally recomended dah buah yang satu ini.

Eh tapi ko efek ke saya nya biasa aja. Haha.. Kayanya bakal nyetok sekotak dried prunes lagi nih :D



Thursday, July 19, 2012

A Confuse Working Mom

0 comments
This post is about my confusion as working mom who left my baby at house with family member. Fiuhh..

As a working mom who left Asha from 6 am to 7 pm, often i found Asha already fell asleep when i got home. My role during weekdays is just to breastfed and cuddle her till she falls asleep. In the morning, when it's time  for work , all i can do just kiss her cheeks and wishper to her ear while she still asleeps. Sometimes when she already wakes up early in the morning, she greets me with her sweetest smile and stares me with her bright eyes. Then i'll carry her, fell her soft and warm body in my arm, kissing her, and telling her her how beautiful she is and how much i love her. It's hard for me to leave her when she wakes up. That would be my first confusion.

After more than 12 hours leaving house, through the long exhausted journey from work to house, often struggling with traffic jam, my body needs time to realx. But i can't, because i have one more schedule to pump breastmik, i have Asha's bottles wait to be cleaned and sterilized, i have pile of Asha's cloth diapers and clothes wait to be washed, and ofcourse i have Asha to breastfed and cuddle. Though sometimes i abandon the clothes for couples day before i wash it, though sometimes i collect the expressed milk bottles for a week before i clean and sterilize it, it's all because i'm not a super mom who can stay a wake late night doing cleaning stuffs. I admitted that i'm a sleepy head. I can help it.

I put those dirty clothes in laundry bin and collect it till i have time to wash it, sometimes in 2 or 3 days. While for clothes diaper i manage to wash it everyday. I put the used  glass bottles, where i keep the expressed breastmilk (ASIP), in refrigerator until weekend before i clean it. Meanwhile the used feeding bottles have to be cleaned and sterilized everyday. So during weekend i do have lot of things to do. Not to mention my own and hubby's dirty clothes for a week.

Sometimes the family member intervention makes the situation even worse. They soak the used glass bottles with water ine big bowl along with breastmilk left inside. It makes the bottles stinks, even after i washed and boiled it. They soak cloth diapers with water inside the bucket and put the dirty clothes together in it. The problem is there's still poo lefts on cloth diapers. It mess the whole clothes for sure.

When i always keep everything dry, they always soak it in water and left it for days. And i don't have capability to clean all of that mess right away. And i don't have a heart to tell them to stop doing it, because it would mean i blame them while they just try to help me. Siggh..

So that was my second confusion.

I can't wait the day when i don't have to leave Asha at home. I can't wait for the day to take care Asha and do the whole thing by my self. I can't wait to be stay at home mom. There's still three more weeks to go.


Wednesday, July 18, 2012

Menu For The First Week

0 comments
It's been more than a week since the first time Asha started the first meal. I gave her fruits for her first meal other than porridge because fruits are simpler to digest.  Fruits contain simple sugar, while rice or any high carbo meal contain complex sugar which needs more complex metabolism process. According to book i read, "Makanan Bayi Sehat Alami", fruits are better serve as baby first meal. So i was right :D

*by the way, the book is recommended. it explains healthy and natural food for baby, how to introduce meal to baby, do and don't baby food, tips, recipes, and so on. the book is hard cover, using high quality glossy paper. good book*

This is Asha's menu last week,

Asha's first fruit is red melon. Why? Because red melon good for baby poo. 


I gave cavendish for Asha because it's good for baby.



Avocado is Asha favorite fruit. She eat avocado alot and can't stop. Hihi.. :)


This baby orange, Asha didn't like it. Maybe it tastes like syrup she took at hospital and she hate it. 
Remembering her at the time she was sick. Just my guess.


Asha didn't poo for two days after she eat papaya. But at the third day, she poo alot :D



Manggo. I don't know if she likes it or not. 
Because i wasn't there to see Asha eat her manggo. But my aunt said, it was okay.


I follow the rule to give each fruit in two or three days before i change into other fruit. This is important to see whether Asha allergic to any of that fruits. Asha ate twice a day. I added breastmilk into the fruit to adjust the consistency and to help Asha swallowed the fruit.

To smashed and served fruits for Asha, i used this Pigeon Food Maker 


Pigeon Food Maker


This Pigeon Food Maker is so useful, i smashed and served fruits from the same bowl. It comes with small spoon that perfect for baby's first spoon. Asha loves her spoon, she often grabbed it from my hand and took it to her mouth :D

After two weeks then i can mixed two fruits in a day. Fruit section at grocceries now become my best friend. 

I love to see Asha eat. Her million dollar expression when she tried different menu is my favorite part. And my happiness is to see Asha opens her mouth widely when i spoon fed her. Priceless!






Tuesday, July 17, 2012

The Story Of Power Pumping

0 comments
In my previous post, i wrote about power pumping that can boost breastmilk output. So i've been practicing this power pumping method for three days during office hour. *because once i got home, i couldn't practice power pumping since Asha attached on me all night* Before practicing this method, i pumped 2-3 times a day at office. Mostly i only managed to pump twice a day, because i was busy *not with job but with enchanted site and blog* Hehe.. :p

Image from here, because i don't want to put my photo here :p

Started on monday i struggled to pump 4-5 times a day at office. Tough in power pumping it said that you have to pump for 20-30 minutes every hour. Yes, every hour! Ofcourse i can't do it at office and still it wasn't easy for me to pump every 2-3 hours. But i did :D

On monday i gained 300 ml breastmilk, on Tuesday i gained 295 ml. I wasn't very satisfied with the result because i was expecting more than that. Before Asha was sick and started her meal, i could get at least 300 ml *or even more* a day from 3 times pumping. How come after practicing power pumping i gained less breastmilk than usual? But i refused to give up because i want to give Asha the best i could give, breastmilk.

On third day *today*, i feel that finally it works on me. I pumped 2 times and i gained 190 ml, nearly 100 ml per pump. Almost back to normal result. Yeaayy! I'm so confident that i can bring more breastmilk fo Asha today. I'm so happy, i wanna dance! :D

Image from here. I hope my freezer full of bottles of expressed breastmilk again soon


Here i want to share my tips on practicing power pumping,

- The poin is, never give up. Tough at first i don't get the result as i expected, just don't give up. Keep pumping. It will show the result for sure.

- Keep positive thinking. Believe that your body is on its way to increase breastmilk production.

- Be grateful on every result you get

- Increase your pumping schedule, if necessary you can pump every hour. Or it's still okay i guess if you only able to pump 2-3 hours a day like me.
*oh i don't even pump 2-3 hours a day, only during office hour, but it still works*

- Play some music to make you relax.
*i put my headphone and play my mp3 list or listen to the radio during pumping session. i pump my breast in 1,5-2 songs each. i don't get bored and have enough time to pump each breast. don't change pumping breast often in short period of time, the result won't maximum*

- Don't be too cc oriented. Just ignore the cc bars on your bottle, it will make you stress and it will affect the result. Try not to stare at cc bars. Enjoy your pumping momment, enjoy the music playing, and viola... more breastmilk in bottle.

- Be strict on schedule. Don't let yourself leave one pumping time. This time you have to be more discipline.

- Drink a lot of water

- Eat nutricious food and supplement.
*for supplement i take two spoons of date concentrate and 2 glasses of soya milk a day*

Enjoy your power pumping experience and good luck :D


Monday, July 16, 2012

And Then After 6 Months

0 comments
The biggest achievment for me as a mom that i want to reward myself with something (or should i ask my hubby to reward me?) was finishing Asha's "almost" exclusively breastfed for the past 6 months. Kenapa saya bilang almost exclusively breastfed? Karena alasan ini nih :

- Asha did drink some formulated milk for three days at hospital right after she was born (i don't know how could i be so stupid by letting them gave the formulated milk to Asha?). Walaupun selama 3 hari itu during the day Asha was breastfed tapi waktu malam dia tidur di ruangan bayi karena harus masuk inkubator untuk menjaga tubuh kecilnya tetap hangat. Nah di ruang bayi itulah si suster2 itu minumin susu formula ke Asha. Huhu..
- Asha started her first meal earlier than it supposed to be. Soalnya hari pertama Asha makan itu harusnya adalah 11 Juni 2012, which is hari rabu. Sedangkan hari rabu adalah hari kerja, jadi saya majuin waktu makannya dari hari minggu. Because i wanted to be the first person who gave Asha solid food, i wanted to see her million dollar expressions when i fed her, i wanted to make sure that it was a good experience for her, i wanted to make example for my aunt on how to prepare Asha meal.  

Jadi kayanya Asha ga fully exclusively breastfed, but she almost exclusively breastfed. Hehe.. :D


Then after 6 months struggling with breast pump, cooler bag, calculating ASIP stock in freezer, and so on, ternyata produksi ASI saya cenderung berkurang sodara-sodaraaa. Cari info sana-sini ternyata memang kalo  bayi udah mulai makan, maka produksi ASI akan cenderung berkurang. Huhu.. Paniikk rasanya liat cadangan botol ASIP cuma tinggal 3 biji aja di freezer. When it used to be 15 bottles left on freezer, today it last only 3 bottles. Nangis2 lah saya semalem di depan hubby.

At office i can pump 3 times a day so i can bring 3 bottles of ASIP @100 ml to home. At home i pump one more time and i can get 1 more bottle. But Asha needs 5 bottles a day to fulfil her hunger. I used to get the extra bottles from ASIP stock in freezer. But now, my ASIP stock only 3 bottles left. Sekarang saya benar-benar bingung!

Ditengah2 kebingungan saya (dan hampir menyerah sama susu formula), saya nemuin artikel bagus ini di TUM. The power of pumping! Ternyata dengan niat, semangat, positive thinking, dan usaha mompa tiada henti, produksi ASI bisa meningkat. After i read the article last night together with hubby, we both optimist that i able to provide ASI for Asha. It's all about how i manage my time to pump more often than before. I don't want to give up.Yes i can! 

Hari ini saya langsung praktekin teknik the power of pumping itu. Walaupun ga mungkin bisa mompa sejam sekali, at least saya berusaha untuk meningkatkan frekuensi mompa di kantor. Dari 3 kali (itu pun seringnya cuma jadi 2 kali doang karena keasikan kerja atau browsing) menjadi 4 kali sehari. And i won't let myself to skip the schedule. So far sudah dapt 230 ml hasil dari 3 kali mompa. Mudah2an hari ini dan seterusnya bisa bawa 450 ml ASIP ke rumah. Amiinn..



Thursday, July 12, 2012

Welcome New Title

0 comments
Kemaren bertepatan dengan ulang bulan Asha yang ke 6, saya submit surat pengunduran diri ke big bos. Fyuhh.. Tanpa proses panjang dan tanpa interogasi, surat pun sukses ditandatangani. So i'll be officialy jobless on August 10th. Welcome new title! I'll be no longer a working mom. I'm going to be a stay at home mom whose fully spending my time with Asha. Yeaayy..finaly :D

It's not that easy for me to make such decision. Di mata sebagian orang mungkin berpikir bahwa menjadi ibu rumah tangga kalah gengsi dibandingkan ibu yang bekerja. Tapi bukan berarti menjadi ibu rumah tangga lantas harkat derajat saya jadi turun dibandingkan saat saya masih bekerja. Well, i'm proud to say it loud that i'm a happy stay at home mom.

No matter i'm a working mom, stay at home mom, or working at home mom, i'll always be a mom for Asha. It's a matter of choice. And for now i choose to be a stay at home mom. Whatever my choice is, being a working mom, stay at home mom, working at home mom, or whatever mom, i wanna do it happily. And i'm happy with the decision i made :D


Tuesday, July 10, 2012

Half Year Asha

0 comments
Yeaayyy.. Asha is 6 months old today. Happy monthlyversary dear baby! Mom and Dad love you so much :*

The time is running so fast. She has been with us for the past half year now. Tough there were so many up and down through this past 6 months, we're so grateful that our baby girl grows healthy and beautifuly. Celebrating her 6 months old is also celebrating my self whose able to provide enough breastmilk for her. Thanks God. I'm not saying that Asha had exclusively breastfeed. Because right after she was born, hospital gave her formulated milk. And as i said in previous post, i gave Asha her first meal 5 days earlier before today. So, is it still count as exclusively breastfeed or not?

My 6 months old baby girl grows fast. She learns how to grab stuff and put it i her mouth, she learns to chew food, she learns to sit, she smiles a lot, screaming and babbling a lot, she's no longer fits in her 3-6 month onesies and her 0-6 month legging. She is my precious. My love to her grows stronger everyday.

Happy 6 months old, dear Asha! Enjoy your meal, darling! Stay health, stay great! Hug and kiss from Mom and Dad.



Asha Loves Tomato

0 comments
Asha started her first meal 5 days earlier before she's 6 months old. Hehe.. It was me who had the idea to give early meal to Asha. Naughty mommy!

We (me and Asha) were at hospital that day, Friday July 5th 2012. Asha was already fit that day, we were waiting for doctor for final visit and waiting hubby to pick us up. That morning i ordered sandwiches for breakfast *by the way they served delicious nutritious sandwiches i ever tasted. There were tomatos slices on it. Somehow i took the tomato slices, cut it in long shape, remove the seed, and handed it to Asha. Hihihi.. >:-)

She grabbed the slippery tomato slice, looked at it curiously, and it took sometimes for her until she put it in her mouth. Haha..  But then the tomato slice slipped from her hand. And that was it, she refused to grabbed it and preffered to throw it. Sighh.. She wasn't interested yet in her meal.

But i was so curious to see her reaction if i put the tomato in her mouth. So i put the tomato inside her mouth, she began to sip it. My God her face when she sipped the tomato was priceless! At first she was surprised, curious and astonished at the same time. She stopped a while and began to laugh and scream. Ooww..she loved it! :D She began to take another sip of tomato. She sipped it almost all the way through, if i didn't hold the tomato i think she already eat the whole slice. Hihi.. At the end she only eat half slice because i think it was enough for meal trial. The conclucion was, she loved tomato! :D

At noon when she poo, there were tomato skin left on her poo. Haha.. Good girl! You made it!


Monday, July 9, 2012

Asha Was Sick : Medical Encounter

1 comments
My baby girl Asha dirawat di RS Hermina Arcamanik Bandung sejak hari Sabtu tanggal 30 Juni 2012. Asha yang saat itu berada dalam gendongan ibu dibawa dari ruang IDG ke ruang perawatan menggunakan kursi roda yang didorong oleh suster. Kami tiba di ruang perawatan 315a pukul 01.30. Asha berbagi ruangan dengan satu pasien lain yang sudah lebih dulu menempati ruang 315b.

Asha mulai rewel sejak pertama masuk ke dalam ruangan. Dia menangis dan merengek walau sudah kami gendong. Huhu.. Sedih sekali melihat Asha seperti itu. Saya, hubby, dan ibu bergantian menggendong Asha dan berusaha meredakan tangisnya. Saat itu demam Asha belum reda juga sehingga kami masih meletakkan kain kompres di dahinya. Sesaat setelah Asha tenang dan mulai tertidur, hubby pamit untuk mengantarkan ibu kembali ke rumah dan mengambil beberapa barang yang diperlukan. Saya pun meringkuk di atas tempat tidur sambil memeluk Asha yang mulai tertidur. Ada rasa takut dan khawatir ditinggal sendirian saja dengan Asha. Tapi saya berusaha tegar demi Asha. Lagipula ada suster yang selalu bolak-balik mengecek suhu dan kondisi Asha. 

Sambil menunggu hubby kembali, saya terus menerus mengecek suhu Asha dan mengganti air kompresan. Malam itu Asha tidak bisa tidur nyenyak. Pasien di ruang 315b juga masih anak-anak. Beberapa kali dia sempat merengek dan suaranya membangunkan Asha. Menyebabkan Asha terbangun dari tidurnya dan menangis lebih keras dan lebih lama. Sementara pasien sebelah melanjutkan tidurnya, Asha masih merengek dan menangis. Saya dan hubby bergantian menimang Asha, mencoba menenangkannya. Saat Asha mulai berhasil tertidur, pasien sebelah kembali merengek. Duuh... Asha kembali terbangun, merengek dan menangis lebih lama dan lebih keras. Sedangkan pasien sebelah kembali melanjutkan tidurnya. Terus begitu sepanjang malam. Hueeeee.. Saya dan hubby mulai kelelahan. 

Malam yang terasa panjang akhirnya berhasil kami lalui dengan cara bergantian menjaga Asha dan mencuri sedikit waktu untuk sejenak memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuh yang lelah. Hingga pagi tiba, Minggu 31 Juni 2012, demam Asha masih dikisaran 38,5 derajat celcius (DC). Pagi-pagi suster datang dan mengecek suhu Asha yang masih demam. Jadwal pagi itu adalah menyeka tubuh Asha sebagai pengganti mandi pagi dan berharap agar demamnya dapat turun. Asha menangis selama tubuhnya diseka. Aku sedih melihatnya. Berasa melihat Asha sedang disiksa. Huhu.. Ajaibnya setelah diseka suhu Asha turun jadi 35,8 DC. Tapi efek nya tidak bertahan lama, tak lama kemudian tubuhnya kembali demam mencapai 38,5 DC. Hiks..

Tiap 4 jam sekali suster memberikan Sanmol (Parasetamol) untuk menurunkan demam Asha. Tentu saja Asha menangis dan berteriak saat suster mencekokinya dengan Sanmol itu. Huhu.. Asha sampe terbatuk2 dan hampir keselek saat dia menelan obatnya. Efek Sanmol dalam menurunkan demam Asha hanya bertahan1-2 jam. Setelah itu suhu Asha kembali naik di kisaran 38,5 DC. Huhu.. Minum obat lagi, suhu turun lagi, 1-2 jam kemudian suhu naik lagi, siklusnya terus berulang. Selain Sanmol, Asha pun minum Stesolid (Diazepam) 3 kali sehari sebagai obat anti kejangnya. Karena selama masih ada demam maka potensi untuk kejang masih ada. Stesolid diberikan sebagi tindakan preventif terhadap kejang.

Hingga siang hari, dokter anak yang bertanggung jawab terhadap Asha belum juga datang. Damn! Saya sebel banget, dari tengah belum ada dokter yang visit Asha. Awalnya saya berencana mengunakan jasa DSA (dokter spesialis anak) yg menangani Asha sejak lahir di RS itu. Tapi kebetulan saat itu beliau sedang cuti. Hikss.. Alhasil saya pake sembarang DSA yang katanya jaga saat itu. Tapi manaaaa? Kami sudah tunggu sejak malam, tapi si dokter ga nongol juga. Itu salah saya karena pilih DSA sembarangan!!! Lain kali saya ga mau lagi kaya gitu. Lain kali saya harus punya DSA cadangan yang cocok dan sesuai buat kami. 

Selepas jam 12 siang itu, suster beserta dokter ruangan (akhirnya ada juga dokter yang visit, walau dia dokter umum) menginformasikan pada kami bahwa si DSA menginstruksikan lewat telpon agar Asha diinfus dan diberi antibiotik Taxegram (Cefotaxim). Oh serta diambil darah lagi untuk pemeriksaan darah lainnya. Huaaa... Saya dan hubby sempat tidak setuju karena merasa demam Asha akan hilang dengan obat penurun panas saja. Kami sempat menunda pemasangan infus dan pemberian antibiotik hingga pukul 14.00. Saat itu suhu Asha yang awalnya sudah turun, kembali naik menjadi 38,5 DC. Baiklah, kami tetapkan hati untuk mengikuti instruksi dokter yang hingga saat itu melihat wajahnya pun kami belum.

Ga tega rasanya lihat Asha yang masih lemas dan rewel dipasangin infus di lengannya. Apalagi setelah itu darahnya diambil cukup banyak untuk pemeriksaan lanjuta. Huhu.. Saya kuat2in hati dan mental saya melihat pemandangan itu. Asha menangis keras dan menjerit kesakitan saat jarum menusuk lengan mungilnya yang gendut itu. Huhuhu.. Saya hanya bisa memeluk kakinya dan membenamkan muka pada paha gendutnya yang meronta-ronta karena saya tidak sanggup melihat wajah sedihnya yang menangis dan memandang saya dengan tatapan kesakitan dan minta tolong. Hueee... 

Hubby sendiri, dia lebih tidak tega daripada saya. Saat Asha dipasang infus dan diambil darah, dia pamit untuk solat di mushola karena dia tidak akan tega melihat Asha menangis kesakitan. Huhu.. Saya pun ga tega, tapi saya harus tetap kuat berada disamping Asha untuk menemaninya, memeluknya, dan membisikkan kalimat, "Asha kuat, Asha kuat" berulang-ulang. Setelah infus terpasang, Asha yang masih sesenggukan saya peluk erat2. Ingin rasanya menggantikan semua kesakitan yang dia alami agar berpindah ke tubuh ku saja. Huhu...

Infus sudah terpasang pada punggung tangan kirinya yang gendut dan mungil. Setelah tangisnya reda, Asha mulai curious dengan alat yang terpasang ditangannya. Dia mulai mengangkat tangannya, memperhatikannya, dan memasukkannya ke dalam mulut. Hehe.. Lucu melihatnya tingkahnya, tapi sedih juga karena mukanya masih lemes dan tatapan matanya sayu.

Sore hari, sekitar magrib, si DSA baru datang. Huaahh.. Cuma nanya2 dikit sambil elus2 kepala Asha dan tidak memberikan informasi what so ever! Dia cuma bilang, nanti kita pantau yaa.. What the hell?? Sungguh saya dan hubby bete mampus deh sama DSA ini. Pengen ganti sama DSA yang biasa tapi mengurungkan niat.

Hari itu, pengobatan Asha adalah cairan infus, Sanmol tiap 4 jam sekali, Stesolid 3 kali sehari, dan Taxegram via infus 3 kali sehari. Hati saya sungguh menjerit dengan kondisi ini. Hati saya merasa Asha tidak perlu diberikan Antibiotik itu. Hati saya merasa obat yang diberikan pada Asha kebanyakan. Saya yang seorang apoteker yang tidak praktek di apotek, cuma bisa nrimo. Saya merasa bodoh. Tapi saya juga tidak mau bila penyembuhan Asha terhabat gara2 saya protes sana-sini. Jadi saya cuma bisa curhat sama hubby. Hiks.. Walaupun segala obat2an itu sudah masuk ke tubuh Asha, tapi demam Asha masih belum turun. Suhu tubuhnya masih naik turun. Huhu.. Menjelang malam, baru lah suhu tubuhnya perlahan-lahan mulai konstan di bawah 38 DC.

Selama menemani Asha, saya browsing sana-sini cari informasi mengenai penyakit Asha. Karena sampai saat itu belum diketahui apa sakitnya. Informasi pertama yang saya dapat adalah kejang demam. Sepertinya Asha mengalami kejang diakibatkan demam. Kejang demam ini sifatnya menurun, kebetulan saya dan hubby waktu kecil pernah mengalami kejang demam. Jadi "bakat" kejang demam Asha ini nampaknya berasal dari kedua orangtuanya. Hiks..

Selanjutnya saya googling dengan kata kunci demam naik turun dan ubun-ubun menonjol. Karena siang itu, ibu bilang kalo ubun-ubun Asha ko kayanya menonjol ya? Saya awalnya ga nyadar, tapi setelah diperhatikan, ternyata memang iya. Tuhan.. Kenapa lagi ini? Ibu bilang, "Kemaren juga dokter kan lama usap-usap kepala Asha. Mungkin udah keliatan menonjol". Degg.. Saya langsung tegang deh dibilangin gitu sama ibu. Oh berarti semalem dokter usap-usap kepala Asha tuh karena dia merasa ada tonjolan di ubun2nya?? Ko dia ga bilang apa2?? Ga bilang kalo saya harus observasi ubun2nnya atau kasih info apalah. Dokter aneh!

Daaann hasil gooling dengan kata kunci  demam naik turun dan ubun-ubun menonjol adalah, jeeng jeeeeeennggg.. Keluar informasi tentang meningitis, blablabla. Langsung dingin sekujur badan dan panik dan takut dan khawatir. Saya coba baca satu-satu artikelnya. Tapi dalam hati saya yakin, bukan itu penyakit Asha. Saya yakin kejang Asha bukan karena meningitis what so ever, tapi karena kejang demam. Ubun-ubun Asha yang menonjol juga bukan karena ada sesuatu di kepalanya, tapi karena demam. Walau demikian kekhawatiran itu masih ada. Huhuhuhuhu...

Keesokan harinya, Senin 1 juli 2012, dokter ruangan dan suster datang ke ruangan. Si dokter bilang bahwa DSA nya Asha menginstruksikan Asha untuk di CT Scan karena ada tonjolan di ubun2nya. Ada kekhawatiran ke arah infeksi di kepala what so ever, jadi perlu CT Scan untuk memastikan. Saya dan hubby lirik2an dan kami pun menyerah saja ikut saran dokter. Mental dan pikiran kami sudah terlalu lelah sejak beberapa hari ini, dan kami ingin segera memastikan apa yang terjadi pada Asha. Hari itu pengobatan Asha ditambah 1 lagi, yaitu antibitok Bactesin untuk mencegah kemungkinan infeksi di daerah otak. Hiks.. Padahal deep inside my heart, i was sure that it's not necessary. But still i said nothing dan nurut2 aja. Hari itu pula Asha di CT Scan. Asha saya gendong dalam pelukan dan kami berdua dibawa ke ruang radiologi menggunakan kursi roda yang didorong oleh suster. Kondisi Asha masih lemas, dengan infusan di lengannya, seorang bayi mungil yang masih terlalu kecil untuk mengalami semua kondisi ini. Huhu.. Asha pun sukses menjadi tontonan orang-orang yang kami lewati. Saya juga kalo liat pemandangan seperti itu pasti akan memandang iba pada bayi mungil yang harus diinfus dan kondisinya lemas begitu. 

Saya masuk ke dalam ruangan radiologi, menemani Asha. Sementara hubby, ibu, dan saat itu ada adik saya, mereka menunggu di luar. Ruangan itu dingin dan kosong, hanya berisi satu alat CT Scan yang sangat besar. Huhuhu.. Memikirkan Asha harus ditaruh di alat seperti itu, tak kuat rasanya hati ini. Tapi sekali lagi, saya harus kuat untuk Asha. Kalo saya ga kuat, siapa lagi yang akan menjaganya? Saya memakai baju khusus yang beratnyaaaa banget banget, sementara Asha dibaringkan di kasur khusus hanya memakai baju RS yang tipis dan diaper tanpa celana, kemudian dia diselimuti oleh selimut khusus. Asha sangat kooperatif, dia sempat  merengek, namun selebihnya dia hanya pasrah dan diam tanpa melepaskan pandangan sayunya langsung ke mata saya. Hikss.. Peran saya disana adalah menjaga agar kepala Asha tidak gerak-gerak selama proses CT Scan berlangsung. Saya pegang dagu dan pipinya sambil saya bicara dan nyanyi macam-macam pada Asha. Saya berusaha tersenyum dan bicara dengan nada riang, walau hati ini sedih rasanya. Apalagi selama proses CT Scan sekitar 10 menit itu, Asha hanya diam memandang mata saya. Hiks.. Dia tidak peduli dengan roda ah entah apa namanya yang menyala dan beputar saat proses CT Scan berlangsung, dia hanya fokus melihat ke mata saya dan mendengarkan kata-kata saya. Huhuhu..

Proses CT Scan selesai dan kami kembali ke ruangan. Hari itu suhu Asha mulai stabil di bawah 37,5 DC dan  sudah tidak demam lagi. Tapi dari hasil pemeriksaan darah yang tiap hari dilakukan, terlihat bahwa trombosit Asha menurun setiap hari. Kecurigaan saya adalah Asha kena demam berdarah (DBD). Tapi waktu hari pertama diperiksa NS1 hasilnya negatif. Jadi apa kira2 penyebab trombosit Asha turun?

Sore hari menjelang magrib si DSA baru datang lagi. Dan menjelaskan bahwa hasil CT Scan bagus dan tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Saya dan hubby langsung lirik2an dan menghela nafas legaaaa. Alhamdulillah. Sesuai dengan perkiraan kami sebelumnya, bahwa Asha baik-baik saja. Dan ubun-ubun menonjol itu disebabkan demam dan kami yakin nanti pasti kembali seperti semula. Karena hasil CT Scan bagus dan tidak ada infeksi apapun di kepala Asha, pemberian Bactesin dihentikan. Fyuuhh.. At least 1 obat yang ga perlu berhasil dicoret. Selanjutnya dia menginformasikan hasil tes darah Asha dan menyarankan untuk cek Dengue Blood pada hari Rabu untuk memastikan apakah Asha positif DBD atau tidak. Kenapa hari Rabu? Karena kalo Selasa, dikhawatirkan hasilnya masih negatif karena titer immunoglobulin Asha terhadap virus DBD nya belum banyak di dalam darah. Kalo Asha positif DBD maka semua pengobatan dihentikan, kecuali cairan infus. Karena demam Asha juga sudah berhenti, maka antibiotik tidak lagi dibutuhkan bila memang hasil Dengue Blood positif. But in the mean time, antibiotik Taxegram masih harus masuk ke tubuh Asha untuk mencegah bila ternyata DBD negatif dan penyebab demam disebabkan infeksi bakteri. Saya yang  dalam hati rasanya ingin menolak karena entah mengapa saya yakin Asha positif DBD, jadi antibiotik itu sebenarnya ga perlu sama sekali. Namun sekali lagi dengan bodohnya saya mengiyakan. Hiks.. Memang tujuan dokter untuk memberikan antibiotik pada Asha bagus, untuk tindakan preventif. Tapi tetep aja hati ini ga rela. Hari itu saya keukeuh minta sama suster untuk menghentikan pemberian Sanmol dan Stesolid pada Asha, karena demamnya udah berhenti dari semalem. Akhirnya dua obat itu berhasil dicoret lagi. Yess..

Selasa, 2 Juli 2012 pagi, Asha kembali diambil darah keempat kalinya untuk cek kadar trombositnya. Huhu.. Nangis dan jerit gerung2 dia karena kesakitan waktu jarum suntik mengambil darah dari lipatan dalam lengannya. Saya mulai kebal, bukan ga tega, tapi ini demi kepastian diagnosa dan demi kecepatan penanganan dan penyembuhan sakitnya Asha. My hubby, still he didn't have a heart to see her little girl crying, dan memilih keluar ruangan. Siang hari, hasil tes darah menyatakan trombosit Asha makin turun. Trombositnya sudah 119.000, sedangkan normalnya 150.000. Kecurigaan makin mengarah ke DBD, tapi karena belum tes Dengue Blood jadi belum pasti.

Hubby sudah dua hari cuti dari kantor, Senin Selasa. Padahal ada kerjaan menunggu untuk diselesaikan. Akhirnya dengan berat hati, hari Rabu 3 Juli 2012, hubby kembali ke Jakarta. Meninggalka saya dan Asha berdua di rumah sakit. Huhu.. Saya bagaimana? Well, kantor saya sepertinya agak longgar untuk urusan begini. Jadi saya cuek aja cuti berapa hari pun sampe Asha sembuh. Ga peduli deh cuti tahunan habis dan malah harus potong gaji karena kehabisan jatah cuti. Pukul 4.00 pagi hubby pamit berangkat ke Jakarta. Sedih but i had to be strong. Rabu itu adalah jadwal Asha unutk diambil darah lagi dan cek Dengue Blood nya. Siang hari hasil tes darah menyatakan Asha positif DBD. Antara lega karena akhirnya sakit Asha ketauan dan sedih karena bayi kecilku kena DBD. Ko bukan saya atau orang lain di rumah yang kena? Kenapa harus bayi kecilku? Trombosit Asha pun turun jadi 65.000. Hiks.. Turun terus tiap harinya. 

Pengobatan Asha sekarang hanya cairan infus dan nenen yang banyak. Tapi hari itu Asha lebih banyak tidur. Saya sodor2in nen juga dia tolak. Hikss.. Sedih tapi at least cairan infus tetap masuk. Sekarang saya deg-degan nunggu apakah besok trombosit Asha akan naik atau turun? Huhu.. Pagi hari ibu datang bawain saya kurma dan jus kurma. Walau eneg karena kemanisan dan pedes (beneran loh ko pedes ya jus kurma itu?) saya paksa habisin jus kurma demi Asha. Berharap semoga dengan saya minum jus kurma Asha bisa kecipratan lewat ASI dan bisa naikin trombositnya.

Skip skip skip.. Kamis tes darah lagi, hasilnya trombosit Asha mulai naik jadi 78.000. Yeaayy.. Walau belum back to noemal, at least ada peningkatan. Saya makin rajin makan kurma dan minum jus kurma yang ibu beliin tiap hari. Asha juga udah mulai lahap minum ASI nya. Jumat tes darah lagi, trombosit Asha udah 109.000. Alhamdulillah.. Ini artinya Asha sudah boleh pulang hari itu juga. Seperti kata dokter, Asha baru boleh pulang kalo trombositnya di atas 100.000 karena dianggap aman dan kecenderungannya akan terus naik hinga normal. Hari jumat itu pun Asha sudah kembali ceria. Sudah banyak senyum, ketawa, jerit2 seneng, dan celoteh2. Pandangan matanya sudah cerah, tidak sayu lagi. Mata bulatnya memancarkan sinar kepolosan dan keceriaan lagi. Alhamdulillah.. Ashaku sudah kembali sehat. Malam itu, Jumat 6 Juli 2012 saya dan hubby yang baru datang dari Jakarta langsung membawa Asha pulang ke rumah. Drama 7 hari 6 malam di RS akhirnya selesai sudah. Ya Allah tolong jaga Asha kami. Cukup sekali ini saja dia dirawat, selanjutnya jagalah selalu kesehatan dan keselamatannya. Amin.

Asha Was Sick : The Night Strike

0 comments
My 5+ month old baby girl was sick!! Huhuhu.. I was so drained, mentaly exhausted, sad, terrible, and confuse. I lost the track of time when Asha got sick. When i came back to normal live, it's already July 9th 2012. I lost the first week of July at hospital. Didn't even realized that i missed a week inside the hospital walls that surrounded me with anxiety.

Fyuuhh.. *i need deep inhale and exhale before i start the story. So here it goes..


Jumat 28 Juni 2012 jam 6 pagi Asha bangun dan merengek minta nen. Saya yg udah siap mau berangkat kantor, ga tega ninggalin Asha kaya gitu. So i decided to breastfed her first, didn't care if i could be late because of it. Setelah Asha nen dan mulai tenang, saya pamit padanya untuk berangkat ke kantor. Sambil cium2 pipi dan wajahnya. Sempat terbersit di hati waktu melihat wajah Asha, ko di pipinya ada bentol2 merah? Perasaan semalem belum ada. Kayanya semalem Asha digigit nyamuk lagi deh. Akhirnya saya berangkat ke kantor dengan perasaan ga nyaman.


Jumat 28 Juni 2012 jam 2 siang, ibu yang hari itu kebetulan ada di rumah buat asuh Asha, sms saya dan bilang bahwa Asha anget badannya. Saya berusaha ga panik. Karena 2 minggu sebelumnya dia juga demam tanpa sebab, setelah dikasih tempra demamnya hilang. So this time i tried to be cool and told my mom to check her temperature and gave her tempra. Suhunya saat itu 38,5 derajat celcius (DC). Sempet terpikir untuk segera pulang cepat, tapi saya ga enak hati karena bentar lagi saya kan resign. Ga pengen dikira mentang-mentang mau resign jadi seenaknya. Sesampainya di rumah jam 7 malam, saya liat Asha digendong ibu pake jarit dengan lap basah di dahinya. Asha keliatan lemeess banget. Huhuhu.. Sedih saya liat keadaan Asha kaya gitu. Padahal biasanya tiap saya pulang dia pasti sedang duduk ceria di bouncer nya atau lagi digendong sambil celoteh2 dan senyum2. My heart was broke.


Setelah solat, tanpa makan dan ganti baju, saya gendong Asha dari tangan ibu dan ukur suhunya, ternyata suhunya naik jadi 39 DC. Duh Gustiii.. Akhirnya saya cekokin lagi Asha dengan tempra. Lalu saya kelonin dia dalam pelukan sambil saya paksa untuk nen. Hanya saya dan Asha berdua dalam kamar dalam posisi itu selama 2 jam. Setiap 10 menit sekali saya cek terus suhunya dan saya ganti air kompresnya. Setelah 2 jam, suhu Asha turun jadi 37,6 DC. Dia sudah terbangun dari tidurnya dan mulai berceloteh riang gembira. 


Tak lama setelah itu, hubby pulang dengan membawa tempra dan 2 lembar bye bye fever. Saya dengan gembira menceritakan bahwa demam Asha sudah turun sekarang Asha sudah kembali ceria. Hubby pun langsung menimang Asha sambil nonton TV sementara saya mengistirahatkan badan sejenak. Sekitar 1,5 jam kemudian, hubby membangunkan saya dan bilang kalo Asha demam lagi. Deeegg!! Saya pun langsung siaga dan menggendong Asha dalam pelukan. Kembali saya paksa Asha untuk nen dan tidur dalam pelukan saya. Sambil 10 menit sekali saya cek suhunya. Tapi kali ini suhunya tak kunjung turun dan Asha tertidur. Saat itu hubby memegang kaki Asha yang dingin, tidak sinkron dengan kepala dan badannya yg hangat. Maka hubby pun mencoba memakaikan kaos kaki pada Asha yg sedang tertidur. Karena merasa terganggu, Asha pun terbangun dan menangis. Saya coba hentikan tangisannya dengan menyodorkan nen tapi dia menolak. Nangisnya tidak mau berhenti dan wajahnya nampak memelas. Oh i really don't have a heart to see her cry. 


Saya pun mencoba menimangnya sambil jalan2. Ketika saya mulai beranjak dari tempat tidur, tangisnya menjerit seperti kesakitan. Saya segera periksa apakah ada bagian tubuhnya yang tanpa sengaja kegencet tubuh saya, namun semuanya nampak baik-baik saja. Saat itulah tiba2 jeritannya berubah menjadi erangan, dibarengi dengan mata nya yang tiba-tiba melotot dalam pandangan kosong, mukanya memerah, mulutnya terkatup rapat seperti menahan sesuatu, dan menurut hubby saat itu tangan dan kakinya pun mengejang kaku. Ya Tuhan, ada apa dengan Asha ku?? Saat itu saya sangat panik. Saya berjalan ke kamar ibu dan panggil2 ibu saya yg sedang tidur, "Ibuuu...ibuuu..ini Asha kenapaa??". Ibu pun segera bangun dan melihat Asha. Pemandangan Asha yg sedang kejang memang tidak lebih dari 5 detik tapi rasanya seperti bermenit2. Sungguh pemandangan paling menakutkan dalam hidup saya. Sekarang pun bila saya memejamkan mata dan mengingat wajah Asha saat itu, bergetar rasanya seluruh tubuh ini. Saya sungguh takut bila sampai terjadi sesuatu padanya. Dear God, please don't let anything bad happened to her.

Segera setelah Asha berhenti kejang saya sodorkan Asha pada gendongan ibu, saya khawatir Asha kenapa2 lagi. Dalam gendongan ibu dia langsung tertidur. Saat itu saya sedang panik cari sendok plastik. Karena ibu bilang, "Cepat cari sendok plastik, biar kalo kejang lagi yang digigit sendok nya bukan lidahnya". Saya udah kaya orang linglung. Cari sendok plastik kesana kemari ga dapet2. Akhirnya setelah dapet sendok plastik, saya instruksi hubby untuk segera manasin mobil. Karena Asha akan langsung dibawa ke RS. Lagi-lagi saya kaya orang linglung waktu nyiapin barang-barang ke dalam tas. Dan cuma sempet nyamber cardigan dan kerudung instan untuk menutupi pakaian tidur saya. Akhirnya kami berempat, hubby, saya, ibu, dan Asha segera ke RS terdekat. Saat itu sekitar pukul 11 malam. Asha yang masih tertidur digendong ibu di belakang. Saya duduk di depan menemani hubby. Sepanjang jalan kami terdiam. Saya terlalu shock untuk berbicara.

Sesampainya di IGD RS, seluruh baju Asha segera dibuka hingga tinggal diapers saja yg dipakai. Seluruh tubuhnya diseka air hangat dan diberi obat penurun panas lewat pantatnya. Karena saat itu suhunya masih 38,5 DC. Saat itu Asha diambil darah untuk diperiksa sel darah dan tes NS1. Tes NS1 adalah screening awal untuk demam berdarah. Selama 1 jam kami di IGD, suhu Asha tak kunjung turun. Padahal seharusnya obat penurun panas yang tadi diberikan lewat pantat sudah bereaksi menurunkan demamnya. Hingga hasil tes darah selesai, ternyata sel darah Asha normal dan tes NS1 pun negatif. Dokter memberi pilihan apakah akan pulang atau dirawat di RS. Karena menurut dokter, kasus demam seperti ini bisa saja dirawat di rumah. Namun kami khawatir dengan kondisi Asha yg hingga saat itu demamnya tak kunjung reda dan memutuskan agar Asha dirawat saja di RS. Saat itu saya pikir paling butuh 1-2 hari dirawat di RS. Jadilah pagi itu, Sabtu 30 Juni 2012 pukul 01.30 Asha masuk kamar perawatan 315a RS Hermina Arcamanik untuk dirawat.

[ASHA UPDATE] 11+ Months Asha

This month is woooonnderfuuulll. Asha reached another milestones at this age. One that makes me super excited is --> She finally had her first tooth!!! Yeaaayy... I've been waiting for her first tooth since she was 6 months. But she made me waited for another 5 months though. And today while i spoon fed her using alumunium spoon, it was clinging! It hit her newly erupted tooth :D

Alhamdulillah everything went so well. I was worried all the time waiting for Asha's first tooth. I was worried that she might get fever, or cranky, or maybe she looses her apetite in the chance of looses her weight. And that scared me. But no. Through the teething phase, she even gained some weight since her apetite getting higher than before :) And the best part is..it happened in Bandung. While we spent our time with family. So it's kinda boost my confidence that everything is gonna be alright. No need to worry too much.

The next wonderful thing in her 11+m is, she eats alot now! She never refuse food anymore. She grabs whatever food i eat. She eats 4 times a day plus snacking all day. Though she doesn't gain weight as much as i expected. But that's okay, as long as she enjoy her meal and stay healthy :)

At this 11+m, Asha able to say "dadah" and waving her hands toward people. Super cute!! She also able to say "cicak", "dah" which means "sudah" when she finished doing something, "tiktuk" which means her rocking horse (because i always singing tuk tik tak tik tuk, when she rides her rocking horse), and "atha" which means Asha. My little baby learns to speak :') I have to be more patient until she can say "ibu" or "ayah" clearly. So far she can say "bu" and "ayah", but i'm not sure she means it.

At this age, she loves to walk around in high speed. As if she can walk by herself but in fact i still have to hold her hand. Hehe..

Alhamdulillah for everything ya Allah. Please take care our little girl save, healthy, happy. Dear Asha, mom and dad always love you. Much love from us to you!!

XOXO

[NGOBROL] Bertetangga

Begitu jadi ibu rumah tangga dn berinteraksi dgn ibu rumah tangga lainnya, banyak hal yg bikin saya ternganga dn tertegun. Beda bgt rasanya "gaul" sama ibu2 rumah tangga drpd sama temen2 kuliah atau temen kerja. Bahasannya aja udh beda. Rata2 yg dibahas adalah masalah domestik rumah tangga. Saya sampe terheran2 betapa mereka bs membuat hal remeh temeh (menurut saya) menjadi obrolan yg penting dibahas. Oh dan jangan lupa, gosipin tetangga lain tentu selalu jadi bahasan sedap ibu2 rumah tangga ini. Buat saya, semuanya bikin ga nyaman. Kalo udh gini, mending jadi penonton atau diam2 menyingkir sajaaa...

Selanjutnya, yg bikin saya tertegun adalah kebiasaan ibu2 ini untuk mencicil barang yg dibelinya. Sebenernya bayar nyicil sih oke2 aja. Saya jg beli hp dn kamera nyicil pake credit card suami. Tapiiiiii kalo buat beli tupperware harga 80rb aja pake dicicil 10 bulan, alias bayar 8rb setiap bulan selama 10 kali, apa ga cape tuh??? Kalo saya mah, capedeeee. Ada lagi tukang kredit baju harian. Dia dagang baju dari rumah ke rumah secara kredit. Dan nagihin duitnya tiap hari. Cicilan per hari itu bs cuma dua-tiga ribu sampe belasan ribu tergantung belanjaannya. Pdhl yaa ibu2 itu sebenernya pada mampu ko buat bayar sekali lunas. Trs ngapain ribet2 pake dicicil segala ya????

Sebagai pendatang baru di lingkungan rumah, saya yakin deh kayanya udh pasti jd bahan omongan tetangga sekitar. Tp saya ga peduli sih. Whateverrr... Dan dugaan saya bener ternyata. Tante saya yg bilang ke saya, katanya ibu2 pada nanya, "Itu Nurul pake suntik pemutih ya, ko kulitnya bs putih bgt?". The most ridiculous thing i ever heard. Alhmdlh ini kulit saya udh dari sononya begitu. Turunan dari ibu. Kagak usah deh ribet2 pake pemutih apalagi sampe disuntik. Aduh yaa ibu2 rumah tangga emang bahasannya kadang2 ajaib. Dan saya blm terbiasa dgn topik2 macam itu. Heu..

Hari ini edisi curhat deh ceritanya :)

XOXO

[NGOBROL] Support Group For (New) Mom

Every new mom must be clueless at first. Though she might have prepared herself with lots of theoritrical knowledge of taking care baby, but practicaly it's not as simple as reading a book. She needs support group, a group of (closest) people that always there to support her become a new mom.

I always thought that being a stay at home mom is easy. All you have to do just taking care husband, baby, make some food, and keep the home neat and clean, and you still have lots of time to do whatever you want. Teeeetttt!!! That's just so wrong. I'm not the kind of mom that was featured in Goodhouse Keeping magz who seems to do everything perfectly and always looking good and pretty every day. I'm just ordinary (normal) mom and wife that still need several adjustments with my new tittle.

My house is a mess during weekdays. Laundry bin is full during weekdays. I never have time to shower twice a day during weekdays. Forget about beauty care or make up during weekdays, i don't have time for that stuffs. I look shabby all the time (poor hubby). I sweat (in the high possibility of stink) during the days and nights because of the combination of hot air, stress, and doing housekeeping plus babykeeping stuffs. At the end of the day when hubby came home late night, i was bragging and crying. It made my exhausted hubby upset and led into a cold war that thankfully only lasted less than an hour.

See? My life as a stay at home mom is not as easy as i thought. One day i realized that maybe i had the baby blues syndrome. I feel like i can't be a good mom for Asha. I feel like i'm failed being a wife and a mom. I feel so useless.

It was not easy at all getting through the baby blues syndrome. My husband helped me getting through all that unpleasant feeling. But he doesn't know that what i need the most is support group. Since he spents most of his time at work during weekdays, i always feel lonely and insecure whenever he's not around. Moreover we live in different town from my parent. I feel like i don't have someone to turn to.

Now as i'm writting this story, i enjoying my holiday at my parent house. Then i realized how important their   presence for me, as i always take it for granted before. They are my support group. In this house i get my confidence and feel more secure to do my role as a mom for Asha. As a result, Asha is happier and healthier here. She giggles a lot, she's so active, she eats a lot and gain more weight. See? Support group can make a happy and more stable mom that will bring huge positive effect to the baby.

When it's time for me to go home, i will keep this in mind. No matter how far we're appart, i will always have my support group. My husband, family, and friends.

XOXO

[NGOBROL] Pahlawan Kami

Suamiku adalah pahlawan bagiku dn Asha. Banyak hal yg dia perjuangkan tiap hari bagi kebahagiaan kami. Most of the time i always take it for granted. Pdhl apa yg suami berikan pd kami mengorbankan tenaga dn waktunya.

Setiap hari dia menempuh perjalanan ke kantor selama 1,5 hingga 2 jam dgn naik motor. Panas, hujan, dingin dia lalui utk melaksanakan kewajibannya mencari nafkah bagi kami sekeluarga. Malam2 saat hujan, disaat aku dn asha meringkuk berpelukan di kasur yg hangat, pahlawan kami berjuang menyusuri jalan pulang melawan hujan, udara malam yg dingin, dn macet jakarta yg kadang menahannya utk cepat sampai ke rumah.

Semalam, suamiku tiba di rumah jam setengah 12 malam. Kelelahan mengerjakan tugas kantor yg menggunung di akhir tahun. Melihatnya berjuang seperti itu, ingin rasanya aku merengkuhnya, membagi rasa lelahnya padaku. Tapi suamiku tdk pernah mengeluh sedikitpun. Tentang kantornya yg jauh, tentang kerjaannya yg menggunung, tentang dirinya yg kehujanan, tentang macet, tentang kakinya yg pegal, tdk pernah dia mengeluh padaku.

Suamiku mencontohkan kedewasaan padaku. Dia mencontohkan makna perjuangan padaku. Dia mencontohkan cinta dn kasih sayang pd keluarganya. Walau dia adlh orang yg jarang berkata & berbuat hal2 manis padaku, tp sesungguhnya semua yg dia berikan padaku dn Asha adlh bukti cintanya pada kami.

Ya Allah, jagalah selalu suamiku dlm perlindunganmu. Berilah dia selalu kesehatan, keselamatan, dn kekuatan dlm menjalani hari2nya. Mudahkanlah setiap langkahnya dlm bekerja. Amin.

I LOVE YOU, MY HUSBAND

Dari : istrimu yg selalu mencintaimu.

XOXO

[NGOBROL] 12.12.12

Walau tulisan ini ga dibuat dn ga dipost di tanggal cantik 12.12.12 tapi tulisan ini bercerita tentang momen manis keluarga kami di hari itu.

Sehari sebelumnya entah krn dipicu suami yg selalu pulang malam krn load kerjaan yg lagi banyak, atau krn liat wajah Asha nampak tirus dr sebelumnya, atau krn hari itu Asha susah makan, atau krn saya ga punya persediaan ayam lg buat bikin bubur ayam favorit Asha, atau kombinasi semuanya plus rumah yg berantakan dn cucian menumpuk yg bikin saya stress dn baby blues. Dampaknya kepala saya pusing berdentum-dentum. Apalagi tiap denger Asha nangis, makin puyeng rasanya. Akhirnya saat malam itu suami pulang malam, saya tumpahkan kekesalan saya hari itu tanpa peduli bahwa sebenernya dia jg lelah setelah seharian bekerja dn menempuh perjalanan jauh dari kantor ke rumah. Malam itu saya nangis ga jelas. Kesel-kesel ga jelas. Walau akhirnya kami tidak tidur dgn perasaan kesal, tp malam itu cukup mengesalkan buat kami berdua. Gara-gara baby blues ga jelas.

Besoknya semua sdh biasa lagi. Mood saya sudah ga feeling blue lg. Mgkn kadang-kadang perlu jg nangis sepuasnya buat ngilangin kesel ga jelas. Hehe..

Malam hari tgl 12.12.12, suamiku pulang lebih awal dr sebelumnya. Karena saya tak pernah sempat menyiapkan makan malam, malam itu kami beli baso malang dan otakotak yg lewat depan rumah. Asha jg blm tidur krn nungguin ayahnya utk diajak main. Malam itu suami menyuapi Asha makan malam, saya menyuapi suami dgn makan malam hari itu, baso malang campur nasi dan otakotak. Kami suap2an berantai. Hehe..

Sungguh lucu, malem sebelumnya kesel-keselan, malem berikutnya suap-suapan. Merayakan kebahagiaan kecil kami, saya pun mengambil kamera dn memotret momen manis kami malam itu.

12.12.12. Malam itu kami pun tidur dalam keadaan kenyang dn bahagia. I love my family.

XOXO

[HEALTH] Alergi Makanan

Uhuhu.. Hari ini diawali dgn rasa berasalah krn ngasih Asha telur dadar secuil dn berakhir dgn Asha muntah 30 menit kemudian. Udh ketiga kalinya Asha muntah karena telur. Maafin ibu yaa nak :(

Dulu waktu Asha 7 bulan, pernah makan kuning telur dn aman2 aja. Lalu pas 8 bulan, saya kasi telur rebus, putih dn kuning telurnya. Ga lama kemudian Asha muntah. 8 bulan jg, Asha disuapin telur dadar sm si mbah tetangga, ga lama muntah lg. Dn pagi ini, Asha 11 bulan disuapin telur dadar kemudian muntah. Ihiks..

Pencetus alergi pada telur emg dibagian putih telurnya (albumin). Sedangkan bagian kuning telurnya (yolk) relatif aman utk diberikan pd bayi sejak 7 bulan. Agak kebalik sama pendapat orang2 tua. Menurut mereka yg pertama dikenalin ke bayi adlh putihnya, bukan kuningnya. Thanks to internet and book that provide recent info for me. Krn dl ibu saya heran waktu saya kasi kuning telur ke Asha dn bukan putih telurnya. Kemudian bs saya jawab dn jelasin biar ga dikira sotoy. Fiuh..

Kembali ke kejadian hari ini, hrusnya klo si bayi keliatan alergi sm telur, tunggu pemberiannya hingga anak berusia 1 tahun. Manifestasi alerginya bs muntah kaya Asha atau muncul bercak2 merah di kulit. Dasar emak bandel, masih aja penasaran ngasi telur utuh ke Asha yg blm genap setahun. Ihiks..

Berarti rencana saya mau ngasi ikan laut lagi ke Asha nampaknya dipending dl. Krn dl waktu 8 bulan Asha pernah muntah jg setelah makan ikan laut (lupa jenisnya apa). Tp untungnya Asha bs makan ikan tawar.

Padahal byk resep mpasi 10-12 bln yg bahannya pake telur utuh dn ikan laut. Asha blm boleh deh. Ihiks.. Asha yg kuat yaa, yg sehat. Biar bs makan makanan yg enak2, ga cuma bubur dn nasi tim melulu. I love you much, sayangkuuu :*

XOXO

[NGOBROL] Ke Toko Mainan

Asha sudah lamaaaa sekali ga dibeliin mainan oleh kami. Mainan Asha yg terakhir kayanya mainan kucing2an oleh2 ayahnya waktu bbrp bulan lalu ke Hongkong. Dan sampe skrg mainan kucing2an itu selalu jd favorit Asha.

Tetangga Asha ada yg punya mainan mobil2an yg didorong. Asha sukaaa bgt tiap liat mobil2an itu. Apalagi kalo naik di atasnya, Asha pasti kesenengan. Hmm..kayanya udh waktunya buat dibeliin mainan baru nih.

Jadi weekend kemaren, saya, hubby, dan nia, ponakan kami yg kelas 1 SD, pergi ke toko mainan di Cilodong yg katanya terkenal murah meriah. Sedangkan Asha kami titipkan di rumah bule. Disana saya yg kegirangan pengen beliin macem2 mainan buat Asha. Banyak bgt pilihannya dan murah2 bener.

Setelah bingung pilih2, akhirnya kami beli ini,

- Set mobil2an yg pull back and go, didorong ke belakang trs ntar mobilnya ngebut sendiri, isi 6 harga 10 ribu doang. Pdhl Asha cewe, tapi sukaaa bgt sm mobil2an. Kalo di depan rumah ada anak2 remaja yg pada maen mobil remote control, Asha pasti dgn semangat pengen ngejar dn teriak2 kegirangan. Makanya saya pilih mobil2an buat Asha :)

- Bola tiup, yg udh saking murahnya udh ga peduli deh brp harganya. Kayanya ga nyampe 10 ribu. Asha jg sukaaa bgt sama bola. Kalo liat bola dilempar2, Asha bs ketawa cekikikan. Seneng deh liat Asha seneng :)

- Kuda-kudaan yg bs didorong dn bs jungkat-jungkit juga. Harganya 140 ribu. Tapi kayanya Asha tetep lebih suka sama mobil2an tetangga daripada kuda-kudaannya

- Sepatu yg harganya 24 ribu doang. Padahal warna dan modelnya cantik bgt, ga kaya sepatu harga 20 ribuan. Di online shop dan toko bayi harga sepatu bayi kan 40 ribu ke atas. Jadi walau masih butuh bbrp bulan lg sepatunya cukup dipake Asha, ibunya girang bgt nemu sepatu ini, jd lgsg dibeli deh :)

- Celengan plastik hipotalamus warna ungu dan pink yg harganya 4 ribu sajah. Bentuknya lucu dn warnanya bagus, jd lgsg beli dua sekalian. Karena di rumah byk duit receh berserakan, mending masukin celengan. Sapa tau bs buat ongkos liburan ke bali. Haha.. :)

- Sarung tangan dan masker buat naik motor. Eh si ayah jg ikutan belanja di toko mainan. Lumayan dapet asesoris buat naik motor :)

- Buat Nia, dia cuma minta dibeliin kartu crazy bird doang yg harganya 1500 perak saja diantara segudang mainan di toko itu. Good girl deh tuh anak. Btw kartu crazy bird kan lg ngehits berat di kalangan anak SD. Kalo jaman saya SD yg ngehits apaan yaa? Tazos kali ya. Hadiah dari ciki. Hehe..

Sampe rumah, Asha girang bgt dibeliin banyak mainan. Dia seneng main bola, main mobil2an, dan naik kuda-kudaannya. Alhamdulillah ya Allah, bs bikin Asha tertawa bahagia :)

XOXO

[RECIPE] MeatVegie Ball

Ini resep gampang dn cepet banget bikinnya. Contekan dari buku Makanan Bayi Sehat Alami-nya Pak Wied yg saya modif dikit dalam rangka boost berat badannya Asha yg naiknya irit bgt. Huhu.. Oya ini utk baby usia 11-12 bulan ya.

BAHAN :
- 75 gram daging sapi/ayam giling
- 25 gram wortel serut
- 1 sendok teh bawang merah goreng
- 300 ml kaldu sapi/ayam
- 1 sendok teh daun bawang cincang
- 1 sendok makan keju parut
- 1 sendok teh virgin olive oil

CARA
- Campur daging giling, wortel serut, bawang merah goreng hingga rata
- Bentuk adonan daging menjadi bulat-bulat kecil
- Masukkan dalam air kaldu mendidih
- Tambahkan keju parut dan olive oil
- Masak hingga bolabola daging mengapung
- Tambahkan daun bawang, masak sebentar
- Hidangkan

Penyajiannya dimakan begitu aja jg bs, ditambah nasi jg oke. Nah karena Asha belum ada gigi, dia ga bs makan makanan padat dlm jumlah banyak. Mangap sih mangap, tp terus dilepeh karena ga ditelen2 sama dia. Maka, sop MeatVeggie Ball nya saya tambahin sedikit nasi dn dimasak lagi sampe nasinya jadi bubur.

XOXO

[HEALTH] Pear Singo Untuk Sembelit

Dulu saya pernah posting manfaat buah prune untuk mengatasi sembelit bahkan pada bayi yg masih ASI eksklusif disini.

Asha skrg udh MPASI jadi udh bs makan sendiri buah2annya. Waktu Asha ga pup 2 hari dn pup nya keras, saya khawatir dn kesian liat Asha menderita krn sembelit. Gara2nya dia ikut2an makan nasi waktu saya makan. Taunya habis itu lgsg sembelit 2 hari. Padahal tiap hari Asha makan mangga dan di buburnya selalu ada sayur2an. Tp ternyata serat dari buah dn sayuran yg dia makan ga cukup utk melancarkan sembelitnya.

Sampe akhirnya saya inget sama pear singo ini. Pernah baca dimana gitu katanya pear berkhasiat buat lancarin pup bayi. Dan sebelumnya memang udh terbukti di Asha sih. Tiap makan pear singo, pup nya selalu lancar. Tp untk kasus sembelit belum pernah saya coba.

Pagi itu saya bikin fruity oatmeal pake pear singo. Asha makan lahap karena pear buah favoritnya. Tiga puluh menit setelah itu Asha pup banyak bgt dan pupnya lembek, bagus, ga sembelit lagi. Sampe dua hari berikutnya Asha makan pear singo, Asha pup tiga kali sehari. Mgkn itu sisa kmrn tiga hari sembelit kali ya. Hehe..

Pear singo itu pear yg besar, bulet, warnanya coklat, rasanya lebih manis, daging buahnya lebih empuk dari pir ijo. *ga bs upload foto ni pake mobile blogger, ihiks* Biasanya saya cukup beli satu biji buat seminggu. Tinggal taro di ziplock dan simpen kulkas, insya Allah tetep seger ko.

Kalo anak makan banyak dan pupnya lancar ternyata bisa bikin ibu bahagia ya. Happiness is simple actually :)

XOXO

[RECIPE] Fruity Oatmeal

Ini nih sarapan andalan buat Asha yg simpel dn cepet bikinnya. Dan yg pasti Asha doyan banget dn ga pernah GTM alias gerakan tutup mulut kalo makan ini. Oatmeal ini saya kasih ke Asha sejak umur 8 bulan.

Bahannya :

- Setengah genggam oatmeal (saya pake Quacker oatmeal biru)

- Potongan buah (melon / strawberi / alpuket / mangga / apel / pear / dll)

- Air matang secukupnya

Cara :

- Cemplungin aja semua bahan ke dalam panci dan masak dengan api kecil sampe oat nya mateng, buah lembek, dan air menyusut

- Hidangkan selagi hangat

Asha lahap banget kalo makan menu ini. Enak kali yaa..manis seger dari buah2annya. Kalo saya bikin kebanyakan dn ada sisanya, tinggal tambah susu kental manis dan dimakan sama emaknya. Enak deh :)

Selain buah, oatmeal ini bs jg dimasak sama ayam dan sayuran. Doyan juga Asha sama menu ini. Gampang dan cepet pula masaknya daripada masak bubur nasi. Hehe.. Buat boost berat badan bayi, bs juga ditetesin sedikit virgin olive oil ke dalam bubur yg telah masak. Rasa buburnya jadi gurih. Asha doyan juga. Semua aja Asha doyan :)

XOXO

[NGOBROL] Asha Mudik Ke Bandung

Bulan lalu Asha mudik dua kali ke Bandung. Walau jarak Depok - Bandung sekitar 4 jam, tapi kalo bawa bayi 9 bulan dan naik bis yaa lumayan oge.

Mudik pertama pas libur tahun baru hijriyah. Berangkat jam 8 pagi dari rumah Depok sampe rumah Mbah uti di Bandung jam 1 siang. Lumayan lama. Untung bawa bekel cemilan dan bubur buat Asha. Karena ternyata selama dijalan Asha lapar dn makan bubur dua kali. Padahal di rumah udh sarapan. Haha..gembul :D

Dari rumah Depok naik taksi pesenan ke pool bis MGI. Selama di bis Asha girang bgt, ga mau duduk manis. Maunya berdiri dipangkuan ayah ibunya sambil ketawa2.

Klo udh ngantuk, trs minta nenen dn bobo dipelukan ibu sambil selimutan. Hangaatt.. Nyamaann :) Alhmdlh Asha koperatif diajak naik bis untuk pertama kali. Sampe di Bandung, turun di Leuwi Panjang dan naik taksi lagi ke rumah Mbah uti. Asha kalo di bis petakilan, di taksi anteng. Aneh deh.

Perjalanan pulang dari Bandung ke Depok jg aman terkendali selama di bis. Cuma karena berangkat kesiangan, jam 11 dari Bandung, sampe Depok jam 4 sore dan hujan. Ihiks.. Pake acara susah dapet taksi pula hujan2 begitu. Jadi aja naik angkot dulu ke pool taksi. Ah riwueh deh emang pas pulangnya ini. Alhasil sampe rumah Depok udh jam 5 sore. Udh cape.

Baru dua hari di Depok, hubby dapet tugas ke Tasik sampe weekend. Dan itu dadakan bgt ngasih taunya. Magrib itu hubby telepon dr kantor ngasih tau klo besok dia ada kerjaan di Tasik sampe jumat. Krn ogah membayangkan ditinggal 3 hari di rumah berduaan sm Asha doang, saya bilang kalo gitu saya sm Asha mending ke Bandung aja secara kan searah sama Tasik. Lgsg deh malam itu sibuk packing. Mana malam itu hubby sampe rumah jam 10. Jadi baru bs beres2 rumah setelah hubby pulang. Piring dicuci, baju dicuci, lantai disapu pel, rumah diberes2 dn baru tidur jam setengah 12 malem. Pdhl besoknya hrs bangun jam 3 pagi karena kami hrs berangkat naik bis paling pagi biar hubby sampe di Tasik on time.

Jam 4 subuh habis solat subuh, kami berangkat naik taksi yg dipesen semalem sebelumnya menuju pool bis Primajasa. Saya sih ga mandi dulu. Secara udh rempong beres2 lagi dn masak bekel buat sarapan Asha di jalan. Asha jg masih tidur pules bgt. Pas masuk taksi Asha bangun dn sepanjang jalan malah asik liat2 jalanan. Dan lucunya, Asha ga ganti baju. Jd selama perjalanan ke Bandung itu dia pake baju tidur. Haha.. Kucel deh pokoknya. Bangun tidur, belum mandi, ga ganti baju, lgsg mbandung subuh2.

Karena kali ini beda tujuan, jadi pas sampe Cileunyi saya sama Asha turun dari bis sedangkan hubby lanjut perjalanan ke Tasik. Ihiks.. Mana sebelumnya soksokan ga minta dijemput, jadi saya sama Asha naik angkot dr Cileunyi sampe rumah sambil nenteng dua tas besar. Haduh! Mana angkotnya penuh. Mana Asha nya petakilan. Mana Asha nya minta nenen. Mana tas gembolan berat bgt. Huhu.. Tapi ternyata saya pede2 aja loh. Mgkn krn saya udh hapal sama kota ini ya. Udh hapal jalur angkot nya, estimasi waktu nya, dn merasa familiar sama semuanya. Habis ngangkot, msh lanjut ngojeg untum sampe rumah. Fyuuhh perjuangan ya bo. Dan alhmdlh sampe dgn selamat di rumah. Dan menemukan ade saya lg nyantai aja gt pagi itu. Ah tau gt kan minta dijemput aja tadi di Cileunyi. Tp ya gpp jg sih. Lumayan pengalaman :)

Selama bolak balik Bandung Depok barang2 yg saya bawa :

- Tas Asha : baju Asha secukupnya, handuk, popok 2-3 pcs, toiletries, obat2an. Nantinya handuk dn toiletries ditinggal di Bandung biar ga banyak bawaannya kalo kesana lagi. Popok sedikit aja karena nanti beli aja di Bandung.

- Tas ibu : dompet, kamera, hape, tisue basah, tisu, handsanitizer, payung, bekel makan Asha (bubur ceker ayam di tupperware kecil, buah, biskuit bayi semuanya simpem di ziplock), peralatan MPASI Asha (sippy cups, sendok semuanya disimpen di ziplock).

- Tas ayah : baju ayah dan ibu secukupnya.

Yang digembol ada lagi yaitu selimut dan gendongan Asha. Selimut is a must. Karena kalo lagi hujan, udara dalam bis lumayan dingin. Jaket aja ga cukup menghangatkan Asha. Dan kalo nenen sambil selimutan, Asha lgsg bobo pulessss :)

Dan kalo ninggalin rumah selama bbrp hari yg kami lakukan :

- Beresin rumah. Biar pas balik lg ke rumah ga setres liat rumah berantakan :)

- Beresin cucian baju dan jemur di dalem rumah

- Kosongin dan matiin kulkas

- Isi semua ember dengan air dan tutup. In case kalo udh balik rumah tiba2 mati lampu dan ga ada air

- Buang sampah ke luar rumah. Kemaren pernah lupa krn buru2 jd sampah tetep di dalem rumah. Pdhl udh penuh tempat sampahnya. Jadi pas balik rumah 5 hari kemudian, alhmdlh sih ga horor. Ga belatungan atau kecoaan maksudnya :) Kan ngeri tuh kalo sampe begono. Hiiy..

Rencananya akhir bulan ini kami mau mudik lagi. Mumpung libur akhir tahunnya panjang. Jadi bs seminggu lebih liburan di Bandung. Aahh can't wait! Udh banyak rencana yg mau dilakukan selama di Bandung. Semoga beres semua. In the mean time, lanjut kelonin Asha yg lg bobo di pelukan dulu ahhh.. :)

XOXO

[FINANCIAL] The Pramudya's Financial Plan

Whoaa third post in a day!  Mumpung inget dn lg ada mood. Hehe..

Kali ini mau coba bahas tentang financial plan keluarga kami yg masih simple banget. Referensi financial plan saya apalagi kalo bukan dari forum paling wokeh buat mama muda masa kini, yes The Urban Mama. I love you full dah!

Awalnya karena disuruh hubby belajar tentang asuransi jiwa dn cari asuransi jiwa yg sesuai dengan keluarga kami. Saya pun ketemu forum diskusi asuransi jiwa yg ada di TUM. Dari sana saya dapet gambaran seperti apa asuransi jiwa yg ideal. Dan akhirnya keluarga kami beli asuransi jiwa untuk suami saya.

Kenapa ko repot2 beli asuransi jiwa segala?? Emang dr kantor ga dapet asuransi??

Awalnya saya jg ngerasa sayang buat beli asji. Toh suami dapet dana pensiun dari kantor. Toh masalah kesehatan udh tercover sama kantor. Toh kalo pasang asji dan kita ga ada klaim, which is amit2 deh yaa jgn sampe, premi yg kita bayar hangus. Dan kita ga dapat apa2. Mending unitlink aja, lumayan preminya bs kembali plus dapet investasinya pula. Itu pikiran saya awalnya. Tapi hasil baca forum tsb, saya jd teredukasi dn akhirnya pilih asji drpd unitlink. Dan ternyata para financial planner juga lebih menyarankan asji and say no to unitlink. That's why it's important to educate your self sebelum ketemu sama agen asuransi.

Sedikit resume tentang asji dari saya :

- Pilih asji yg murni tanpa embel2 investasi. Cirinya : premi murah, up sesuai

- Semakin cepet bikin asji semakin baik. Krn semakin tua umur, maka premi makin mahal. So go ahead find insurance that suits you.

- Pasang asji hanya pada orang yg memberikan penghasilan utama dalam keluarga. Jd kalo di keluarga kami, cukup hubby aja yg pasang asji. Saya ga perlu ikut2an pasang, lah wong saya ibu rumah tangga, ga ngasih apa2 ke kas keluarga kami. Klo saya pasang asji jg malah jd beban krn hrs bayar premi

- Karena namanya asuransi jiwa, mending lgsg ambil yg term nya panjang. Kami ambil lgsg 20 tahun. Karena klo ambil 5 tahun ko kayanya nanggung bgt bikin asji. Dan kalo mau perpanjang setelah 5 tahun, premi akan mahal krn umur makin tua.

- Uang pertanggungan minimal harus dpt cover kebutuhan hidup selama 10 tahun dihitung dr pengeluaran bulanan kita. Misal pengeluaran bulanan kita 1 juta, jadi
1 juta * 12 bulan * 10 tahun
Maka kita cari asji yg uang pertanggungannya minimal 120 juta

Itu dulu kali ya. Ntar kalo inget tambahin lagi.

Now after insurance, then we have to invest our money. Aku awalnya ga ngerti opo iku investasi?? Kayanya nabung atau deposito jg beres. Eh tapi si tuan ganteng bilang, uang sekarang yg kita tabung nilainya ga akan sama dengan beberapa tahun lagi. Aku masih ora mudeng. Lah ko bs ga sama gmn maksudnya? Well think about inflation. Nilai mata uang  tiap hari selalu berbeda bbrp poin. Lah gmn kalo 10-20 tahun ke depan? Bisa jadi harga tahu hot jeletot yg hari ini 2000 rupiah, nanti 20 tahun kemudian 15000 rupiah. Itu baru tahu hot jeletot, gmn dgn biaya pendidikan, kesehatan, sandang pangan papan?? Sehingga kalo kita deposito uang 50 juta untuk 20 tahun, pasti nilai 50 juta sekarang dn 20 tahun mendatang akan berbeda.

Jadi investasi memang penting untuk mempertahankan nilai uang kita skrg agar minimal sama utk 10-20 thn ke depan. Jadi untuk investasi ini keluarga kami memilih logam mulia dan reksa dana. Saya ga begitu ngerti reksa dana, hubby lebih paham. Tp yg logam mulia, beneran loh blm setahun udh kerasa aja gt nilainya bertambah. Makanya klo punya uang mending beli emas drpd ditabung. Jangan lupa zakatnya yaa..

Kalo mau belajar, di TUM di bahas juga tentang investasi emas dan reksa dana.

Hubby pernah bilang, kalo uang ditabung melulu ntar akan selalu ngerasa cukup, ga kekurangan uang, banyak duit. Akibatnya jadi royal belanja ini itu. Mending uang yg di tabungan seperlunya aja, banyakin di investasi biar rasanya ga punya duit krn saldo di atm paspasan. Hehe.. Bener juga loh :)

Asuransi udah. Investasi udah. Sekarang gmn jalanin financial plan bulanan biar ada dana untk tabungan, asuransi, investasi sambil dapur tetep ngebul dn msh bs dikit2 senang2.

Masih PR juga sih buat kami. Krn yg paling utama dlm hal ini adlah lifestyle. Yes lifestyle sgt berpengaruh pada sisa saldo bulanan. Apakah surplus atau malah minus. Di TUM saya nemu forum tentang family balance sheet alias laporan keuangan keluarga. Bahwa sebaiknya tiap keluarga menganggarkan sejumlah uang untuk pos2 pengeluaran bulanannya dan sejumlah uang untuk pos2 tabungan dn investasinya. Dan setiap pengeluaran DICATAT agar terlihat cash flow nya.

Bulan lalu saya baru donlod aplikasi Expense Manager di hp dan ternganga melihat betapa bocornya pengeluaran keluarga kami pada pos pengeluaran yg sifatnya senang2. Beneran ternganga deh! Selama ini seenaknya aja ngapa2in ga pake dicatet. Sekalinya dicatet dn dijumlahin, OMG ternyata banyak bocornya. Ihiks.. Agak sedih ko baru mulai bulan lalu. Secara nikah udh 20 bulan dan udh ada Asha 10 bulan. Kemane aja gw seneng2 melulu ga mikirin masa depan! Enough playing around, it's time to be serious.

Saya udh bikin balance sheet di excel. Tp untk catet pengeluaran harian aplikasi expense manager bantuu bgt. Dan skrg mulai menerapkan amplop akordeon buat tiap pos pengeluaran. Apa itu amplop akordeon??

Jadi setelah dijumlah-jamleh brp total kebutuhan sebulan, yg hrs dilakukan adalah ambil uang di atm sebanyak keperluan kita dlm sebulan tsb. Kemudian uangnya dimasukin ke amplop yg masing2 udh ditulis utk kebutuhan apa. Misal, amplop belanja bulanan, amplop belanja sayur di warung, amplop bensin, dll. Kalo bs selama sebulan cukup2in tuh uang di tiap amplop dn jgn ambil2 uang di atm lg. Dari situ akan ke kontrol brp pengeluaran per hari, per minggu, per bulan.

Duh panjang ya bo! Sampe gempor ngetiknya. Jadi baru segitu doang sih financial plan keluarga kami. Simpel bgt. Masih banyak PR nya, ada biaya pendidikan, kpr, biaya liburan, dan cita2 lainnya. Semoga ada rejekinya. Yosh!! Semangat belajar financial plan, semangat nyatet cash flow, semangat hidup hemat!! :)

XOXO

[NGOBROL] Stop Yelling And Mocking Your Child!

Mumpung ada mood nulis dn Asha bobo, mari lanjut postingan kedua di siang ini. Hehe..

Jadi, lingkungan di sekitar rumah (kontrakan) saya banyak anak2 kecil. Dari bayi baru lahir, 6 bulan, 9 bulan, 10 bulan (Asha), 11 bulan, 2 tahun, 4 tahun, 5 tahun, kelas 1 SD, ah pokonya banyak cilik2 disini. Nah saking banyaknya cilik2, jadi pada jam2 tertentu pas mereka pada berkeliaran main di jalan komplek pastilah jadinya rame.

Tetangga depan rumah saya punya dua anak, umur 4 tahun (cewe) dn 2 tahun (cowo). Tiaaapp hari tu anak dua berapa kali pasti dibentak2 sama emaknya, sama budenya, sama sepupunya yg kuliah, dn sama neneknya yg semuanya tinggal di rumah yg sama. Awal2 denger mereka bentak2 anak kecil, ngenes bgt. Apa ga bisa yaa ngomongnya baik2, ga usah teriak2. Ke anak sendiri loh. Pdhl anaknya jg ga bandel2 bgt loh menurut saya. Dan alhasil si anak itu nangiiiiss melulu tiap hari lebih dari tiga kali. Ya pagi siang sore malem.

Misalnya nih si anak cowo yg entah knp ga demen pake sandal dn lebih nyaman nyeker kemana2 selalu dibentak gini, Uwiiiiiiii pake sendal!!!!! Hiihhh awaas ya!!!! Dengan level teriakan yg diatas rata2.

Atau gini, Uwi minggir sana! Males banget deh gue sama lo! Kata si sepupu kuliah ke anak 2 tahun. Hellloooo...cara ngomong lu ke anak 2 tahun tuh yg bikin gue males dengernya! Greget sendiri deh dengernya.

Dalam hati saya berjanji kalo saya ga akan bentak2 Asha kaya gitu. Buat apa? Toh anak jg ga akan dengerin kita kalo kita bentak2 mereka.

Saya jadi salut sm mertua saya yg ga pernah sekalipun bentak de Hudan. De Hudan adlh adik bungsunya hubby yg skrg umurnya masih 3 tahun. Pdhl yaaaaaa...de Hudan super duper aktif dn ga bs diem. Saya yg liatnya aja stress klo dia acak2 rumah, lempar2 mainan, atau melakukan kebandelan2 lainnya. Tp bapak ibu ga pernah bentak ade. Hebat bgt. Kalo saya, kali udh jedotin kepala sendiri ke tembok ngadepin ade tiap hari. Hehe..

So what's the point of yelling to your kids? Nothing.

Dan makin parahnya disini adlh ibu2 tetangga yg ngajarin anak2 buat ngejek anak lain (lagi2 sasarannya uwi krn dia dianggap paling cengeng dn jadi objek penderita) dengan lagu yg begini bunyinya,

Sorakin uwi, WOOOOYY!!! Sekali lagi, WOOOOYYY!!! Mana orangnya, WOOOYYY!!!

That's just sick!!! Ko ngajarin anak kecil mocking temennya seakan2 itu biasa aja. Ih sumpah sebel bgt. Kalo Asha yg digituin, pasti saya udh sewot2. Siapa yg rela anaknya dimocking rame2? Absolutely not me!

Sungguh yaa ga guna bgt deh ngajarin anak kecil ejek2an. Cuma bikin si anak jd minder dn terus2an akan jadi objek penderita diantara temen2nya. Dan bikin anak yg ngejek ngerasa superior. Oh my God!

Anak adalah manusia kecil yg jg ingin dihargai, dimengerti, dn dipahami. Sama seperti org dewasa. Mereka jiwa2 kecil yg masih rentan. Yg msh harus dilindungi, dibina, disayangi. Bukannya malah dibentak dn diejek.

Ya Allah, saya memang blm sempurna menjadi ibu yg baik bagi Asha. Tapi semoga saya terhindar dr sifat suka membentak atau mengejek Asha.

Stop yelling and mocking your child.
Hug them and love them. That's all what they need.

XOXO

[NGOBROL] Bonteng dan Bocan

Bonteng dan Bocan adalah duo maut kesayanganku, permata hatiku, penggembira hidupku, segalanya bagiku. Yes they are my hubby and my baby :)

Bonteng alias BOtak gaNTENG dan Bocan alias BOtak CANtik :) Karena skrg mereka berdua lagi kompakan sama-sama botak. Hihi..

Asha dibotak untuk ketiga kalinya sejak lahir. Pertama dibotakin waktu aqiqah, digunting di rumah dan dirapihin di hermina. Botakin kedua pas umur 5 bulan di hermina lagi, gara2 numbuh rambutnya ga rata. Btw botakin bayi di hermina mahal ya bo, 60 rebu aja gitu tarifnya. Dan ga plontos hasilnya, masih nyisain rambut 1 cm kira2.

Habis dari dibotakin kedua kalinya, ada aja kejadian sama Asha. Mulai dr kejang demam yg ternyata akibat demam berdarah (ihikss..) waktu Asha umur 5-6 bulan. Trs demam hampir tiap minggu waktu umur 7-8 bulan. Haduh masa-masa itu bener menguras energi, pikiran, dan perasaan. Sampe aku kurus dan badan balik lagi kaya sebelum hamil. Duh kalo boleh minta sama Allah, mending agak tembem aja deh drpd kurus tp caranya harus dgn cara banyak pikiran krn Asha sakit. Ihiks..

But that was the past. Insya Allah Asha udh jgn sakit2 dn demam2 ga jelas lg, tinggal sehat2 nya aja. Amiinn..

Lalu pas Asha 9 bulan, Mas Pram tiba2 kepikiran pengen botakin Asha lagi. Gara2 rambutnya lamaaaa tumbuh dan tipis dan carang. Akhirnya berbekal keyakinan, gunting tajam, gillete bermata pisau dobel, dan disertai bismillah, hari minggu pagi itu saya dan Mas Pram bahu membahu ngebotakin rambut Asha.

Eh Ashanya malah bangun pas mau dibotakin. Jadi berusaha bikin Asha anteng dn ga geleng2. Dan artinya we had to do it fast sebelum Asha ngamuk. Saya yg gunting rambut Asha. Dipendekin dulu biar cukurnya gampang. Mas Pram yg cukur. Secara yaa dia udh ahli tiap minggu cukurin kumis dn brewoknya. Hehe.. Alhmdlh kurang dr satu jam, rambut Asha sukses plontos, botak licin. Lebih rapi dr hasil cukur di hermina. Both of us satisfied with the result :) Sambil bersihin rambut Asha yg berserakan, hubby bilang, sekalian buang sial. Hee..

Satu bulan setelah dibotakin, rambut Asha tumbuh lebih lebat dn lebih hitam. Keliatan bgt bedanya drpd sebelumnya. Dan alhmdlh Asha ga demam lg sejak dibotakin ketiga kalinya. Mudah2an Asha selalu sehat seterusnya. Amiinn..

Jadi itu cerita Bocan. Cerita Bonteng?

Hubby udh brp bulan ga cukur rambutnya. Alhasil rambutnya gondring ga karuan. Ih udh gemeeess liatnya. Ditambah kumis dan brewok yg awut2an bikin Asha nangis tiap hubby cium pipi Asha. Tiap disuruh cukur rambut, bilangnya ntar aja, belum panjang kok. Haiihh makin gemeeesss.

Akhirnya suatu hari  hubby ke barber shop jg buat cukur cepak rambutnya. Ga plontos sih, masih sisa 1-2 cm. Nah pulang dr barber shop, begitu buka pintu rumah, Asha lgsg kaget dn sukses nangis liat penampilan baru ayahnya yg berubah drastis. Haha.. Asha ga kenal sm ayahnya. Kiranya Asha, sapa ni orang ujug2 masuk rumah gue dn senyum2 sama gue. Huaaaa.. T-T Gitu kali ya. Hehe.. It took several minutes for Asha to notice that those guy is her daddy :D Habisnya dari gondring ke botak cepak, it quite a drastic change. Hehe..

So that was the story of Bonteng.

Now the deadly duo, Bonteng and Bocan, siap beraksi menaklukan hati ibu. Love you both muaaacchh!!

XOXO

Bulan Si Buah Hati

Pernah denger bulan si buah hati?? Itu adalah program tahunannya Yogya departement store yg saya tunggu2 sepanjang tahun ini, yaitu saat semua kebutuhan si buah hati didiskon besar2an. Mulai dr produk supermarket macam susu formula, popok, toiletries dn produk fashion macam baju2 bayi dan anak.

Tahun lalu waktu sedang hamil 7 bulan, saya sukses belanja kebutuhan bayi dengan harga diskon. Syenaaaang syalallala :D Saya beli banyak baju bayi yg semuanya didiskon 20%. Kalo belanja jumat sabtu minggu bisa ambil lucky dip untuk tambahan diskon up to 20%. Lumayaaaannn bangeett kan buat new mom yg pasti lagi getol2nya ngumpulin baju2 bayi dn pernak-perniknya. Apalagi baby gear macam stroller, baby box, high chair, car seat, mainan2 jg ikutan didiskon. Ibu mana yg ga kalap liat diskonan buat calon jabang bayinya cobaaa??? :D

Makanya tahun ini sya nungguin bgt tuh program Bulan si buah hati. Tahun ini udh ada Asha, pasti makin seru belanjanya. Tapi karena Yogya departement store cuma ada di bandung dn beberapa kota di jawa barat, dan sialnya di depok ga ada Yogya, jadi saya cuma bisa nebak2 kapan kira2 program itu diadakan tahun ini. Browsing2 info di internet jg ga ada kabar beritanya. Siiigh....

Lalu bulan november ini karena ada long weekend, kami mudik ke bandung. Sambil lirik2 Yogya yg deket rumah, berharap Bulan si buah hati udh mulai bulan ini, tp ga ada banner atau posternya.

Taunyaaa hari ini waktu iseng mampir ke Yogya deket rumah Mas Pram buat beli bahan makanan Asha, ternyataaaa bulan si buah hati berlangsung selama bulan november. Padahal bsk udh mau pulang dn ga ada waktu lagi untuk belanja. Sedangkan di Yogya tempat kita belanja ga ada fashion anaknya, cuma supermarket doang. Pupus sdh harapan belanja baju buat Asha. Huaaaaaa...alamat nunggu sampe tahun depan ini mah. Dadah dadah deh sama baju bayi diskon T-T

Pelajaran yg didapat : tolong catet yaa di reminder kalo Bulan si buah hati mulai tiap november. Jadi udh prepare kapan ke bandung buat hunting baju buat Asha. Long live emak2 modal diskon!!!

XOXO

Hi Saturday!!

Just wanna say that we had good long weekend in bandung. Yes it is the first time Asha mudik to bandung to visit her eyang and mbah :)

By the way finally i downloaded blogger app to my phone. How i love smart phone!!

Ini lg tes ngeblog pake blogger app ceritanya. Sambil jalan2 sama Asha dan hubby menikmati minggu sore di bandung. Uhuy! :)

XOXO

Coming Back

whoaaa.. udh berbulan2 ga update blog. terakhir kali nulis blog msh duduk manis depan kompi di kantor. skrg udh jd happy stay at home mom, bloggingnya dari hape, tiduran sambil nenenin asha. haha..

selama 3 bulanan ini buanyaaakk bgt cerita nya. suka maupun duka. tapi ya itu dia, krn ga bs lagi ngedate sama laptop, jadinya internetan cuma dari hape android yg dikasi dari suami tersayang :* dan krn ndeso, sya ga tau cara ngeblog dr hape. ini jg smbil coba. kalo sakse, kayanya hbs ini bakal ada maraton updetan deh. lemme say, im coming baaaack!! yuuuuu marii cusss....

Apa Apa Apa

Kemaren malem saya kaget denger Asha ngoceh dua suku kata dan kedengeran seperti, "apa,apa,apa". Hehe.. Dan dia ngulang2 terus ocehannya itu. Wajah dan bibirnya itu loh waktu bilang "apa,apa,apa" ga nahan banget >_<

Setelah sebelumnya dia ngoceh, "ngga ah", sekarang tambah lagi vocabulary nya, "apa,apa,apa". Jyahahaha :D

I'm so happy and excited that Asha achieved another milestone at her 6+ moths. Just a couple days left before she turns 7 months old. The time flies so fast :')


Bussines Mama

Just a few days left before i officialy become stay at home mom :D

I already had several plans on what will i do as a stay at home mom. Sure i won't just stay at home and do nothing. Since i don't hire a helper to do the house cleaning job, i'll do all the job by myself plus i have to take care of Asha all day. I think i'm gonna quite busy tough. But i'll manage to do other job. Yes, i wanna try to be a bussines mama whose doing her job at home while taking care of my baby. I even had the name for my future bussines, it ended with Enterprise, because it consists of several bussines lines.

For the first step, i plan to make an online shop that sells hijab, broche, accessories, and my preloved dresses. But i don't want to put too much money on it. So i have to find good stuffs in good price. Insya Allah, the online shop will launch very soon :D

The second step, i plan to make a birthday party planner for babies and kids. I'm still collecting the material to run this bussines. My goal is to launch this second line on January 2013, after Asha's first birhday. I'm going to make Asha's birthday party as my first project. Insya Allah :D

The third step, i plan to take the sewing class. Yes, i wanna learn to sew. It's been my dream from long ago. I wanna be able to make little dress for Asha, i want to sew cute stuffs such as doll, wallet, purse, bag and sell it. Further more i want to make party supplies or souvenirs for my birthday party planner bussines. Oh how i really want to make it real! But i have to wait until step one and two accompolished.

Are those too much? I always dream that one day i'm going to do things i'm passionate about, things that i love. Maybe my plans sound too high. But i'm going to make it real. Insya Allah. One step at a time to make my dream into reality. Amin.

Asha Won't Sleep

Asha is almost 7 months old now. Lately she had new habit : she poo almost every night. Often i didn't notice that Asha already poo on her diapers. It's all because she didn't look like she wanted to poo, i thought she just fart. Hee.. So we continued playing around in bed, giggling, tickling, hugging, until she finally got ranky because she felt asleep, but she didn't want to sleep. At first i didn't know what was a matter with her. Until i decided to check her diaper and voilaaaa the big bumped waiting to be cleaned! :D

It happened several times. Now i know whenever she looks asleep but she just can't sleep, that mean she had done big bussines on her diaper that needs to be cleaned. If she able to talk, maybe she'll say "mommy clean my butt please, it moist and uncomfortable down there, i can't sleep". Hehe..

After i cleaned her butt and changed the diaper, she slept right away. What a smart baby. You got me amazed, dear baby! Now whenever she won't sleep, i'll just check the diaper, maybe she just done another big bussines down there. Hehe :D


Jempol Kakiku

Asha sudah 6,5 bulan. Makin besar, makin tinggi. Sekarang kakinya udah mulai panjang dan bisa digapai oleh tangannya terus dimasukin ke mulutnya :D Sebenernya udah dari minggu kemaren Asha udah mulai melahap jempol kakinya. Tapi awalnya masih sering lepas2, sekarang makin mahir masukin jempol kaki ke mulutnya. I think that's another milestone for Asha at her 6 months old :D

*btw ada fotonya sih. cuma karena satu dan lain hal, masih belum bisa upload foto di beberapa post terakhir. sigghh..

Sekarang kalo dibiarin mainan sendiri di kasur, dia pasti sibuk menggapai2-gapai kakinya dan berusaha masukin jempol kaki ke mulutnya. Seru deh liatin usaha pantang menyerahnya dan muka2nya yang penuh semangat ituuu. Hiburan saya setiap malam sebelum tidur :) 

Another milestone this month is, Asha sekarang ngocehnya lebih jelas. Dan terdengar seperti dia bilang "ngga ah". Dan dia hobi banget mengulang-ngulang ocehannya yang "ngga ah" itu. How long does it take for her to start calling me "ibu", yaa? Ga sabar nunggu Asha bisa ngomong... :D

Ahhh..the baby grows so fast. I wonder what will she do next?





The Milestone Day

Sabtu Minggu adalah hari dimana saya dan suami bisa menyaksikan milestone nya Asha. She grows so fast lately. Sabtu Minggu kemaren Asha sukses membuat kami terheran-heran dan terkagum-kagum dengan tingkahnya. Beberapa milestones dia weekend kemaren :

1. Asha mulai belajar berdiri dengan cara menyandarkan badannya ke badan saya (tanpa saya pegangi loh). Kalo dia mulai merasa cape, dia duduk deh. Pantatnya itu lohh megal megol banget deh kalo berdiri :D

2. Asha mulai bisa duduk dengan stabil dan bisa mengangkat sendiri badannya dari posisi duduk senderan ke posisi duduk tegak. Horeee :D

3. Asha minum sendiri pake Doidy cup nya. Walau pada akhirnya baju dan kursinya basah kuyup semua. Soalnya hampir sebagian air di Doidy cup nya bukan masuk mulut, malah ditumpah-tumpahin. Hehe.. Mau belajar mandi sekalian kali yaa.. :D

4. Asha makan semangka sendiri. And she loves watermelon so much! :D Akhirnya berhasil juga BLW-an walau berkali2 diprotes sama ibu. Haha..

5. Asha naik ojeg!! Ini yang paling seru. Sambil saya gendong, Asha nampak kaget naik ojeg (motor) pertama kali. Asha mencengkram erat baju saya sepanjang jalan naik ojeg, sambil melotot ngeliatin jalanan. Seruuu :D


Oya, Sabtu kemaren kami sempet foto box di Papyrus Foto @ Ciwalk. Asalnya mau foto studio sekeluarga. Sesuai rencana saya semula yaitu, mau foto studio tiap 3 bulan sampai Asha umur 1 tahun. Tapi karena Asha udah kecapean habis imunisasi dan hubby juga kayanya males (lemes berhubung puasa), akhirnya batal deh foto studio. Tak jadi foto studio, foto box pun jadi. Sayang bo, Asha udah saya dandanin cakep-cakep dan saya juga udah sengaja pake make up dari rumah. Haha..ogah rugi dasar. Kali ini Asha agak bisa diajak kerjasama foto studio dibanding waktu dia masih umur 2 bulan. *yaiyalaahh ini mah emaknya sableng ngajak bayi umur 2 bulan foto studio ;p* Walau cuma 1 frame doang yang Asha nya liat kamera, sisanya dia malah melongo liat layar. Hehe.. Ah bulan depan mau foto box lagi ah... :D


I Found Dried Prune Here

One day i read article about prunes here. Another TUM articles yang sukses bikin saya mupeng pengen ikutan cari dan beli barangnya. Racun banget yaa TUM iniii..tapi racun yang baik. Hehe.. :D

Menurut artikel itu, prunes berfungsi sebagai antikonstipasi alami yang aman buat bayi. Loh emang bayi yang masih asi eksklusif udah boleh makan buah prunes? Nah ini hebatnya prunes, walau yang makan prunes itu ibunya, tapi bayi yang minum asi ibunya itu bisa juga merasakan manfaat si buah prunes ini. Bayi yang hampir seminggu ga pup, setelah minum asi ibu yang sebelumnya makan prunes, dalam hitungan jam berhasil pup dengan lancarnya. Hebat kan?

Wiihh..saya jadi penasaran banget deh sama buah yang satu ini walau ga terlalu yakin dimana bisa dapetin buah beginian. Kayanya kalo pun ada yang jual, pasti bakalan mahal deh harganya. Lagipula pup nya Asha masih tergolong lancar, jadi saya ga terlalu mikirin banget buah prunes ini.



Gambar buah prune matang di pohon dari Mbah Google


Nah hari minggu kemaren, saya, hubby, dan Asha iseng belanja buah untuk MPASI Asha di Carrefour. Biasanya kami beli buah di Superindo atau Griya, jarang deh sengaja beli buah ke hypermart gitu. Ga sengaja liat rak yang memajang dried fruit. Awalnya yang saya liat pistachios, walnut, dan macem-macem dried fruit lain. Ehh..taunya disitu ada si dried prunes! Horeee.. Seneng deh bisa nemu buah prunes ini. Padahal ga niat cari juga. Hehe.. Harga sekotak dried prunes juga ga terlalu mahal, sekitar 30 ribuan ajah.

Sampe di rumah, saya langsung makan si dried prunes ini. Penampakan dried prunes aga-agak mirip kurma, item dan berkerijut-kerijut *apaan sih ni bahasa*. Tapi rasanya ga semanis kurma dan ada asem2nya. Saya sih langsung suka sama rasa dried prunes ini.


Dried prune mirip kurma kan?
Tapi lebih gede sih potongannya daripada kurma


Ga lama setelah makan dried prunes, saya nenenin Asha. Dan bener aja, ga berapa lama kemudian Asha langsung pup loh! Haha.. Entah kebeneran atau apa. Tapi besokannya Asha pup sampe 4 kali loh, saking lancarnya. Padahal biasanya dia pup 2 kali sehari. Konsistensi pupnya juga bagus, ga cair. Wah beneran nih prunes bagus banget buat melancarkan pencernaan bayi tanpa bikin bayi sakit perut. Soalnya Asha pup dengan santai nya dan ga keliatan sakit perut atau ga nyaman. Totally recomended dah buah yang satu ini.

Eh tapi ko efek ke saya nya biasa aja. Haha.. Kayanya bakal nyetok sekotak dried prunes lagi nih :D



A Confuse Working Mom

This post is about my confusion as working mom who left my baby at house with family member. Fiuhh..

As a working mom who left Asha from 6 am to 7 pm, often i found Asha already fell asleep when i got home. My role during weekdays is just to breastfed and cuddle her till she falls asleep. In the morning, when it's time  for work , all i can do just kiss her cheeks and wishper to her ear while she still asleeps. Sometimes when she already wakes up early in the morning, she greets me with her sweetest smile and stares me with her bright eyes. Then i'll carry her, fell her soft and warm body in my arm, kissing her, and telling her her how beautiful she is and how much i love her. It's hard for me to leave her when she wakes up. That would be my first confusion.

After more than 12 hours leaving house, through the long exhausted journey from work to house, often struggling with traffic jam, my body needs time to realx. But i can't, because i have one more schedule to pump breastmik, i have Asha's bottles wait to be cleaned and sterilized, i have pile of Asha's cloth diapers and clothes wait to be washed, and ofcourse i have Asha to breastfed and cuddle. Though sometimes i abandon the clothes for couples day before i wash it, though sometimes i collect the expressed milk bottles for a week before i clean and sterilize it, it's all because i'm not a super mom who can stay a wake late night doing cleaning stuffs. I admitted that i'm a sleepy head. I can help it.

I put those dirty clothes in laundry bin and collect it till i have time to wash it, sometimes in 2 or 3 days. While for clothes diaper i manage to wash it everyday. I put the used  glass bottles, where i keep the expressed breastmilk (ASIP), in refrigerator until weekend before i clean it. Meanwhile the used feeding bottles have to be cleaned and sterilized everyday. So during weekend i do have lot of things to do. Not to mention my own and hubby's dirty clothes for a week.

Sometimes the family member intervention makes the situation even worse. They soak the used glass bottles with water ine big bowl along with breastmilk left inside. It makes the bottles stinks, even after i washed and boiled it. They soak cloth diapers with water inside the bucket and put the dirty clothes together in it. The problem is there's still poo lefts on cloth diapers. It mess the whole clothes for sure.

When i always keep everything dry, they always soak it in water and left it for days. And i don't have capability to clean all of that mess right away. And i don't have a heart to tell them to stop doing it, because it would mean i blame them while they just try to help me. Siggh..

So that was my second confusion.

I can't wait the day when i don't have to leave Asha at home. I can't wait for the day to take care Asha and do the whole thing by my self. I can't wait to be stay at home mom. There's still three more weeks to go.


Menu For The First Week

It's been more than a week since the first time Asha started the first meal. I gave her fruits for her first meal other than porridge because fruits are simpler to digest.  Fruits contain simple sugar, while rice or any high carbo meal contain complex sugar which needs more complex metabolism process. According to book i read, "Makanan Bayi Sehat Alami", fruits are better serve as baby first meal. So i was right :D

*by the way, the book is recommended. it explains healthy and natural food for baby, how to introduce meal to baby, do and don't baby food, tips, recipes, and so on. the book is hard cover, using high quality glossy paper. good book*

This is Asha's menu last week,

Asha's first fruit is red melon. Why? Because red melon good for baby poo. 


I gave cavendish for Asha because it's good for baby.



Avocado is Asha favorite fruit. She eat avocado alot and can't stop. Hihi.. :)


This baby orange, Asha didn't like it. Maybe it tastes like syrup she took at hospital and she hate it. 
Remembering her at the time she was sick. Just my guess.


Asha didn't poo for two days after she eat papaya. But at the third day, she poo alot :D



Manggo. I don't know if she likes it or not. 
Because i wasn't there to see Asha eat her manggo. But my aunt said, it was okay.


I follow the rule to give each fruit in two or three days before i change into other fruit. This is important to see whether Asha allergic to any of that fruits. Asha ate twice a day. I added breastmilk into the fruit to adjust the consistency and to help Asha swallowed the fruit.

To smashed and served fruits for Asha, i used this Pigeon Food Maker 


Pigeon Food Maker


This Pigeon Food Maker is so useful, i smashed and served fruits from the same bowl. It comes with small spoon that perfect for baby's first spoon. Asha loves her spoon, she often grabbed it from my hand and took it to her mouth :D

After two weeks then i can mixed two fruits in a day. Fruit section at grocceries now become my best friend. 

I love to see Asha eat. Her million dollar expression when she tried different menu is my favorite part. And my happiness is to see Asha opens her mouth widely when i spoon fed her. Priceless!






The Story Of Power Pumping

In my previous post, i wrote about power pumping that can boost breastmilk output. So i've been practicing this power pumping method for three days during office hour. *because once i got home, i couldn't practice power pumping since Asha attached on me all night* Before practicing this method, i pumped 2-3 times a day at office. Mostly i only managed to pump twice a day, because i was busy *not with job but with enchanted site and blog* Hehe.. :p

Image from here, because i don't want to put my photo here :p

Started on monday i struggled to pump 4-5 times a day at office. Tough in power pumping it said that you have to pump for 20-30 minutes every hour. Yes, every hour! Ofcourse i can't do it at office and still it wasn't easy for me to pump every 2-3 hours. But i did :D

On monday i gained 300 ml breastmilk, on Tuesday i gained 295 ml. I wasn't very satisfied with the result because i was expecting more than that. Before Asha was sick and started her meal, i could get at least 300 ml *or even more* a day from 3 times pumping. How come after practicing power pumping i gained less breastmilk than usual? But i refused to give up because i want to give Asha the best i could give, breastmilk.

On third day *today*, i feel that finally it works on me. I pumped 2 times and i gained 190 ml, nearly 100 ml per pump. Almost back to normal result. Yeaayy! I'm so confident that i can bring more breastmilk fo Asha today. I'm so happy, i wanna dance! :D

Image from here. I hope my freezer full of bottles of expressed breastmilk again soon


Here i want to share my tips on practicing power pumping,

- The poin is, never give up. Tough at first i don't get the result as i expected, just don't give up. Keep pumping. It will show the result for sure.

- Keep positive thinking. Believe that your body is on its way to increase breastmilk production.

- Be grateful on every result you get

- Increase your pumping schedule, if necessary you can pump every hour. Or it's still okay i guess if you only able to pump 2-3 hours a day like me.
*oh i don't even pump 2-3 hours a day, only during office hour, but it still works*

- Play some music to make you relax.
*i put my headphone and play my mp3 list or listen to the radio during pumping session. i pump my breast in 1,5-2 songs each. i don't get bored and have enough time to pump each breast. don't change pumping breast often in short period of time, the result won't maximum*

- Don't be too cc oriented. Just ignore the cc bars on your bottle, it will make you stress and it will affect the result. Try not to stare at cc bars. Enjoy your pumping momment, enjoy the music playing, and viola... more breastmilk in bottle.

- Be strict on schedule. Don't let yourself leave one pumping time. This time you have to be more discipline.

- Drink a lot of water

- Eat nutricious food and supplement.
*for supplement i take two spoons of date concentrate and 2 glasses of soya milk a day*

Enjoy your power pumping experience and good luck :D


And Then After 6 Months

The biggest achievment for me as a mom that i want to reward myself with something (or should i ask my hubby to reward me?) was finishing Asha's "almost" exclusively breastfed for the past 6 months. Kenapa saya bilang almost exclusively breastfed? Karena alasan ini nih :

- Asha did drink some formulated milk for three days at hospital right after she was born (i don't know how could i be so stupid by letting them gave the formulated milk to Asha?). Walaupun selama 3 hari itu during the day Asha was breastfed tapi waktu malam dia tidur di ruangan bayi karena harus masuk inkubator untuk menjaga tubuh kecilnya tetap hangat. Nah di ruang bayi itulah si suster2 itu minumin susu formula ke Asha. Huhu..
- Asha started her first meal earlier than it supposed to be. Soalnya hari pertama Asha makan itu harusnya adalah 11 Juni 2012, which is hari rabu. Sedangkan hari rabu adalah hari kerja, jadi saya majuin waktu makannya dari hari minggu. Because i wanted to be the first person who gave Asha solid food, i wanted to see her million dollar expressions when i fed her, i wanted to make sure that it was a good experience for her, i wanted to make example for my aunt on how to prepare Asha meal.  

Jadi kayanya Asha ga fully exclusively breastfed, but she almost exclusively breastfed. Hehe.. :D


Then after 6 months struggling with breast pump, cooler bag, calculating ASIP stock in freezer, and so on, ternyata produksi ASI saya cenderung berkurang sodara-sodaraaa. Cari info sana-sini ternyata memang kalo  bayi udah mulai makan, maka produksi ASI akan cenderung berkurang. Huhu.. Paniikk rasanya liat cadangan botol ASIP cuma tinggal 3 biji aja di freezer. When it used to be 15 bottles left on freezer, today it last only 3 bottles. Nangis2 lah saya semalem di depan hubby.

At office i can pump 3 times a day so i can bring 3 bottles of ASIP @100 ml to home. At home i pump one more time and i can get 1 more bottle. But Asha needs 5 bottles a day to fulfil her hunger. I used to get the extra bottles from ASIP stock in freezer. But now, my ASIP stock only 3 bottles left. Sekarang saya benar-benar bingung!

Ditengah2 kebingungan saya (dan hampir menyerah sama susu formula), saya nemuin artikel bagus ini di TUM. The power of pumping! Ternyata dengan niat, semangat, positive thinking, dan usaha mompa tiada henti, produksi ASI bisa meningkat. After i read the article last night together with hubby, we both optimist that i able to provide ASI for Asha. It's all about how i manage my time to pump more often than before. I don't want to give up.Yes i can! 

Hari ini saya langsung praktekin teknik the power of pumping itu. Walaupun ga mungkin bisa mompa sejam sekali, at least saya berusaha untuk meningkatkan frekuensi mompa di kantor. Dari 3 kali (itu pun seringnya cuma jadi 2 kali doang karena keasikan kerja atau browsing) menjadi 4 kali sehari. And i won't let myself to skip the schedule. So far sudah dapt 230 ml hasil dari 3 kali mompa. Mudah2an hari ini dan seterusnya bisa bawa 450 ml ASIP ke rumah. Amiinn..



Welcome New Title

Kemaren bertepatan dengan ulang bulan Asha yang ke 6, saya submit surat pengunduran diri ke big bos. Fyuhh.. Tanpa proses panjang dan tanpa interogasi, surat pun sukses ditandatangani. So i'll be officialy jobless on August 10th. Welcome new title! I'll be no longer a working mom. I'm going to be a stay at home mom whose fully spending my time with Asha. Yeaayy..finaly :D

It's not that easy for me to make such decision. Di mata sebagian orang mungkin berpikir bahwa menjadi ibu rumah tangga kalah gengsi dibandingkan ibu yang bekerja. Tapi bukan berarti menjadi ibu rumah tangga lantas harkat derajat saya jadi turun dibandingkan saat saya masih bekerja. Well, i'm proud to say it loud that i'm a happy stay at home mom.

No matter i'm a working mom, stay at home mom, or working at home mom, i'll always be a mom for Asha. It's a matter of choice. And for now i choose to be a stay at home mom. Whatever my choice is, being a working mom, stay at home mom, working at home mom, or whatever mom, i wanna do it happily. And i'm happy with the decision i made :D


Half Year Asha

Yeaayyy.. Asha is 6 months old today. Happy monthlyversary dear baby! Mom and Dad love you so much :*

The time is running so fast. She has been with us for the past half year now. Tough there were so many up and down through this past 6 months, we're so grateful that our baby girl grows healthy and beautifuly. Celebrating her 6 months old is also celebrating my self whose able to provide enough breastmilk for her. Thanks God. I'm not saying that Asha had exclusively breastfeed. Because right after she was born, hospital gave her formulated milk. And as i said in previous post, i gave Asha her first meal 5 days earlier before today. So, is it still count as exclusively breastfeed or not?

My 6 months old baby girl grows fast. She learns how to grab stuff and put it i her mouth, she learns to chew food, she learns to sit, she smiles a lot, screaming and babbling a lot, she's no longer fits in her 3-6 month onesies and her 0-6 month legging. She is my precious. My love to her grows stronger everyday.

Happy 6 months old, dear Asha! Enjoy your meal, darling! Stay health, stay great! Hug and kiss from Mom and Dad.



Asha Loves Tomato

Asha started her first meal 5 days earlier before she's 6 months old. Hehe.. It was me who had the idea to give early meal to Asha. Naughty mommy!

We (me and Asha) were at hospital that day, Friday July 5th 2012. Asha was already fit that day, we were waiting for doctor for final visit and waiting hubby to pick us up. That morning i ordered sandwiches for breakfast *by the way they served delicious nutritious sandwiches i ever tasted. There were tomatos slices on it. Somehow i took the tomato slices, cut it in long shape, remove the seed, and handed it to Asha. Hihihi.. >:-)

She grabbed the slippery tomato slice, looked at it curiously, and it took sometimes for her until she put it in her mouth. Haha..  But then the tomato slice slipped from her hand. And that was it, she refused to grabbed it and preffered to throw it. Sighh.. She wasn't interested yet in her meal.

But i was so curious to see her reaction if i put the tomato in her mouth. So i put the tomato inside her mouth, she began to sip it. My God her face when she sipped the tomato was priceless! At first she was surprised, curious and astonished at the same time. She stopped a while and began to laugh and scream. Ooww..she loved it! :D She began to take another sip of tomato. She sipped it almost all the way through, if i didn't hold the tomato i think she already eat the whole slice. Hihi.. At the end she only eat half slice because i think it was enough for meal trial. The conclucion was, she loved tomato! :D

At noon when she poo, there were tomato skin left on her poo. Haha.. Good girl! You made it!


Asha Was Sick : Medical Encounter

My baby girl Asha dirawat di RS Hermina Arcamanik Bandung sejak hari Sabtu tanggal 30 Juni 2012. Asha yang saat itu berada dalam gendongan ibu dibawa dari ruang IDG ke ruang perawatan menggunakan kursi roda yang didorong oleh suster. Kami tiba di ruang perawatan 315a pukul 01.30. Asha berbagi ruangan dengan satu pasien lain yang sudah lebih dulu menempati ruang 315b.

Asha mulai rewel sejak pertama masuk ke dalam ruangan. Dia menangis dan merengek walau sudah kami gendong. Huhu.. Sedih sekali melihat Asha seperti itu. Saya, hubby, dan ibu bergantian menggendong Asha dan berusaha meredakan tangisnya. Saat itu demam Asha belum reda juga sehingga kami masih meletakkan kain kompres di dahinya. Sesaat setelah Asha tenang dan mulai tertidur, hubby pamit untuk mengantarkan ibu kembali ke rumah dan mengambil beberapa barang yang diperlukan. Saya pun meringkuk di atas tempat tidur sambil memeluk Asha yang mulai tertidur. Ada rasa takut dan khawatir ditinggal sendirian saja dengan Asha. Tapi saya berusaha tegar demi Asha. Lagipula ada suster yang selalu bolak-balik mengecek suhu dan kondisi Asha. 

Sambil menunggu hubby kembali, saya terus menerus mengecek suhu Asha dan mengganti air kompresan. Malam itu Asha tidak bisa tidur nyenyak. Pasien di ruang 315b juga masih anak-anak. Beberapa kali dia sempat merengek dan suaranya membangunkan Asha. Menyebabkan Asha terbangun dari tidurnya dan menangis lebih keras dan lebih lama. Sementara pasien sebelah melanjutkan tidurnya, Asha masih merengek dan menangis. Saya dan hubby bergantian menimang Asha, mencoba menenangkannya. Saat Asha mulai berhasil tertidur, pasien sebelah kembali merengek. Duuh... Asha kembali terbangun, merengek dan menangis lebih lama dan lebih keras. Sedangkan pasien sebelah kembali melanjutkan tidurnya. Terus begitu sepanjang malam. Hueeeee.. Saya dan hubby mulai kelelahan. 

Malam yang terasa panjang akhirnya berhasil kami lalui dengan cara bergantian menjaga Asha dan mencuri sedikit waktu untuk sejenak memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuh yang lelah. Hingga pagi tiba, Minggu 31 Juni 2012, demam Asha masih dikisaran 38,5 derajat celcius (DC). Pagi-pagi suster datang dan mengecek suhu Asha yang masih demam. Jadwal pagi itu adalah menyeka tubuh Asha sebagai pengganti mandi pagi dan berharap agar demamnya dapat turun. Asha menangis selama tubuhnya diseka. Aku sedih melihatnya. Berasa melihat Asha sedang disiksa. Huhu.. Ajaibnya setelah diseka suhu Asha turun jadi 35,8 DC. Tapi efek nya tidak bertahan lama, tak lama kemudian tubuhnya kembali demam mencapai 38,5 DC. Hiks..

Tiap 4 jam sekali suster memberikan Sanmol (Parasetamol) untuk menurunkan demam Asha. Tentu saja Asha menangis dan berteriak saat suster mencekokinya dengan Sanmol itu. Huhu.. Asha sampe terbatuk2 dan hampir keselek saat dia menelan obatnya. Efek Sanmol dalam menurunkan demam Asha hanya bertahan1-2 jam. Setelah itu suhu Asha kembali naik di kisaran 38,5 DC. Huhu.. Minum obat lagi, suhu turun lagi, 1-2 jam kemudian suhu naik lagi, siklusnya terus berulang. Selain Sanmol, Asha pun minum Stesolid (Diazepam) 3 kali sehari sebagai obat anti kejangnya. Karena selama masih ada demam maka potensi untuk kejang masih ada. Stesolid diberikan sebagi tindakan preventif terhadap kejang.

Hingga siang hari, dokter anak yang bertanggung jawab terhadap Asha belum juga datang. Damn! Saya sebel banget, dari tengah belum ada dokter yang visit Asha. Awalnya saya berencana mengunakan jasa DSA (dokter spesialis anak) yg menangani Asha sejak lahir di RS itu. Tapi kebetulan saat itu beliau sedang cuti. Hikss.. Alhasil saya pake sembarang DSA yang katanya jaga saat itu. Tapi manaaaa? Kami sudah tunggu sejak malam, tapi si dokter ga nongol juga. Itu salah saya karena pilih DSA sembarangan!!! Lain kali saya ga mau lagi kaya gitu. Lain kali saya harus punya DSA cadangan yang cocok dan sesuai buat kami. 

Selepas jam 12 siang itu, suster beserta dokter ruangan (akhirnya ada juga dokter yang visit, walau dia dokter umum) menginformasikan pada kami bahwa si DSA menginstruksikan lewat telpon agar Asha diinfus dan diberi antibiotik Taxegram (Cefotaxim). Oh serta diambil darah lagi untuk pemeriksaan darah lainnya. Huaaa... Saya dan hubby sempat tidak setuju karena merasa demam Asha akan hilang dengan obat penurun panas saja. Kami sempat menunda pemasangan infus dan pemberian antibiotik hingga pukul 14.00. Saat itu suhu Asha yang awalnya sudah turun, kembali naik menjadi 38,5 DC. Baiklah, kami tetapkan hati untuk mengikuti instruksi dokter yang hingga saat itu melihat wajahnya pun kami belum.

Ga tega rasanya lihat Asha yang masih lemas dan rewel dipasangin infus di lengannya. Apalagi setelah itu darahnya diambil cukup banyak untuk pemeriksaan lanjuta. Huhu.. Saya kuat2in hati dan mental saya melihat pemandangan itu. Asha menangis keras dan menjerit kesakitan saat jarum menusuk lengan mungilnya yang gendut itu. Huhuhu.. Saya hanya bisa memeluk kakinya dan membenamkan muka pada paha gendutnya yang meronta-ronta karena saya tidak sanggup melihat wajah sedihnya yang menangis dan memandang saya dengan tatapan kesakitan dan minta tolong. Hueee... 

Hubby sendiri, dia lebih tidak tega daripada saya. Saat Asha dipasang infus dan diambil darah, dia pamit untuk solat di mushola karena dia tidak akan tega melihat Asha menangis kesakitan. Huhu.. Saya pun ga tega, tapi saya harus tetap kuat berada disamping Asha untuk menemaninya, memeluknya, dan membisikkan kalimat, "Asha kuat, Asha kuat" berulang-ulang. Setelah infus terpasang, Asha yang masih sesenggukan saya peluk erat2. Ingin rasanya menggantikan semua kesakitan yang dia alami agar berpindah ke tubuh ku saja. Huhu...

Infus sudah terpasang pada punggung tangan kirinya yang gendut dan mungil. Setelah tangisnya reda, Asha mulai curious dengan alat yang terpasang ditangannya. Dia mulai mengangkat tangannya, memperhatikannya, dan memasukkannya ke dalam mulut. Hehe.. Lucu melihatnya tingkahnya, tapi sedih juga karena mukanya masih lemes dan tatapan matanya sayu.

Sore hari, sekitar magrib, si DSA baru datang. Huaahh.. Cuma nanya2 dikit sambil elus2 kepala Asha dan tidak memberikan informasi what so ever! Dia cuma bilang, nanti kita pantau yaa.. What the hell?? Sungguh saya dan hubby bete mampus deh sama DSA ini. Pengen ganti sama DSA yang biasa tapi mengurungkan niat.

Hari itu, pengobatan Asha adalah cairan infus, Sanmol tiap 4 jam sekali, Stesolid 3 kali sehari, dan Taxegram via infus 3 kali sehari. Hati saya sungguh menjerit dengan kondisi ini. Hati saya merasa Asha tidak perlu diberikan Antibiotik itu. Hati saya merasa obat yang diberikan pada Asha kebanyakan. Saya yang seorang apoteker yang tidak praktek di apotek, cuma bisa nrimo. Saya merasa bodoh. Tapi saya juga tidak mau bila penyembuhan Asha terhabat gara2 saya protes sana-sini. Jadi saya cuma bisa curhat sama hubby. Hiks.. Walaupun segala obat2an itu sudah masuk ke tubuh Asha, tapi demam Asha masih belum turun. Suhu tubuhnya masih naik turun. Huhu.. Menjelang malam, baru lah suhu tubuhnya perlahan-lahan mulai konstan di bawah 38 DC.

Selama menemani Asha, saya browsing sana-sini cari informasi mengenai penyakit Asha. Karena sampai saat itu belum diketahui apa sakitnya. Informasi pertama yang saya dapat adalah kejang demam. Sepertinya Asha mengalami kejang diakibatkan demam. Kejang demam ini sifatnya menurun, kebetulan saya dan hubby waktu kecil pernah mengalami kejang demam. Jadi "bakat" kejang demam Asha ini nampaknya berasal dari kedua orangtuanya. Hiks..

Selanjutnya saya googling dengan kata kunci demam naik turun dan ubun-ubun menonjol. Karena siang itu, ibu bilang kalo ubun-ubun Asha ko kayanya menonjol ya? Saya awalnya ga nyadar, tapi setelah diperhatikan, ternyata memang iya. Tuhan.. Kenapa lagi ini? Ibu bilang, "Kemaren juga dokter kan lama usap-usap kepala Asha. Mungkin udah keliatan menonjol". Degg.. Saya langsung tegang deh dibilangin gitu sama ibu. Oh berarti semalem dokter usap-usap kepala Asha tuh karena dia merasa ada tonjolan di ubun2nya?? Ko dia ga bilang apa2?? Ga bilang kalo saya harus observasi ubun2nnya atau kasih info apalah. Dokter aneh!

Daaann hasil gooling dengan kata kunci  demam naik turun dan ubun-ubun menonjol adalah, jeeng jeeeeeennggg.. Keluar informasi tentang meningitis, blablabla. Langsung dingin sekujur badan dan panik dan takut dan khawatir. Saya coba baca satu-satu artikelnya. Tapi dalam hati saya yakin, bukan itu penyakit Asha. Saya yakin kejang Asha bukan karena meningitis what so ever, tapi karena kejang demam. Ubun-ubun Asha yang menonjol juga bukan karena ada sesuatu di kepalanya, tapi karena demam. Walau demikian kekhawatiran itu masih ada. Huhuhuhuhu...

Keesokan harinya, Senin 1 juli 2012, dokter ruangan dan suster datang ke ruangan. Si dokter bilang bahwa DSA nya Asha menginstruksikan Asha untuk di CT Scan karena ada tonjolan di ubun2nya. Ada kekhawatiran ke arah infeksi di kepala what so ever, jadi perlu CT Scan untuk memastikan. Saya dan hubby lirik2an dan kami pun menyerah saja ikut saran dokter. Mental dan pikiran kami sudah terlalu lelah sejak beberapa hari ini, dan kami ingin segera memastikan apa yang terjadi pada Asha. Hari itu pengobatan Asha ditambah 1 lagi, yaitu antibitok Bactesin untuk mencegah kemungkinan infeksi di daerah otak. Hiks.. Padahal deep inside my heart, i was sure that it's not necessary. But still i said nothing dan nurut2 aja. Hari itu pula Asha di CT Scan. Asha saya gendong dalam pelukan dan kami berdua dibawa ke ruang radiologi menggunakan kursi roda yang didorong oleh suster. Kondisi Asha masih lemas, dengan infusan di lengannya, seorang bayi mungil yang masih terlalu kecil untuk mengalami semua kondisi ini. Huhu.. Asha pun sukses menjadi tontonan orang-orang yang kami lewati. Saya juga kalo liat pemandangan seperti itu pasti akan memandang iba pada bayi mungil yang harus diinfus dan kondisinya lemas begitu. 

Saya masuk ke dalam ruangan radiologi, menemani Asha. Sementara hubby, ibu, dan saat itu ada adik saya, mereka menunggu di luar. Ruangan itu dingin dan kosong, hanya berisi satu alat CT Scan yang sangat besar. Huhuhu.. Memikirkan Asha harus ditaruh di alat seperti itu, tak kuat rasanya hati ini. Tapi sekali lagi, saya harus kuat untuk Asha. Kalo saya ga kuat, siapa lagi yang akan menjaganya? Saya memakai baju khusus yang beratnyaaaa banget banget, sementara Asha dibaringkan di kasur khusus hanya memakai baju RS yang tipis dan diaper tanpa celana, kemudian dia diselimuti oleh selimut khusus. Asha sangat kooperatif, dia sempat  merengek, namun selebihnya dia hanya pasrah dan diam tanpa melepaskan pandangan sayunya langsung ke mata saya. Hikss.. Peran saya disana adalah menjaga agar kepala Asha tidak gerak-gerak selama proses CT Scan berlangsung. Saya pegang dagu dan pipinya sambil saya bicara dan nyanyi macam-macam pada Asha. Saya berusaha tersenyum dan bicara dengan nada riang, walau hati ini sedih rasanya. Apalagi selama proses CT Scan sekitar 10 menit itu, Asha hanya diam memandang mata saya. Hiks.. Dia tidak peduli dengan roda ah entah apa namanya yang menyala dan beputar saat proses CT Scan berlangsung, dia hanya fokus melihat ke mata saya dan mendengarkan kata-kata saya. Huhuhu..

Proses CT Scan selesai dan kami kembali ke ruangan. Hari itu suhu Asha mulai stabil di bawah 37,5 DC dan  sudah tidak demam lagi. Tapi dari hasil pemeriksaan darah yang tiap hari dilakukan, terlihat bahwa trombosit Asha menurun setiap hari. Kecurigaan saya adalah Asha kena demam berdarah (DBD). Tapi waktu hari pertama diperiksa NS1 hasilnya negatif. Jadi apa kira2 penyebab trombosit Asha turun?

Sore hari menjelang magrib si DSA baru datang lagi. Dan menjelaskan bahwa hasil CT Scan bagus dan tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Saya dan hubby langsung lirik2an dan menghela nafas legaaaa. Alhamdulillah. Sesuai dengan perkiraan kami sebelumnya, bahwa Asha baik-baik saja. Dan ubun-ubun menonjol itu disebabkan demam dan kami yakin nanti pasti kembali seperti semula. Karena hasil CT Scan bagus dan tidak ada infeksi apapun di kepala Asha, pemberian Bactesin dihentikan. Fyuuhh.. At least 1 obat yang ga perlu berhasil dicoret. Selanjutnya dia menginformasikan hasil tes darah Asha dan menyarankan untuk cek Dengue Blood pada hari Rabu untuk memastikan apakah Asha positif DBD atau tidak. Kenapa hari Rabu? Karena kalo Selasa, dikhawatirkan hasilnya masih negatif karena titer immunoglobulin Asha terhadap virus DBD nya belum banyak di dalam darah. Kalo Asha positif DBD maka semua pengobatan dihentikan, kecuali cairan infus. Karena demam Asha juga sudah berhenti, maka antibiotik tidak lagi dibutuhkan bila memang hasil Dengue Blood positif. But in the mean time, antibiotik Taxegram masih harus masuk ke tubuh Asha untuk mencegah bila ternyata DBD negatif dan penyebab demam disebabkan infeksi bakteri. Saya yang  dalam hati rasanya ingin menolak karena entah mengapa saya yakin Asha positif DBD, jadi antibiotik itu sebenarnya ga perlu sama sekali. Namun sekali lagi dengan bodohnya saya mengiyakan. Hiks.. Memang tujuan dokter untuk memberikan antibiotik pada Asha bagus, untuk tindakan preventif. Tapi tetep aja hati ini ga rela. Hari itu saya keukeuh minta sama suster untuk menghentikan pemberian Sanmol dan Stesolid pada Asha, karena demamnya udah berhenti dari semalem. Akhirnya dua obat itu berhasil dicoret lagi. Yess..

Selasa, 2 Juli 2012 pagi, Asha kembali diambil darah keempat kalinya untuk cek kadar trombositnya. Huhu.. Nangis dan jerit gerung2 dia karena kesakitan waktu jarum suntik mengambil darah dari lipatan dalam lengannya. Saya mulai kebal, bukan ga tega, tapi ini demi kepastian diagnosa dan demi kecepatan penanganan dan penyembuhan sakitnya Asha. My hubby, still he didn't have a heart to see her little girl crying, dan memilih keluar ruangan. Siang hari, hasil tes darah menyatakan trombosit Asha makin turun. Trombositnya sudah 119.000, sedangkan normalnya 150.000. Kecurigaan makin mengarah ke DBD, tapi karena belum tes Dengue Blood jadi belum pasti.

Hubby sudah dua hari cuti dari kantor, Senin Selasa. Padahal ada kerjaan menunggu untuk diselesaikan. Akhirnya dengan berat hati, hari Rabu 3 Juli 2012, hubby kembali ke Jakarta. Meninggalka saya dan Asha berdua di rumah sakit. Huhu.. Saya bagaimana? Well, kantor saya sepertinya agak longgar untuk urusan begini. Jadi saya cuek aja cuti berapa hari pun sampe Asha sembuh. Ga peduli deh cuti tahunan habis dan malah harus potong gaji karena kehabisan jatah cuti. Pukul 4.00 pagi hubby pamit berangkat ke Jakarta. Sedih but i had to be strong. Rabu itu adalah jadwal Asha unutk diambil darah lagi dan cek Dengue Blood nya. Siang hari hasil tes darah menyatakan Asha positif DBD. Antara lega karena akhirnya sakit Asha ketauan dan sedih karena bayi kecilku kena DBD. Ko bukan saya atau orang lain di rumah yang kena? Kenapa harus bayi kecilku? Trombosit Asha pun turun jadi 65.000. Hiks.. Turun terus tiap harinya. 

Pengobatan Asha sekarang hanya cairan infus dan nenen yang banyak. Tapi hari itu Asha lebih banyak tidur. Saya sodor2in nen juga dia tolak. Hikss.. Sedih tapi at least cairan infus tetap masuk. Sekarang saya deg-degan nunggu apakah besok trombosit Asha akan naik atau turun? Huhu.. Pagi hari ibu datang bawain saya kurma dan jus kurma. Walau eneg karena kemanisan dan pedes (beneran loh ko pedes ya jus kurma itu?) saya paksa habisin jus kurma demi Asha. Berharap semoga dengan saya minum jus kurma Asha bisa kecipratan lewat ASI dan bisa naikin trombositnya.

Skip skip skip.. Kamis tes darah lagi, hasilnya trombosit Asha mulai naik jadi 78.000. Yeaayy.. Walau belum back to noemal, at least ada peningkatan. Saya makin rajin makan kurma dan minum jus kurma yang ibu beliin tiap hari. Asha juga udah mulai lahap minum ASI nya. Jumat tes darah lagi, trombosit Asha udah 109.000. Alhamdulillah.. Ini artinya Asha sudah boleh pulang hari itu juga. Seperti kata dokter, Asha baru boleh pulang kalo trombositnya di atas 100.000 karena dianggap aman dan kecenderungannya akan terus naik hinga normal. Hari jumat itu pun Asha sudah kembali ceria. Sudah banyak senyum, ketawa, jerit2 seneng, dan celoteh2. Pandangan matanya sudah cerah, tidak sayu lagi. Mata bulatnya memancarkan sinar kepolosan dan keceriaan lagi. Alhamdulillah.. Ashaku sudah kembali sehat. Malam itu, Jumat 6 Juli 2012 saya dan hubby yang baru datang dari Jakarta langsung membawa Asha pulang ke rumah. Drama 7 hari 6 malam di RS akhirnya selesai sudah. Ya Allah tolong jaga Asha kami. Cukup sekali ini saja dia dirawat, selanjutnya jagalah selalu kesehatan dan keselamatannya. Amin.

Asha Was Sick : The Night Strike

My 5+ month old baby girl was sick!! Huhuhu.. I was so drained, mentaly exhausted, sad, terrible, and confuse. I lost the track of time when Asha got sick. When i came back to normal live, it's already July 9th 2012. I lost the first week of July at hospital. Didn't even realized that i missed a week inside the hospital walls that surrounded me with anxiety.

Fyuuhh.. *i need deep inhale and exhale before i start the story. So here it goes..


Jumat 28 Juni 2012 jam 6 pagi Asha bangun dan merengek minta nen. Saya yg udah siap mau berangkat kantor, ga tega ninggalin Asha kaya gitu. So i decided to breastfed her first, didn't care if i could be late because of it. Setelah Asha nen dan mulai tenang, saya pamit padanya untuk berangkat ke kantor. Sambil cium2 pipi dan wajahnya. Sempat terbersit di hati waktu melihat wajah Asha, ko di pipinya ada bentol2 merah? Perasaan semalem belum ada. Kayanya semalem Asha digigit nyamuk lagi deh. Akhirnya saya berangkat ke kantor dengan perasaan ga nyaman.


Jumat 28 Juni 2012 jam 2 siang, ibu yang hari itu kebetulan ada di rumah buat asuh Asha, sms saya dan bilang bahwa Asha anget badannya. Saya berusaha ga panik. Karena 2 minggu sebelumnya dia juga demam tanpa sebab, setelah dikasih tempra demamnya hilang. So this time i tried to be cool and told my mom to check her temperature and gave her tempra. Suhunya saat itu 38,5 derajat celcius (DC). Sempet terpikir untuk segera pulang cepat, tapi saya ga enak hati karena bentar lagi saya kan resign. Ga pengen dikira mentang-mentang mau resign jadi seenaknya. Sesampainya di rumah jam 7 malam, saya liat Asha digendong ibu pake jarit dengan lap basah di dahinya. Asha keliatan lemeess banget. Huhuhu.. Sedih saya liat keadaan Asha kaya gitu. Padahal biasanya tiap saya pulang dia pasti sedang duduk ceria di bouncer nya atau lagi digendong sambil celoteh2 dan senyum2. My heart was broke.


Setelah solat, tanpa makan dan ganti baju, saya gendong Asha dari tangan ibu dan ukur suhunya, ternyata suhunya naik jadi 39 DC. Duh Gustiii.. Akhirnya saya cekokin lagi Asha dengan tempra. Lalu saya kelonin dia dalam pelukan sambil saya paksa untuk nen. Hanya saya dan Asha berdua dalam kamar dalam posisi itu selama 2 jam. Setiap 10 menit sekali saya cek terus suhunya dan saya ganti air kompresnya. Setelah 2 jam, suhu Asha turun jadi 37,6 DC. Dia sudah terbangun dari tidurnya dan mulai berceloteh riang gembira. 


Tak lama setelah itu, hubby pulang dengan membawa tempra dan 2 lembar bye bye fever. Saya dengan gembira menceritakan bahwa demam Asha sudah turun sekarang Asha sudah kembali ceria. Hubby pun langsung menimang Asha sambil nonton TV sementara saya mengistirahatkan badan sejenak. Sekitar 1,5 jam kemudian, hubby membangunkan saya dan bilang kalo Asha demam lagi. Deeegg!! Saya pun langsung siaga dan menggendong Asha dalam pelukan. Kembali saya paksa Asha untuk nen dan tidur dalam pelukan saya. Sambil 10 menit sekali saya cek suhunya. Tapi kali ini suhunya tak kunjung turun dan Asha tertidur. Saat itu hubby memegang kaki Asha yang dingin, tidak sinkron dengan kepala dan badannya yg hangat. Maka hubby pun mencoba memakaikan kaos kaki pada Asha yg sedang tertidur. Karena merasa terganggu, Asha pun terbangun dan menangis. Saya coba hentikan tangisannya dengan menyodorkan nen tapi dia menolak. Nangisnya tidak mau berhenti dan wajahnya nampak memelas. Oh i really don't have a heart to see her cry. 


Saya pun mencoba menimangnya sambil jalan2. Ketika saya mulai beranjak dari tempat tidur, tangisnya menjerit seperti kesakitan. Saya segera periksa apakah ada bagian tubuhnya yang tanpa sengaja kegencet tubuh saya, namun semuanya nampak baik-baik saja. Saat itulah tiba2 jeritannya berubah menjadi erangan, dibarengi dengan mata nya yang tiba-tiba melotot dalam pandangan kosong, mukanya memerah, mulutnya terkatup rapat seperti menahan sesuatu, dan menurut hubby saat itu tangan dan kakinya pun mengejang kaku. Ya Tuhan, ada apa dengan Asha ku?? Saat itu saya sangat panik. Saya berjalan ke kamar ibu dan panggil2 ibu saya yg sedang tidur, "Ibuuu...ibuuu..ini Asha kenapaa??". Ibu pun segera bangun dan melihat Asha. Pemandangan Asha yg sedang kejang memang tidak lebih dari 5 detik tapi rasanya seperti bermenit2. Sungguh pemandangan paling menakutkan dalam hidup saya. Sekarang pun bila saya memejamkan mata dan mengingat wajah Asha saat itu, bergetar rasanya seluruh tubuh ini. Saya sungguh takut bila sampai terjadi sesuatu padanya. Dear God, please don't let anything bad happened to her.

Segera setelah Asha berhenti kejang saya sodorkan Asha pada gendongan ibu, saya khawatir Asha kenapa2 lagi. Dalam gendongan ibu dia langsung tertidur. Saat itu saya sedang panik cari sendok plastik. Karena ibu bilang, "Cepat cari sendok plastik, biar kalo kejang lagi yang digigit sendok nya bukan lidahnya". Saya udah kaya orang linglung. Cari sendok plastik kesana kemari ga dapet2. Akhirnya setelah dapet sendok plastik, saya instruksi hubby untuk segera manasin mobil. Karena Asha akan langsung dibawa ke RS. Lagi-lagi saya kaya orang linglung waktu nyiapin barang-barang ke dalam tas. Dan cuma sempet nyamber cardigan dan kerudung instan untuk menutupi pakaian tidur saya. Akhirnya kami berempat, hubby, saya, ibu, dan Asha segera ke RS terdekat. Saat itu sekitar pukul 11 malam. Asha yang masih tertidur digendong ibu di belakang. Saya duduk di depan menemani hubby. Sepanjang jalan kami terdiam. Saya terlalu shock untuk berbicara.

Sesampainya di IGD RS, seluruh baju Asha segera dibuka hingga tinggal diapers saja yg dipakai. Seluruh tubuhnya diseka air hangat dan diberi obat penurun panas lewat pantatnya. Karena saat itu suhunya masih 38,5 DC. Saat itu Asha diambil darah untuk diperiksa sel darah dan tes NS1. Tes NS1 adalah screening awal untuk demam berdarah. Selama 1 jam kami di IGD, suhu Asha tak kunjung turun. Padahal seharusnya obat penurun panas yang tadi diberikan lewat pantat sudah bereaksi menurunkan demamnya. Hingga hasil tes darah selesai, ternyata sel darah Asha normal dan tes NS1 pun negatif. Dokter memberi pilihan apakah akan pulang atau dirawat di RS. Karena menurut dokter, kasus demam seperti ini bisa saja dirawat di rumah. Namun kami khawatir dengan kondisi Asha yg hingga saat itu demamnya tak kunjung reda dan memutuskan agar Asha dirawat saja di RS. Saat itu saya pikir paling butuh 1-2 hari dirawat di RS. Jadilah pagi itu, Sabtu 30 Juni 2012 pukul 01.30 Asha masuk kamar perawatan 315a RS Hermina Arcamanik untuk dirawat.
 

My Lavender Love Story Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipietoon | All Image Presented by Online Journal